LONGSOR CISARUA: 23 Anggota TNI Dilaporkan Masih Hilang

- Penulis

Minggu, 25 Januari 2026 - 23:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Abdan Syakura)

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Abdan Syakura)

SuarIndonesia — Pencarian korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memasuki hari kedua, Minggu (25/1/2026). Hingga sore hari, tim gabungan terus melakukan evakuasi dan proses identifikasi korban di tengah kondisi cuaca yang masih menjadi perhatian.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan menyampaikan bahwa hingga pukul 17.00 WIB, pihaknya telah melakukan sinkronisasi data dengan tim di lapangan terkait jumlah korban yang berhasil dievakuasi.

“Pada sore hari ini kita update untuk pukul 17.00 WIB dan kita akan sinkronisasi dengan hasil yang diperoleh oleh tim yang ada di atas, di mana untuk kantong jenazah yang dikirim dan dihantar oleh ambulans berjumlah 25 kantong jenazah,” ujar Hendra.

Selain itu, dia menjelaskan, hingga kini ada 105 laporan orang hilang yang diterima, terdiri dari 82 warga masyarakat dan 23 anggota TNI.

Jumlah kantong jenazah yang diterima tim kembali bertambah tiga jenazah utuh. Dengan demikian, total seluruh kantong jenazah yang telah dievakuasi hingga Sabtu sore mencapai 25 kantong.

Hendra menambahkan, hingga saat ini tim Disaster Victim Identification (DVI) telah berhasil mengidentifikasi 11 korban, terdiri dari 10 jenazah utuh dan satu potongan tubuh.

Korban yang telah teridentifikasi masing-masing atas nama Suryana (57), Jajang Tarta (35), Dadang Apung (60), Nining (40), Nurhayati (42), Lina Lismayanti (43), A.I. Sumarni (35), Koswara (40), Koswara (26), dan Ayu Yuniarti (31). Sementara satu korban lainnya, M. Kori (30), berhasil diidentifikasi melalui potongan tubuh berupa tangan.

“Kami sampaikan bahwa yang berhasil diidentifikasi yaitu 11 orang yang sudah kita rilis. Sisanya kita akan melakukan kegiatan post mortem di pos DVI ini,” kata Hendra, melansir dari CNNIndonesia.

Ia berharap proses identifikasi terhadap korban lainnya dapat segera diselesaikan, mengingat banyak keluarga korban yang masih menunggu kepastian di sekitar pos DVI.

Baca Juga :   KOBARAN API, Sebuah Bangunan Gedung Futsal Nyaris Membara

“Semoga segera kita berhasil mengungkap identitas karena sudah ditunggu oleh seluruh keluarga dan kelompok masyarakat yang ada di sekitar pos DVI ini,” ujarnya.

Sementara itu, hingga Sabtu sore masih terdapat 10 jenazah dan satu bagian tubuh yang belum teridentifikasi dan masih dalam proses pemeriksaan lanjutan oleh tim DVI.

Hendra menambahkan, pencarian di lapangan untuk hari kedua dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali keesokan hari. Informasi pembaruan selanjutnya dijadwalkan akan disampaikan pada besok hari

“Nanti akan kita tutup untuk hari ini dan kita akan update lagi kembali besok,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa pada hari kedua pencarian, proses evakuasi di lokasi longsor mulai berkurang dan penggunaan alat berat telah dihentikan sementara. Fokus penanganan kini dialihkan pada pemeriksaan serta percepatan proses identifikasi korban.

“Untuk pencarian hari kedua ini sudah cukup. Data evakuasi sudah mulai berkurang, demikian juga alat berat sudah dihentikan. Kita akan menggunakan tim lainnya untuk pemeriksaan dan identifikasi,” jelasnya.

Menurut Hendra, faktor cuaca masih menjadi salah satu pertimbangan utama dalam kelanjutan operasi pencarian dan pertolongan. Tim gabungan berharap kondisi cuaca tetap mendukung agar proses penanganan korban dapat berjalan dengan lancar. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DITAHAN POLISI Terduga Pelaku Penipuan Arisan Online, Para Korban Berharap Hukuman Diberikan jadi Efek Jera
DPRD KALSEL Apresiasi Terselenggaranya Road Safety Week.2026
RATUSAN PESERTA Berkompetisi “Road Safety Week” SDC Ditlantas Polda Kalsel
KAPOLSEK Banjarmasin Utara Sambangi Warga Kurang Mampu
BGN Keluarkan 1.653 Satuan Pendidikan Penerima MBG
KALIMANTAN 10 Besar ISPU Tertinggi, Kotim di Posisi Teratas
POLICE LINE Lokasi Dugaan Tambang Emas di Palau Aranio
HAJI ISAM Dikabarkan Bidik 62% Saham BYAN Rp 52,7 T

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:22

ICT: Mekanisme Akumulasi Kuota Internet Harus Dibuat Sederhana

Rabu, 2 September 2026 - 21:48

FIRMAN YUSI Bantu Operasional Tiga UPBS di Tabalong dan Bagikan Masker

Selasa, 1 September 2026 - 21:44

SOSPER Penyelenggaraan Kesehatan, Begini Himbauan Ketua Dewan Kalsel

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:29

KEGIATAN Sosial Kemanusiaan Kejati Kalsel Donor Darah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12

AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:28

LANJUT BAHAS Ranperda Penyelenggaraan Kesehatan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:10

KABUT ASAP di Kalsel Rentan Meningkat Penyakit ISPA, Polisi Bagikan Masker

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:31

WASPADAI Risiko ISPA Selama Musim Kemarau

Berita Terbaru


Kepala BGN Sudaryono. (Foto: HO-BGN)

Nasional

BGN Keluarkan 1.653 Satuan Pendidikan Penerima MBG

Sabtu, 12 Sep 2026 - 00:01

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca