KULIAH UMUM Ketua DPD-RI La Nyalla Angkat Pengelolaan SDA Berkeadilan, Safrizal Apresiasi

- Penulis

Selasa, 25 Mei 2021 - 01:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI La Nyalla Mattalitti bersama sejumlah senator, melakukan kunjungan kerja di Kalimantan Selatan pada Senin (24/05/2021) siang.

Sejumlah agenda dilakukan La Nyalla dan rombongan DPD RI, selama sehari penuh. Di antaranya dengan memberikan kuliah umum di kampus STIE Indonesia Banjarmasin, pada Senin (24/5/2021).

Tema yang diangkat La Nyalla adalah soal Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Berkeadilan. Turut hadir pada kuliah umum ini, pj gubernur Kalimantan Selatan Safrizal ZA, akademisi STIE Indonesia Banjarmasin, dan juga beberapa mahasiswa.

Seluruh tamu dan undangan kuliah umum ini, dipastikan harus melewati rapid antigen, sebelum mengikuti acara, yang berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam tersebut.

Hal ini untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan ketat, selama masa pandemi COVID-19 masih berlangsung.

Menurut senator DPD RI asal Kalimantan Selatan Gusti Farid Hasan Aman, tema yang diangkat ketua DPD RI pada kuliah umum di salah satu kampus di Banjarmasin ini, sangat berkesesuaian dengan kondisi Kalsel saat ini.

Di mana perekonomiannya masih ditopang sektor pertambangan.
“Melalui materi ini, ketua ingin mengingatkan bahwa pertambangan bukanlah sektor yang dapat diandalkan seterusnya untuk memberikan PAD bagi Kalsel. Namun untuk saat ini, pertambangan masih menjadi primadona, sehingga diperlukan pengelolaan yang berkeadilan. Tentunya agar dapat memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, namun dari sisi lingkungan juga tetap harus terjaga,” paparnya kepada wartawan.

Sementara itu, dalam sambutannya sebelum kuliah umum dilaksanakan, pj gubernur Kalimantan Selatan Safrizal ZA, sangat mendukung adanya pengelolaan yang berkeadilan pada sektor pertambangan, terutama batubara yang menjadi andalan ekspor Kalimantan Selatan.

kuliah umum di kampus STIE Indonesia Banjarmasin

“Di masa pandemi ini, sektor batubara menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang tidak terkena imbas. Karenanya sektor ini menjadi salah satu instrumen yang mampu diarahkan, untuk pemulihan ekonomi. Namun begitu, kami menyadari bahwa sektor pertambangan adalah non renewable resources (sumber daya alam tidak terbarukan), dan dipastikan suatu hari nanti akan habis. Oleh karena itu, pengelolaan sektor pertambangan ini harus berada di titik equilibrium, titik keseimbangan. Di mana antara kebutuhan ekonomi, berjalan seimbang dengan perangkat peraturan, khususnya di bidang lingkungan,” paparnya.

Selain hadir pada kuliah umum dan FGD bersama DPD RI di dua kampus di kota Banjarmasin pada Senin (24/5/2021), Pj Gubernur Kalimantan Selatan juga menjamu makan malam rombongan DPD RI, di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin pada Senin malam (24/5/2021).

Baca Juga :   PEJABAT PUPR HST Diduga Korupsi Proyek Jalan di Dua Desa

Ketua DPD RI HAA La Nyalla Mahmud Mattalitti menegaskan DPD RI optimal bekerja untuk kepentingan rakyat.

“Kita bekerja optimal untuk kepentingan rakyat,” ujar HAA Lanyala Mahmud Mattalitti dalam paparan kuliah umum di hadiri Civitas Akademika STIE Indonesia, Senin (24/5/2021).

Ia mengungkapkan penjabaran pasal 33 UUD 1945. “Negara harus aktif membangun ekonomi dan kesejahteraan sosial,” tuturnya.

Apalagi, sambungnya, negara berpegang kepada spirit ketuhanan sehingga berpijak pada etik dan moral.

“Perekonomian disusun bersama sesuai asas kekeluargaan. Digunakan sebesarnya untuk kepentingan rakyat Indonesia,” tambahnya.

Sebab itu, sambungnya, konsekuensi dengan sektor perekonomian dijalankan dengan korporasi. “Tentu diperlukan solidaritas sosial berat sama dipikul ringan sama dijinjing, dan semuanya harus berjiwa koperasi. Prinsip kebersamaan dan asas kekeluargaan dan anggota koperasilah pemilik saham,” tuturnya.

Mengingat, ujarnya, semangat koperasi digagas Bung Hatta sebagai sarana produksi. “Koperasi harus dipahami sebagai pencetak uang jadi diartikan sebagai pemegang saham dalam sebuah perusahaan.

Jadi koperasi jangan diartikan sempit, namun lebih luas. Mari gelorakan koperasi sebagai etalase, bukan sekedar sarana simpan pinjam,” tandasnya.

Dengan koorporasi, katanya, maka pengelolaan sahan di Indonesia dikuasai asing. Padahal yang melakukan kebijakan pengelolaan adalah Negara.

Pertanyaannya adalah? Sudahkah Sumber Daya Alam (SDA) makmur dan hidup berkeadilan di negeri kita sendiri?

Sementara itu, Ketua STIE Indonesia Dr Yanuar Bachtiar yang dibacakan Ibrahim menyebutkan STIE Indonesia merupakan PTS tertua di Kalimantan.

“Sekarang berporses menjadi Institut Bisnis dan teknologi Indonesia. Terakredasi baik dengan ISO 2001:2015 dan dipercaya menjadi PTS peringkat pertama di Kalimantan,” dalam laporannya.

Untuk itu, ia meminta kepada DPD RI, yakni pertama membantu memfasilitasi dengan pemerintah pusat terkait fasilitas untuk STIE Indonesia. Kedua, dibutuhkan bantuan agar bisa mempercepat akreditasi STIE Indonesia. Dan ketiga, pihaknya berharap bisa melaksanakan program DPD RI.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

JASAD MEMBUSUK Tergantung di Pohon Ditemukan Seorang Pelajar
JARINGAN NARKOTIKA Antarprovinsi 59 Pelaku Diringkus Polda Kalsel, Barang Bukti Sabu 75,2 Kg dan 15.742 Ekstasi
HARGA “BAPOKING” di Pasar Antasari Banjarmasin Ditemukan di Atas Ketentuan
SABU 43,8 KILOGRAM Disita Polda Kalsel dari Pelajar, Kaki Tangan Gembong Fredy Pratama
5 PROVINSI dengan Korban PHK Paling Banyak, Diantaranya Kalsel dan Kaltim
PERTEMUAN IKA FISIP ULM, jadi Pembincangan Hangat Angkatan 1990
RIBUAN ALUMNI Angkatan 1979-2022 Bersatu dalam Pertemuan IKA FISIP ULM
BARITO PUTRA Taklukan PSS Sleman 1-0, Menggusur Persipura Jayapura

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 21:58

PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’

Sabtu, 11 April 2026 - 23:12

BARITO PUTRA Taklukan PSS Sleman 1-0, Menggusur Persipura Jayapura

Kamis, 9 April 2026 - 22:33

SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!

Kamis, 9 April 2026 - 22:04

RIBUAN KARATE asal Kalselteng Berjuang ke Tingkat Nasional maupun Internasional di Laga Piala Pangdam XXII/TB

Kamis, 9 April 2026 - 21:47

HARGA MINYAK Naik Lagi di Tengah Keraguan Gencatan Senjata AS-Iran

Rabu, 8 April 2026 - 21:22

IRAN-AS Sepakat Gencatan Senjata Bersyarat!

Senin, 6 April 2026 - 22:01

PERKUAT PENGAMANAN Jelang Laga Barito Putra Vs PSS Sleman Lewat FGD Bersama Suporter

Minggu, 5 April 2026 - 22:37

TEHERAN: Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, dan Tertutup untuk Musuh Iran

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca