KPK Minta Massa Laporan Resmi, Ini ketika Didesak Berbagai Dugaan Lahan Perkebunan dan Tambang di Tabalong

- Penulis

Kamis, 15 Desember 2022 - 00:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – KPK untuk melakukan penyelidikan dan pemeriksaan (jika ada) dugaan tindak pidana korupsi, suap, gratifikasi dalam perkara sektor pertambangan.

Jakarta, KP – Massa atasnamakan warga Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (KalSel)  menggeruduk Gedung KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Rabu (14/12/2022).

Mereka meminta agar lembaga antirasuah turun tangan untuk menyelesaikan masalah ganti rugi lahan.

Pasalnya, warga telah dirugikan lantaran lahannya digunakan untuk kebun kelapa sawit, karet dan tambang batu bara.

“Undang-Undang Minerba Tahun 2020 menyatakan jika ada kewajiban dari pihak Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) untuk melakukan ganti rugi lahan kepada masyarakat atau pemilik lahan,” tambah kata Koordinator Komite Antikorupsi (KAKI), Muhammad Jafar, dalam keterangan tertulis kepada wartawan.

Jafar mengungkapkan, pemerintah setempat telah menerbitkan izin untuk pengelolaan lahan perkebunan sawit, karet dan tambang batu bara untuk salah satu perusahaan di Tabalong.

Sebab, kegiatan tersebut telah memakan lahan sebagian masyarakat.

Selain itu, masyarakat disebut telah dirugikan dengan adanya limbah yang dihasilkan dari operasional perusahaan tersebut.
Berdasarkan hal itu, KPK diminta untuk membantu segera merampungkan adanya permasalahan.

“Warga masyarakat Tabalong yang menjadi korban-korban penyerobotan lahan,” ucap Jafar.

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta agar KPK tegas untuk melakukan penindakan jika telah mengendus adanya indikasi rasuah terkait permasalahan lahan itu.

Baca Juga :   RUU Perampasan Aset Masih Tunggu Masukan Bermakna Masyarakat

“Kami minta KPK untuk melakukan penyelidikan dan pemeriksaan (jika ada) dugaan tindak pidana korupsi, suap, gratifikasi dalam perkara sektor pertambangan,” ujar Jafar.

Sementara itu, Juru Bicara KPK, Ali Fikri, meminta agar permasalahan itu dilaporkan secara resmi ke pihaknya.

Menurut dia, pihaknya memastikan seluruh aduan masyarakat akan ditindaklanjuti.

“Iya tentu silakan laporkan bila ada indikasi korupsi,” katanya.
Masyarakat juga turut diminta menyertakan data awal jika telah melapor.

Sebab penyertaan informasi tambahan bakal memudahkan tim KPK mendalami adanya permasalahan.

“Dengan data awal, baik itu dokumen ataupun lainnya agar cepat kami verifikasi dan Pengaduan Masyarakat KPK dapat langsung proaktif untuk pencarian informasi dan datanya,” jelas Ali. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan
KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:00

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:19

AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:19

KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:44

KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:13

MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:09

PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027

Berita Terbaru