Suarindonesia – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional BKKBN Kota Banjarmasin menggelar lomba memasak di Halaman Depan Balai Kota Pemko Banjarmasin, dalam rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-26, Jumat (5/7) sore.
Lomba memasak nasi goreng itu bertemakan “Peningkatan Peran Ayah Dalam Pengasuhan”. Maka dari itu pada lomba kemarin, yang menjadi juru masak adalah para ayah, ibu-ibu hanya membantu saja.
“Kegiatan ini sangat berguna untuk lebih meningkatkan kehangatan dalam keluarga. Biasanya sosok ayah hanya bekerja mencari uang, sekarang suami membantu memasak, sungguh suatu yang beda,” ucap Norita, warga Kelayan Timur.

Tidak hanya warga Banjarmasin yang ikut lomba memasak, WaliKota Banjarmasin, H Ibnu Sina Bersama Istri, Komandan Kodim 1007 Banjarmasin, Letkol Inf Nopid Arif bersama istri, dan Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, HM Arifin, juga ikut memeriahkan lomba masak.
Bahkan ada juga yang lucu terlihat di meja masak Kadis PUPR tersebut. Saat minyak goreng sedang panas-panasnya, Ir HM Arifin langsung memasukkan bawang putih ke dalam minyak panas tersebut, jelas saja bawang putih langsung gosong.
“Ini namanya bawang putih goreng, gosong lagi,” ucap Arifin sambil tertawa terbawa suasana keramaian lomba memasak.
Pemandangan berbeda terlihat di meja masak milik Komandan Kodim 1007 itu, di sana terlihat kekompakan antara Dandim Nopid bersama sang istri. Dandim Nopid juga terlihat piawai memegang alat masaknya, sehingga sang istri hanya membantu menyiapkan bahan-bahan yang akan dimasak.

Tepat di sebelah meja masak milik Dandim Nopid, adalah milik Wali Kota Banjarmasin. Ibnu Sina bersama Istri Siti Wasilah, dan tiga anak laki-lakinya menemani di meja masak. Ibnu bahkan terlihat memasukkan bumbu-bumbu sendiri.
Setelah selesai memasak, Royan, anak ke-4 dari orang nomor satu di Banjarmasin itu juga terlihat menikmati hidangan yang dibuat oleh ayahnya sendiri. Pada saat bersamaan, Royan juga merayakan hari kelahirannya yang ke-5.
“Ini bukti masakan saya enak, anak saya saja sangat suka kan,” katanya sambil tersenyum saat anaknya menyicipi masakannya.
Setelah lomba selesai, Ibnu juga menyampaikan, sosok figur ayah di dalam keluarga sangat penting.
“Karena sosok ayah perannya cukup besar. Jika ibu adalah kepala rumah tangga, maka ayah adalah kepala keluarga yang harus bekerja sama. Ibaratnya mendayung kapal menuju pulau harapan, nahkoda ada, mengurus dapur juga ada. Itu adalah sebuah hakikat kecil hubungan keluarga,” pungkasnya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















