MINIM Penerangan Jembatan HKSN dan Akhirnya Rawan Kejahatan

- Penulis

Senin, 12 September 2022 - 23:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Belakangan ini, warga yang melintas di Jembatan HKSN 1 atau Jembatan Patih Masih dibayangi kekhawatiran. Kawasan jembatan yang cukup sunyi dan gelap memicu tindak kejahatan.

Pasalnya, tercatat sudah dua kali warga Banjarmasin mengalami tindak kejahatan saat melintas di jembatan tersebut.

Pertama, pada tanggal 6 Juli 2022, M Fauzi terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Anshari Saleh Banjarmasin. Pria berusia 45 tahun asal Kelurahan Kuin Utara RT 9 itu, menderita luka bacok di perut bagian bawah dan lengan sebelah kiri.

Saat melintas di jembatan Patih Masih, dan hendak menuju rumahnya pada dini hari itu, ia diikuti kemudian diserang oleh orang tak dikenal.

Kedua, pada tanggal 10 September 2022. Di lokasi yang sama, seorang karyawan pabrik plywood atas nama Nova Wardhana, terkena bacokan di lengan kanan dan dada sebelah kiri.

Peristiwa itu dialami lelaki 21 tersebut pada Pukul 01.00 WITA. Ceritanya, saat hendak pulang ke rumahnya ia beserta rekannya melihat segerombolan laki-laki bersenjata tajam tampak berada di oprit jembatan.

Dugaan sementara, sedang ada keributan. Dari kerumunan itu, seorang lelaki langsung melirik tajam ke arahnya.

Kemudian lelaki tersebut mengejarnya sambil mengacungkan senjata tajam, dan tanpa basa-basi, melakukan penyerangan.

Alhasil, Nova Wardhana yang saat itu dibonceng, terkena bacokan dan dilarikan ke Rumah Sakit Suaka Insan, lantaran mengalami luka serius.

Dua peristiwa itu, setidaknya adalah peristiwa yang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini. Sungguh, peristiwa yang cukup mengerikan.

Adanya dua peristiwa itu juga diketahui Alpian, warga yang tinggal tak jauh dari kawasan jembatan.

“Setelah adanya kabar tindak kejahatan yang terjadi, banyak orang tak berani melintas. Banyak yang memilih melintas di jembatan yang lama,” ucapnya, Senin (12/9/2022).

Ia menduga, rawannya tindak kejahatan yang terjadi, tak terlepas dari minimnya penerangan di kawasan jembatan.

Baik di atas jembatan, maupun di oprit jembatan. Ia pun lantas berharap, penerangan di kawasan tersebut bisa ditambah lagi.

“Baik bagian bawah maupun atas jembatan,” harapnya.

Baca Juga :   POLISI Selidiki Kebakaran Hanguskan Rumah dan Satu Unit Motor

Saat dikonfirmasi, Kepala UPT Pemeliharaan Penerangan Jalan Umum dan Lingkungan di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin, Cahyadi, mengaku sudah mengetahui peristiwa kejahatan yang terjadi di kawasan Jembatan Patih Masih.

Ia juga mengakui, bahwa penerangan di kawasan jembatan itu masih kurang. Itu, berdasarkan hasil peninjauan yang dilakukan pihaknya, pada Senin (12/9/2022).

Baca Juga :

MEGAHNYA Jembatan HKSN 1 Penghubung Kuin Cerucuk, Sisi Bawah Gersang

Berdasarkan analisa pihaknya, jarak antara tiang lampu yang satu dengan tiang lampu lainnya terlampau jauh atau lebar. Lalu, daya lampu yang dipakai pun cukup kecil. Hanya 40 watt.

“Sedangkan idealnya, menurut analisa pihaknya, daya yang dipakai mestinya bisa 90 hingga 120 watt,” jelasnya.

Namun, pihaknya mengaku belum bisa berbuat banyak. Kecuali memberikan masukan ke dinas terkait. Yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin.

Alasannya, karena untuk ranah pengadaan hingga menambah penerangan di jembatan itu, menurutnya masih ada di pihak Dinas PUPR Banjarmasin.

“Penerangan di sana, sepaket dengan pengerjaan jembatan,” ucapnya.

Kendati demikian, bukan berarti tak ada yang bisa dilakukan. Cahyadi, mengaku sudah melaporkan hal itu ke Dinas PUPR Banjarmasin.

Lantaran kurangnya penerangan, dianggap memicu terjadinya tindak kejahatan atau kriminalitas di kawasan tersebut, ia juga menjadi bulan-bulanan DPRD Banjarmasin.

Kemudian, di sisi lain, Cahyadi melihat bahwa ruang atau tempat untuk meletakkan tiang lampu itu sudah ada.

Namun, ia mengaku tidak mengetahui, mengapa hingga saat ini tiang lampu di kawasan itu belum dipasang atau ditambah.

“Apakah nanti ada pemasangan atau tidak kami tidak tahu. Tapi, kami sudah melaporkan hal itu ke Dinas PUPR Banjarmasin,” tekannya.

“Jawaban dari Dinas PUPR Banjarmasin, sedang mengkoordinasikannya dengan tim. Secara kedinasan, bukan ranah kami untuk mendesak. Kami hanya bisa memberikan masukan teknis,” tutupnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PEMPROV KALSEL Memetakan Aset Wisata, Terutama di Bawah Jembatan Barito
PPIH: 6.804 Galon Air Zamzam Disiapkan bagi Jemaah Kalsel-Kalteng
NIAT LERAI TAWURAN, Kai Fauzi jadi Korban Pengeroyokan Puluhan Remaja di Sungai Jingah
PERKETAT Patroli Malam, Polsek Banjarmasin Utara Menindaklanjuti Insiden Berdarah
ANTREAN BBM di SPBU Kini Lancar, Sopir Truk Apresiasi Ketegasan Polresta Banjarmasin
TAMBANG EMASI ILEGAL di Kawasan Hutan Riam Kiwa Banjar Digerebek Tim Gabungan
MASJID AL AKBAR Balangan Sembelih Tiga Ekor Sapi Kurban
CEGAH KRIMINALITAS, Tim URC Polresta Banjarmasin Diaktifkan

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:45

PEMPROV KALSEL Memetakan Aset Wisata, Terutama di Bawah Jembatan Barito

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00

MCR Disiagakan di Mina Respons Situasi Darurat

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:21

FILM “Pesta Babi” Bentuk dari Kebebasan Berpendapat

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:14

TNI AD: Pelibatan Tentara Atasi Begal Sah secara UU

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:09

BGN Dukung Efisiensi Pastikan Efektivitas Penyaluran MBG

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:04

NIAT LERAI TAWURAN, Kai Fauzi jadi Korban Pengeroyokan Puluhan Remaja di Sungai Jingah

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:13

KPK Tekankan Kehati-hatian dalam Adopsi KUHP dan KUHAP Baru

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:59

JEMAAH HAJI Indonesia Dilarang Lempar Jumrah Pukul 10.00-14.00

Berita Terbaru

Jemaah haji melempar jumrah aqobah di Jamarat, Mina, Makkah, Arab Saudi, Rabu (27/5/2026). (Foto: Antara/Citro Atmoko)

Nasional

MCR Disiagakan di Mina Respons Situasi Darurat

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00

Rofik (40), warga Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (dua dari kiri) dibawa ke Posko SAR Gabungan di Sepaku, setelah ditemukan tim. (Foto: Dok Kantor SAR Balikpapan)

Kaltim

SAR Temukan Rofik setelah Lima Hari Hilang di Hutan

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:50

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca