Mahyuddin : Tak Sia-sia Perjuangan Pendidikan Program Pascasarjana Raih IPK Cumlaude

Mahyuddin : Tak Sia-sia Perjuangan Pendidikan Program Pascasarjana Raih IPK Cumlaude

Suarindonesia – Bercermin dari Hadist Nabi Muhammad SAW soal pendidikan  “Mencari ilmu adalah diwajibkan bagi setiap muslim laki-laki dan wanita dari mulai lahir sampai ke liang lahat.”

”Carilah ilmu walupun ke negeri cina.” Artinya kejar atau raih ilmu setinggi-tingginya

Lain lagi pakar pendidikan, H. Horne sebut  “Pendidikan adalah proses yang terus-menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada tuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia.

Maka semua itu memotivasi pria bernama Mahyuddin SH, yang seharinya  pengamat hukum dan advokad ini.

Mahyudin, yang akrab disapa Martin, ayah tiga orang anak dan dua diantara anaknya juga sarjana hukum mengikuti jejak pendidikan sang ayah, tuntaskan pendidikannya pada Program  Pascasarjana S-2

“Alhamdulillah, perjuangan saya dalam pendidikan selama ini tak sia-sia dan bisa meraih gelar S-2 yakni Magister Hukum (MH) ,” ucapnya Minggu (28/4).

Yudisium Program Sarjana dan Pascasarjana semester ganjil 2018/2019 itu sendiri berlangsung, Sabtu (27/4) lalu

Mahyuddin mengucapkan terima kepada pengurus dan tenaga pendidik di lingkungan  STIHSA, yang sudah memberikan pendidikan sehingga mereka memiliki keahlian dibidang hukum.

“Terima kasih kepada guru-guru besar STIHSA,  karena kami yang melaksanakan Yudisium ini memiliki keahlian dibidang hukum,” tambahnya.

Sementara Ketua STIHSA Banjarmasin, H Nanang Hermansyah SH Mhum, mengharapkan para Yudisium bisa memperbaiki Sumber Daya Alam (SDA).

Dikatakan, untuk pelaksanaan Yudisium yang digelar di salah satu Ballroom Hotel di Banjarmasin ini, ada sebanyak 240 orang lebih, terdiri dari program sarjana  (S1) sekitar 230 dan 10 orang pascasarjana (S2).

“Kita berharap dengan dilaksanakan Yudisium kali ini yang menciptakan para sarjana yang memiliki pendidikan hukum bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Nanang.

Khususnya lanjut Nanang, hukum dibidang Sumber Daya Alam (SDA), karena hukum yang diberikan terhadap para Yudisium adalah di bidang SDA.

“Kita memberikan hukum khususnya dibidang SDA karena selama ini kurangnya penanganan dan perhatian masyarakat terhadap SDA di wilayah Kalsel ini, dan dengan hadirnya para sarjana hukum ini bisa meningkat SDA kita,” papar Nanang.

Dari ratusan mahasiswa dan mahasiswi yang melaksanakan Yudisium ada beberapa orang yang mendapatkan IPK cum laude

Untuk program sarjana (S-1) ada tiga orang dan untuk pascasarjana (S-2) ada tiga orang, yang salah satunya adalah Mahyuddin SH MH, dengan IPK 3,95. (ZI)

 

 

 581 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: