KPK OTT Ketum PPP Romi, Diduga Bukan Transaksi Pertama Kali

- Penulis

Jumat, 15 Maret 2019 - 19:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jawa Timur. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi ikut terjaring dalam operasi tersebut.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan transaksi dalam penangkapan itu bukanlah yang pertama kali.

“Jadi kami duga ini bukan transaksi pertama,” ujar Febri di Jakarta, Jumat (15/3).

Febri mengatakan saat OTT, pihaknya juga mengamankan sejumlah uang dalam bentuk mata uang rupiah. KPK berencana membeberkan jumlah uang saat konferensi pers yang kemungkinan diselenggarakan malam ini atau Sabtu (16/3).

“Nanti akan kami jelaskan secara lebih rinci. kalau nanti konferensi pers jadi dilakukan malam ini nanti akan informasikan atau masih bisa dilakukan besok hari Sabtu sesuai dengan batas waktu 24 jam tersebut,” ujarnya.

Lima orang diamankan saat operasi di Jawa Timur itu. Febri mengatakan penindakan yang dilakukan KPK terhadap lima orang itu terjadi di dua lokasi berbeda. Sayangnya Febri tidak menjelaskan secara rinci terkait tempat tersebut.

Baca Juga :   BAHLIL Rampingkan Pengurus Jumlah Partai Golkar Periode 2024-2029

Namun, berdasarkan informasi dari salah seorang saksi mata OTT, salah satu lokasi OTT tersebut berada di Hotel Bumi, di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Jawa Timur.

“informasi yang saya dengar tadi tempat yang berbeda karena tim ditugaskan di Jawa Timur tapi semuanya di Jawa Timur rincinya Apakah itu di rumah di kantor di jalan atau di mana nanti kami sampaikan pada saat konferensi pers,” katanya.

KPK menangkap Romi, Jumat (15/3). Sumber CNNIndonesia.com di lembaga penegak hukum membenarkan penangkapan itu.

“Dari sumber A1. Kejadiannya jam 09.00 di Kanwil Kementerian Agama Sidoarjo. Yang ditangkap Romi,” kata sumber tersebut.

Febri mengatakan operasi tangkap tangan itu terkait pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia. KPK menyebut OTT kali ini melibatkan anggota DPR, pejabat di Kemenag, dan pihak swasta.(CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SEORANG ABK Cemara Nusantara 6 Hilang di Sungai Barito, Operasi SAR Besar-besaran di Kawasan Pelabuhan Trisakti
TIGA WNI Ditangkap di Makkah Kasus Penipuan Layanan Haji, Ditindaklanjuti Polri
SEORANG PRIA Tergeletak Tak Bernyawa di Kawasan Komplek DPR Banjarmasin, Begini Awalnya
USAI SEKOLAH Seorang Remaja Perempuan Dilaporkan Hilang dan Ditemukan Polisi
EMPAT Anggota TNI Didakwa Siram Andrie Yunus untuk Beri “Efek Jera”
PRESIDEN Prabowo Ultimatum Pejabat-Ilmuwan tak Patriotik untuk Mundur
INSIDEN BUS Jemaah di Madinah: Kemenhaj Pastikan Penanganan Korban
PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 22:25

TIGA WNI Ditangkap di Makkah Kasus Penipuan Layanan Haji, Ditindaklanjuti Polri

Kamis, 30 April 2026 - 00:05

PRESIDEN Prabowo Ultimatum Pejabat-Ilmuwan tak Patriotik untuk Mundur

Rabu, 29 April 2026 - 23:58

INSIDEN BUS Jemaah di Madinah: Kemenhaj Pastikan Penanganan Korban

Rabu, 29 April 2026 - 17:27

PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”

Rabu, 29 April 2026 - 16:53

KOMISI III DPRD Kalsel Studi Tiru ke Masjid Al Jabbar

Selasa, 28 April 2026 - 23:57

KPU PALANGKA RAYA Digeledah Terkait Dana Hibah Pilkada 2023-2024

Selasa, 28 April 2026 - 23:34

KECELAKAAN KRL BEKASI TIMUR: 10 Jenazah Korban Teridentifikasi

Selasa, 28 April 2026 - 23:02

KPK Paparkan Modus-modus Korupsi di Daerah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca