KUALITAS Udara Kotim Masuk Level Berbahaya

- Penulis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Petugas BPBD Kotawaringin Timur berjuang memadamkan api karhutla. (Foto: HO-BPBD Kotim)

Petugas BPBD Kotawaringin Timur berjuang memadamkan api karhutla. (Foto: HO-BPBD Kotim)

SuarIndonesia — Kualitas udara Kotawaringin Timur (Kotim) memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurut data BPBD Kotim pada Rabu (5/8), konsentrasi partikel halus atau PM2,5 mencapai angka 398 sekitar pukul 06.00 WIB.

Angka tersebut sudah berada pada level yang sangat mengkhawatirkan dan masuk kategori berbahaya bagi kesehatan. Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan, tingginya konsentrasi PM2,5 terjadi ketika kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Sampit dan sekitarnya.

“Angka PM2,5 yang kami terima sekitar pukul 06.00 mencapai 398. Kalau mengacu pada kategorinya, sebenarnya situasinya sudah masuk kategori berbahaya,” kata Multazam, Rabu (5/8/2026).

Kondisi udara kemudian berangsur membaik beberapa jam setelah matahari mulai menembus kabut dan kecepatan angin meningkat. Namun, BPBD mengingatkan perbaikan tersebut belum berarti ancaman kabut asap telah berakhir. Menurut Multazam, kondisi serupa berpotensi kembali terjadi, terutama jika kebakaran lahan masih berlangsung.

“Ini hanya membaik sementara. Besok sangat mungkin akan berulang lagi. Yang harus kita antisipasi adalah pola berulangnya kondisi ini selama kebakaran belum berhasil dikendalikan,” ujarnya.

BPBD meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara memburuk. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, penderita asma, penyakit paru-paru, serta warga dengan penyakit penyerta diminta mendapat perhatian lebih.

Jika terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap. Di tengah memburuknya kualitas udara, kebakaran lahan di Desa Camba menjadi salah satu perhatian utama tim penanganan karhutla Kotim.

Baca Juga :   WARGA KOBAR Keluhkan Sulitnya dapat BBM

“Hasil rapat koordinasi posko karhutla menyebutkan Kotim saat ini menjadi daerah dengan jumlah titik panas (hotspot) tertinggi di Kalimantan Tengah,” kata Multazam, melansir dari detikKalimantan.

Situasi tersebut membuat upaya penanganan kebakaran terus dikebut. Operasi pemadaman melalui udara menggunakan water bombing sebenarnya telah disiapkan untuk membantu menjangkau titik api yang sulit ditangani dari darat.

Namun, operasi udara tersebut belum dapat dilaksanakan karena jarak pandang tidak memenuhi standar keselamatan penerbangan. Sebagai langkah sementara, BPBD bersama TNI, Polri, Manggala Agni dan tim gabungan terus melakukan pemadaman dari darat.

“Tim juga berupaya melakukan pembasahan di sekitar lokasi kebakaran untuk mencegah api kembali meluas,” ujarnya.

Dengan kondisi cuaca dan kabut asap yang masih dinamis, masyarakat diminta tidak menganggap membaiknya kualitas udara pada siang hari sebagai tanda situasi telah aman. Sebab, pola kabut asap dapat kembali memburuk pada pagi hari ketika angin melemah dan asap terakumulasi di permukaan.

“BPBD pun mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengurangi paparan asap selama penanganan karhutla masih berlangsung,” pungkasnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PERKUAT Mitigasi Tangani Karhutla
PENANGANAN Karhutla tak Hanya Berfokus Pemadaman
MASKAPAI Hentikan Sementara Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut
ATASI Karhutla TNTP, BPBD Kobar Optimalkan Helikopter “Water Bombing”
DIDUGA Temuan Jenazah di Seruyan Korban KM Virgo Tranport 8
TIBA di RS Bhayangkara Banjarmasin Dua Jenazah yang Terdampar di Pesisir Pantai Seruyan
DINAS Ditemukan Lemas!
DUA KORBAN KM Virgo Transport 8 Terseret Hingga Seruyan Kalteng

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:45

BMKG: 24-28 September Sebagian Kalsel Hujan Ringan

Kamis, 24 September 2026 - 19:39

HARI KE-12, Ditemukan 14 Jasad Korban KM Virgo Transport 8

Kamis, 24 September 2026 - 14:07

PANSUS DPRD Kalsel Bahas Perubahan Tatib

Kamis, 24 September 2026 - 13:59

PELUKAN TERAKHIR di Laut : Janji Suci Pasangan Yuli dan Abdianoor hingga Ajal Menjemput

Rabu, 23 September 2026 - 23:23

MASKAPAI Hentikan Sementara Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut

Rabu, 23 September 2026 - 22:23

TANGGULlANGI Karhutla di Kalsel, Pemerintah Keluarkan Inpres Larangan Membakar

Rabu, 23 September 2026 - 22:18

PEMERINTAH PUSAT Siapkan 100 Miliar dan Dua Pesawat Tangani Karhutla di Kalsel

Rabu, 23 September 2026 - 22:07

WAH ! Lokasi RSJ Sambang Lihum Dikepung Asap Karhutla, Ratusan Pasien Dievakuasi

Berita Terbaru

Relawan pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada Rabu (9/9/2026). (Foto: HO-Antara)

Kalteng

PERKUAT Mitigasi Tangani Karhutla

Kamis, 24 Sep 2026 - 19:59

Foto ilustrasi hujan di sebagian wilayah Kalsel. (Foto: Istimewa)

Kalsel

BMKG: 24-28 September Sebagian Kalsel Hujan Ringan

Kamis, 24 Sep 2026 - 19:45

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca