

Suarindonesia – Massa datangi perusahaan `plat merah’ (PDAM bandarmasih) yang merupakan milik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, Senin (18/2).
Selain itu, massa dari Pemuda Islam Kalsel `dimotori’ HM Hasan dan dari Forum Rakyat Peduli Bangsa dan Negara (Forpeban) Kalsel, Din Jaya, juga sambangi DPRD Kalsel dan Kejati.
Untuk di DPRD, karena sering langkannya Gas LPG dan pengawasan pihak Pertamina serta di Kejati atas berbagai dugaan korupsi pada instansi terkait baik di Kabupaten Tanah Laut, Batola dan Balangan.
Sementara khusus di Kantor PDAM Jalan A Yani Km 2 Banjarmasin, massa memberikan dukungan atas upaya pihak PDAM untuk segera dan tuntas perbaiki kebocaran yang cukup parah pada pipa pemasok air dari intake Desa Abumbun Jaya, Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, ke pengolahan air bersih Km 6, Jumat (15/2) lalu.
“Kami memberikan semangat dan dukungan kepada PDAM untuk terus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan,” ucap Din Jaya, dalam orasinya.
Sementara HM Hasan, yang pernah jabat Ketua DPD KNPI Kalsel ini, meminta masyarakat untuk tidak mudah terhasut dengan ajakan pihak yang tidak bertanggung jawab terkait tidak mengalirnya air ledeng dalam tiga hari terakhir karena pipa PDAM di Sungai Tabuk mengalami kebocoran.
“Kebocoran pipa murni faktor alam. Jadi bukan kesengajaan. Dimana pun hal serupa bisa saja terjadi.
Lain halnya kalau ini disengaja, maka masyarakat bisa mengadukan,” ujar Hasan.
Ia katakan, harusnya masyarakat berterima kasih kepada PDAM yang sigap memperbaiki kerusakan. “Karena ini bukan masalah mudah.
Kita apresiasi yang tinggi kepada PDAM yang segera melakukan perbaikan.
Tentunya perlu waktu untuk bisa menormalkan kembali pasokan air. Jadi kita harus bisa memahami hal ini,’’ ujarnya lagi.
Kedatangan massa saat itu disambut Direktur Umum PDAM Bandarmasih, Farida dan Humas setempat, Noor Wahid, dan bersama massa sempat doa bersama atas MIlad-nya PDAM Bandarmasih
Pihak PDAM mengucap terima kasih atas dukungan. “Sebenarnya ini murni musibah. Bukan kesengajaan. Semua diluar perkiraan kami.
Kami sudah melakukan upaya perbaikan dan tadi malam sudah selesai,” ujar Farida.
Humas PDAM turut sampikan, bocornya pipa berdiameter 1.200 milimeter di Sungai Tabuk disebabkan pipa bergeser karena tanahnya masih labil.
“Di jalan dimana pipa ditanam juga sering dilalui truk dengan tonase besar,” jelasnya.
Meski demikian, PDAM tidak bisa menyalahkan karena jalan itu bukan milik mereka sehingga tidak bisa melarang angkutan yang lewat disitu.
Itu jadi pertanyaan massa. Artinya bila tak dikoordinasikan dan diatasi soal truk ukuran besar melintas, maka tidak menutup kemungkin bisa saja terjadi hal serupa terhadap kebocoran.“Tapi mudahan tidak sampai ternjadi lagi,;; ujar salah satu yang ikut aksi itu. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















