MENAG: Umrah Backpacker Berisiko

- Penulis

Selasa, 19 Maret 2024 - 00:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menag RI Yaqut Cholil Qoumas. [Kemenag]

Menag RI Yaqut Cholil Qoumas. [Kemenag]

SuarIndonesia — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) menyoroti fenomena umrah backpacker. Ia mengingatkan risiko yang tinggi dari jemaah yang melakukan perjalanan tersebut.

Hal itu mulanya disinggung oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily. Ia mengatakan umrah backpacker jika tak dikontrol bisa menjadi bom waktu. Ia mengatakan jemaah yang memakai jasa umrah saja bisa kesulitan, apalagi jika mereka berjalan seorang diri.

“Soal umrah backpacker ini menurut saya bisa kalau diterapkan tanpa kontrol dari negara akan bisa menjadi bom waktu, kenapa?” kata Ace dalam Raker Kemenag dengan Komisi VIII DPR RI, kutip detikNews, Senin (18/3/2024).

“Menurut saya ya dan ini yang selalu saya sampaikan dalam beberapa kesempatan bahwa itu bukan seperti wisata biasa, umrah itu ibadah bagi yang pertama kali ke Arab Saudi pasti perlu ada yang membimbingnya,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Yaqut merespons, dalam prinsipnya, Kemenag selalu ingin memberikan perlindungan bagi jemaah yang umrah. Ia mengatakan perjalanan umroh ini masih ditemukan modus yang merugikan.

Baca Juga :   PRESIDEN Boleh Ikut Kampanye Politik Pilkada

“Bagaimana sering kali umrah dijadikan modus orang untuk menyiasati antrian yang panjang atau mungkin mencari pekerjaan di Saudi dengan cara modern banyak modus-modus lain sehingga soal umrah backpacker ini akan semakin membuka peluang modus-modus yang tadi sudah dikhawatirkan,” ujar Yaqut.

Ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Arab Saudi untuk mengantisipasi hal ini. Yaqut menyebut akan mendalami terkait umrah backpacker tersebut.

“Kami sudah berbicara dengan Kementerian Haji Arab Saudi. Jumat lalu saya juga sudah ketemu dengan Dubes Saudi untuk Indonesia untuk secara teknis membicarakan bagaimana nanti cara mengatasi problem-problem yang muncul dalam haji backpacker ini,” kata dia.

“Tugas-tugas yang kami harus selesaikan ini bisa kami koordinasikan dengan baik karena kita semua tahu umrah bagian dari bisnis atau perjalanan dalam kategori risiko tinggi,” pungkasnya. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEJAGUNG Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel
TANGANI KBGO, Kemkomdigi Ketatkan Pengawasan Platform Digital
LULUSAN SR Dijanjikan Beasiwa dan Peluang Kerja
KERIBUTAN di Depan Tempat Gym, Seorang Pria Keluarkan “Pistol”
20 PERSONEL Tim SAR Dikerahkan Cari Helikopter Hilang di Sekadau
MENHAJ: Kesiapan Layanan Haji Indonesia Sudah Hampir Selesai
DISIAPKAN Insentif Fiskal Masif Dukung Program 3 Juta Rumah
SOAL “WAR TICKET”, Menhaj Hentikan Pembahasan jika Dianggap Prematur

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:51

KEJAGUNG Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 20:41

TANGANI KBGO, Kemkomdigi Ketatkan Pengawasan Platform Digital

Kamis, 16 April 2026 - 19:41

KERIBUTAN di Depan Tempat Gym, Seorang Pria Keluarkan “Pistol”

Kamis, 16 April 2026 - 19:17

20 PERSONEL Tim SAR Dikerahkan Cari Helikopter Hilang di Sekadau

Rabu, 15 April 2026 - 21:24

MENHAJ: Kesiapan Layanan Haji Indonesia Sudah Hampir Selesai

Rabu, 15 April 2026 - 21:09

DISIAPKAN Insentif Fiskal Masif Dukung Program 3 Juta Rumah

Rabu, 15 April 2026 - 00:27

SOAL “WAR TICKET”, Menhaj Hentikan Pembahasan jika Dianggap Prematur

Selasa, 14 April 2026 - 21:25

TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca