MASYARAKAT Diminta Waspada Penipuan Berkedok E-Tilang

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026 - 20:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain (tengah) menanggapi terkait penipuan berkedok E-Tilang, Jumat (9/1/2026). (ANTARA/Devita Maulina)

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain (tengah) menanggapi terkait penipuan berkedok E-Tilang, Jumat (9/1/2026). (ANTARA/Devita Maulina)

SuarIndonesia — Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah AKBP Resky Maulana Zulkarnain meminta masyarakat lebih waspada terhadap penipuan berkedok tilang elektronik atau E-Tilang.

“Bagi masyarakat kami imbau lebih waspada, mengingat kita saat ini berada di era digital, maka penting pengetahuan mengenai digital pada masyarakat itu sendiri,” kata Resky di Sampit, Senin (12/1/2026).

Hal ini ia sampaikan sehubungan dengan maraknya peredaran pesan singkat (SMS) berisi notifikasi E-Tilang yang disertai tautan (link) mencurigakan mulai meresahkan warga.

Resky menekankan di era digital saat ini, pengetahuan masyarakat menjadi benteng utama agar tidak menjadi korban kejahatan siber dengan modus penipuan denda tilang.

Terkait notifikasi E-Tilang, kata dia, dikirim lewat WhatsApp resmi (centang biru), email atau surat fisik melalui PT Pos Indonesia, bukan lewat SMS dari nomor tak dikenal atau link mencurigakan.

Pesan asli akan berisi foto pelanggaran, detail waktu dan lokasi, serta link terverifikasi, misal konfirmasi-etle.polri.go.id, sedangkan yang palsu sering kali bersifat mendesak dan disertai tautan tidak jelas.

Baca Juga :   'PERKARA BERDARAH' Tiga Nyawa Melayang, Sule Diganjar 20 Tahun Penjara

“Maka dari itu masyarakat diimbau tidak sembarangan mengklik tautan yang diterima,” tutur Resky dilansir dari AntaraNews.

Guna mencegah adanya kerugian materiil maupun pencurian data pribadi, Kapolres Kotim meminta warga yang menerima SMS serupa segera melakukan verifikasi langsung kepada pihak kepolisian.

Masyarakat diminta tidak langsung panik atau mengikuti instruksi dalam pesan tersebut.

Polres Kotim telah menyiapkan kanal komunikasi khusus bagi warga yang ingin memastikan kebenaran pesan yang mereka terima, di antaranya layanan Call Center 110. Warga dapat menelepon secara gratis untuk melaporkan pesan mencurigakan.

Atau bisa datang langsung ke Kantor Satlantas Polres Kotim dan menunjukkan SMS ata pesan yang diterima agar bisa segera ditindak lanjuti.

“Kami berharap dengan adanya koordinasi yang cepat dari masyarakat, segala bentuk potensi penipuan dapat kita mitigasi sejak dini,” kata Resky menambahkan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KASUS Eks Bupati Kukar Berlanjut, Pejabat Kemenkeu Dipanggil KPK Jadi Saksi
DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China
KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara
DIGAGALKAN Pelarian Pecatan Polisi
DUA IKON Daerah di Kalteng Ditetapkan jadi Kawasan Berbasis KI
AKSI SADIS Seorang Paman Habisi Bocah Ponakannya hingga Bacok Ibu Korban dan Warga
LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA
PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 23:16

KASUS Eks Bupati Kukar Berlanjut, Pejabat Kemenkeu Dipanggil KPK Jadi Saksi

Senin, 25 Mei 2026 - 23:09

DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China

Senin, 25 Mei 2026 - 23:02

KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara

Senin, 25 Mei 2026 - 22:48

DUA IKON Daerah di Kalteng Ditetapkan jadi Kawasan Berbasis KI

Senin, 25 Mei 2026 - 14:44

AKSI SADIS Seorang Paman Habisi Bocah Ponakannya hingga Bacok Ibu Korban dan Warga

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:50

LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:42

PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:33

3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla

Berita Terbaru

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (tengah) dan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Tahun 2026 Eduart Wolok (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Antara/Sean Filo M)

Headline

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:28

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca