SuarIndonesia – Disebutkan masalah kesehatan terus mengalami peningkatan secara global termasuk di Kalsel.
“Beban masalah kesehatan jiwa terus meningkat yang berdampak terhadap kesehatan dan konsekuensi sosial, hak asasi manusia dan ekonomi utama di semua negara di dunia,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Dr. Diauddin.
Ia menyebut Pemprov Kalsel terus berupaya mengatasi hal tersebut. Terdapat dua cara yang dilakukanz promotif dan preventif.
Upaya promotif dilakukan melalui promosi kesehatan, sedangkan upaya preventif dilakukan dengan pengenalan faktor risiko, deteksi dini, pemberian kekebalan atau imunisasi, pemberian obat pencegahan secara massal yang didukung dengan kegiatan promosi kesehatan dan surveilans kesehatan.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan mengendalikan masala kesehatan jiwa dan Napza melalui upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.
Upaya promotif dan preventif dilakukan dengan pendekatan siklus kehidupan dan kelompok resiko yang lebih besar dibandingkan oleh penderita gangguan jiwa.
Mulai dari usia anak sekolah memasuki masa persiapan pra nikah, ibu hamil, menjalani peran ibu Rumah Tangga, hingga lanjut (usia > 15 tahun) yang mempunyai banyak permasalahan pada emosional psikologi jiwa dengan Deteksi Dini skrining SDQ – SRQ pada Tahun 2022 dengan sasaran 30% (16,79) se Kalsel.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















