MISKIN MAKIN Terpuruk, PBNU Tidak Menginginkannya

- Penulis

Kamis, 2 Januari 2020 - 22:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)

SuarIndonesia – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pemerintah Presiden Joko Widodo untuk mengurangi ketimpangan. Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengatakan pihaknya tidak ingin orang miskin di Indonesia semakin miskin.

“Silakan undang investasi, namun kurangi ketimpangan. Jangan yang kaya semakin kaya, yang miskin makin terpuruk,” ujar Said dalam keterangan pers di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (2/1).

Said menuturkan pembangunan nasional selama tujuh dekade, termasuk di era Jokowi belum mampu melenyapkan ketimpangan. Hal itu, kata dia, terlihat dari sistem ekonomi yang oligarkis, yang dikuasai segelintir orang pada aset.

Ia tak menampik sistem oligarki bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi, dia berkata pertumbuhan tidak terjadi secara merata.

Said mengklaim berdasarkan data, kekayaan 50 ribu orang terkaya setara dengan gabungan kepemilikan 60 persen atau 150 juta penduduk Indonesia.

“Segelintir orang mendominasi kepemilikan atas jumlah simpanan uang di bank, saham perusahaan, dan obligasi pemerintah, serta penguasaan tanah,” ujarnya.

Baca Juga :   KAPOLDA KALSEL yang Baru, Rosyanto Yudha Hermawan Berpengalaman Bidang Reserse

Di sisi lain, Said juga menyebut sektor pertanian yang menyerap banyak tenaga kerja saat ini terseok-seok karena industrialisasi dan kegagalan pemerintah melakukan reformasi agraria.

Dia menyebut sawah-sawah telah menjadi tadah hujan karena minimnya infrastruktur irigasi. “Akibatnya produktivitas turun. Sawah-sawah akhirnya disulap jadi rumah-rumah,” kata Said.

“Pada gilirannya kebutuhan pangan diperoleh dari impor yang menguras devisa,” ujarnya menambahkan.

Terkait dengan situasi itu, Said menyampaikan PBNU meminta pemerintah untuk memotong mata rantai oligarki.(CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BELANJA DAERAH Diproyeksi Melonjak 10,504 Triliun, DPRD Kalsel Kawal APBD Perubahan 2026
KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Kejagung Periksa Tujuh Saksi
HARGA BBM dan LPG Subsidi Dipastikan tidak Naik
KABINDA KALSEL Mencek Langsung PLTU Asam-Asam Memastikan Kondisi Infrastruktur Pembangkit
KANTOR PLN UP3 Banjarmasin “Digeruduk” Massa Aliansi Pemuda
PEMADAMAN LISTRIK Beruntun, Gubernur Kalsel Tuntut Janji PLN hingga Usulkan GM Diganti
PEMADAMAAN yang Meluas- Beruntun, Komisi III DPRD Kalsel Panggil Kembali PLN
BGN Larang SPPG Gunakan Gas Melon dan Beras Subsidi

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:43

BELANJA DAERAH Diproyeksi Melonjak 10,504 Triliun, DPRD Kalsel Kawal APBD Perubahan 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:27

KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Kejagung Periksa Tujuh Saksi

Senin, 27 Juli 2026 - 19:58

BGN Larang SPPG Gunakan Gas Melon dan Beras Subsidi

Senin, 27 Juli 2026 - 16:05

DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:43

KEMENKES Terapkan Efisiensi Pengadaan Obat dan Rombak Sistem Akreditasi RS

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:51

PEMADAMAN BERGILIR Kembali Terjadi, Tim Advokasi : Gugatan Segera Dirampungkan dan Direksi PT PLN Harus Bertanggung Jawab

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:30

FEBRIE Adriansyah Ditahan Kejagung!

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:37

POLRI: Bhabinkamtibmas tidak Berwenang Pungut Pajak

Berita Terbaru

Foto ilustrasi. (Foto: SI/UT/Gemini.Ai)

Kalteng

CEGAH KARHUTLA, Warga Diminta Doa Bersama Minta Hujan

Selasa, 28 Jul 2026 - 21:49

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca