SuarIndonesia – Menyambut bulan suci Ramadhan, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Banjarmasin yang merupakan wadah para pensiunan ASN di Pemko Banjarmasin menggelar kursus pelatihan membuat kue Tahu Egg Roll dan Cake Tape Terang Bulan.
“Kegiatan ini, selain menjalin silaturahmi juga mengajak para pensiunan untuk membekali diri dengan mengisi waktu untuk membuat kue agar mandiri dan meningkatkan ketrampilan di usia senja,’’ ucap Ketua PWRI Kota Banjarmasin H Hesly Junianto kepada awak media, di Mantap Kafe Jalan Bilutung Darat Banjarmasin, Selasa (14/02/2023).
Di hadapan 100 para pensiunan yang tergabung dalam PWRI se Banjarmasin, Hesly mengatakan kegiatan yang ditopang sponsor pengusaha H Affah Sembako in,i memang baru kali pertama tetapi yang jelas tujuan mendorong para pensiunan lebih mandiri.
Hesly yang juga pensiunan mengaku menyadari di saat pensiunan banyak waktu luang sehingga dengan pengalaman yang dijalanninya,. Tentunya dia berharap untuk memanfaatkan waktu akan lebih bagus diisi dengan kesibukan produktif dengan membekali mereka membuat kue.
Pengusaha Sembako H Aftahuddin menyambut baik kerjasama yang dilakukan dalam memproduksi kue dalam memasuki bulan Ramdhan.

Karena selama sebulan penuh jika berpuasa tentu saja akan banyak waktu luang dan lebih tepat untuk membuat Kue.
Karena itulah, dalam pelatihan tersebut dihadirikan Chef yang mengajarkan dan memandu membuat enaka kue yang cocok untuk Ramadhan maupun Lebaran. “Saya berharap bapak ibu benar-benar bisa memanfaatkan waktu untuk belajar membuat kue,’’ungkap H Aftah.
Sedangkan Sekretaris PWRI Kota Banjarmasin Hj Emmy Sutrisni mengatakan pemilihan kegiatan pelatian atau kursus membuat kue karena dirinya bersama para pensiunan lainnya membekali membuat kue dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
“Kita para pensiunan ingin memanfatakan waktu bisa membuat kue dan Alhamdullilah akhirnya para ibu-ibu dan sebagian bapak bisa belajar bersama-sama supaya kedepan waktu luang bisa dimanfaatkan dengan kegiatan penguatan ekonomi seperti ketrampilan membuat kue,’’ ucap Emmy Sutrisni.
Salah seorang peserta pelatihan membuiat Kue Mbak Weh mengaku bersyukur karena kegiatan seperti iani jangan ditemui sejak dirinya memasuki masa pensiun dan kegiatan ini selain menjalin silaturhami juga mendorong untuk mandiri memasui usai senja atau pensin, dan diharapkan kegiatan ini akan kembali teruang lagi.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















