LIMA KAWASAN di Banjarmasin Masih Terendam Banjir Rob

- Penulis

Selasa, 11 Januari 2022 - 00:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Kota Banjarmasin, masih belum keluar dari ancaman banjir yang sebelumnya diprediksi bakal terjadi di awal tahun 2022 ini.

Bukan tanpa alasan, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Fahruraji membeberkan, hal itu dikarenakan wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) termasuk Kota Banjarmasin yang masih ada resiko diterjang badai La Nina.

Bahkan, meski ancaman banjir rob yang sebelumnya diprediksi bakal terjadi lebih dalam dibanding Desember 2021 kemarin sudah terlewati namun berdasarkan prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) badai La Nina ini akan terus terjadi sampai Mei 2022 mendatang.

“Makanya status kebencanaan kita masih tetap Siaga Darurat,” ucapnya saat ditemui awak media di Balai Kota, Senin (10/1/2022).

Selain kondisi alam yang masih jadi ancaman, keputusan untuk tidak mencabut status Siaga Darurat itu juga beracuan dengan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Banjarmasin yang menetap status tersebut sampai akhir Maret.

“Status ini sebagai bentuk antisipasi. Kita harus tetap langkah-langkah mitigasi bencana. Karena ancaman banjir rob atau banjir seperti awal tahun 2021 kemarin tetap masih ada,” ujarnya.

Apalagi menurutnya, Kota Banjarmasin memang dikenal sebagai daerah pasang surut yang selalu terdampak dengan kondisi ketinggian air laut.

“Walaupun sekarang sudah berakhir, tapi siklus pasang tinggi ini akan terus ada di setiap awal bulan dan ketika bulan purnama tiba,” imbuhnya.

Lantas mengapa banjir rob kali ini lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya?

Baca Juga :

LAGI BANJARMASIN Diterjang Banjir Rob, Diperkirakan 7 Januari Paling Tinggi

Terkait hal itu, Raji menjelaskan bahwa hal tersebut dikarenakan badai La Nina yang masih belum berakhir dan curah hujan yang cukup tinggi dengan durasi yang lebih lama.

Alhasil, setiap wilayah yang berada di area lebih rendah dan pinggir sungai, akan langsung merasakan dampaknya.

“Daerah itu otomatis akan terdampak. Kalau pasangnya dalam, maka air akan naik hingga daratan,” pungkasnya.

Baca Juga :   KE MASJID HINGGA ZIARAH, Kapolresta Banjarmasin Teladani Jejak Raja Pertama Banjar Sultan Suriansyah

“Kita juga hampir merampungkan verifikasi lokasi tempat pengungsian di lima kecamatan,” tambahnya.

Kendati demikian, Raji memaparkan bahwa kondisi yang sebelumnya diprediksi Bidang Sungai Dinas PUPR, air pasang yang mengakibatkan terjadinya banjir rob, berlangsung sejak tanggal 2 -10 Januari 2022.

Namun, dari data yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Minggu (09/1/2022) malam, wilayah yang terdampak banjir tinggal tersisa 5 di kawasan hingga Minggu (09/1/2022) malam.

Meski demikian, Kepala Pelaksana BPBD Banjarmasin, Fahruraji menyebut, bahwa potensi banjir rob di kemudian hari masih ada.

 

LIMA KAWASAN di Banjarmasin Masih Terendam Banjir Rob (2)

 

Ia menyebut, untuk kondisi sekarang, pasang air laut memang sudah mengalami penurunan. Dari sebelumnya tinggi pasang air sempat mencapai 2,6 cm, sekarang sudah di angka 2,3 cm dan akan terus menurun.

“Daerah kita ini pasang surut. Sepengetahuan kita itu tidak akan berakhir. Karena akan mengikuti gravitasi bulan. Awal.bulan timbul dan purnama akan terjadi pasang air laut,” ucapnya.

“Tapi pada saat awal bulan akan mengalami kenaikan lagi. Memang seperti itu siklusnya. jelasnya.

Ia mengakui, bahwa banjir rob yang terjadi beberapa waktu terakhir memang lebih tinggi dari biasanya. Namun ia menyebut, bahwa kondisi itu semata-mata disebabkan adanya pengaruh La nina.

Disinggung mengenai potensi banjir kiriman, ia menyebut bahwa kondisinya masih aman.

Hal itu dilihat dari situasi daerah tetangga seperti Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar yang saat ini masih tergolong aman daerah potensi banjir.

“Kondisi sekarang masih aman. Sebagian juga ada upaya mitigasi dengan pengerukan untuk mengantisipasi banjir,” tuntasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker
OPERASI PATUH INTAN 2026 Polresta Banjarmasin Kerahkan 85 Personel, ETLE Dioptimalkan
SERATUS PERSONEL BKO Perkuat Penanganan Karhutla di Kalsel, Diterima Kapolda

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca