Suarindonesia – Pemerintah kini tidak mewajibkan tes PCR bagi pelaku perjalanan, namun boleh menggunakan tes swab antigen yang berlaku 1×24 jam.
Selaih itu, harga tes PCR yang diturunkan juga berdampak terdahap pelaku perjalanan karena tidak lagi memberatkan kantong.
Area Manager Lion Air, Agung Purnama, mrngakui sejak ditetapkan penurunan biaya tes PCR, penumpang Lion Air meningkat 37,8 persen. “Apalagi biaya PCR yang disediakan Lion Air cuma Rp225 ribu,” sebutnya.
Sementara, Stakeholder Relation Bandara Internasional Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor, menambahkan sejak harga tes PCR diturunkan sedikit mendongkrak pertumbuhan penumpang di Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Ada tren kenaikan jumlah penumpang sebesar 20 persen. “Sekitar 20 persen kenaikan jumlah penumpang itu, dihitung dari sehari sehari rata-rata 1.800 sampai 2.200 penumpang, sebelum itu ketika PCR masih Rp500 ribu, angka penumpang masih di bawah 1.500,” urai Ahmad Zulfian Noor.
Zulfian melanjutkan, dari sebelumnya rata-rata hanya 17 penerbangan (flight) dalam satu hari di Bandara Internasional Syamsudin Noor saat ini bisa menjadi 20 sampai 22 flight.
“Iya, untuk jam operasional bandara juga ditambah. Sekarang sampai pukul 18.00 WITA yang sebelumnya 16.00 WITA sudah setop,” urainya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















