KLAIM PRESTASI, Lebih Banyak Memanen dari Menanam

- Penulis

Jumat, 14 Juli 2023 - 23:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Noorhalis Majid( (Ambin Demokrasi)

SuarIndonesia – Karena ingin dianggap berprestasi, sering kali politisi mengklaim semua hal yang dianggap capaian.

Termasuk hal-hal yang bukan diusahakan olehnya. Akibatanya, antara yang diupayakan dengan prestasi itu sendiri, tidak seimbang.

Klaim lebih besar dari upaya, akibatnya berpotensi memanen jerih payah orang lain.

Jangan heran, setiap kali peresmian proyek pembangunan, selalu dihadiri politisi dari daerah pemilihan tempat proyek tersebut dilaksanakan.

Padahal, belum tentu politisi tersebut ikut mengusahakannya.

Bahkan, sekedar memikirkan saja, belum tentu terlibat. Tapi itulah politik, rawan sekali dengan klaim kepentingan.

Tidak dapat dipungkiri, ada politisi tinggi hati, selalu merasa dialah yang paling mengusahakan segalanya.

“Itu karena aku, di sana juga karena upayaku. Kalau bukan aku, tidak mungkin semuanya terjadi”.

Keakuan ditonjolkan, agar dianggap lebih unggul dari politisi lainnya. Tentu ada juga yang rendah hati. Semua capaian kemajuan, tidak pernah dianggap sebagai upaya dia sendiri.

Sebab memang tidak mungkin sendirian, ada sistem dengan melibatkan banyak orang. Dan, boleh jadi semua campaian kemajuan itu serba kebetulan.

Baca Juga :   Mengapa Gugatan Terhadap PLN Diajukan ke PTUN ?

Karena memang lagi ada program nasional, karena ada desakan kebutuhan pemerataan, dan ada hibah atau anggaran yang tersedia, maka proyek tersebut terjadi.

Hanya karena naluri atau lebih tepatnya “nafsu” politik, klaim yang bukan hasil jerih payahnya dilakukan. Kalau Pemilu dituntut jujur dan adil, mestinya politisi juga harus jujur dan adil.

Bahkan kata Pram, jujur sejak dalam pikiran. Hanya dengan kejujuran, perbaikan bisa dilakukan.

Warga pemilih, dengan keterbukaan informasi yang begitu luas, dapat melacak segala hal yang diklaim sebagai prestasi.

Tidak mungkin bisa ditutupi. Bahkan konsekuensinya dapat dipermalukan, bila lebih banyak memanen dari pada menanam. (**)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KARHUTLA Kalimantan “Alarm Keras” Jangan Hanya Padamkan Api, Periksa Tata Kelola
SPIRITUALITAS AGUSTUSAN, Semangat Huma Betang dan Masa Depan Gerakan Sosial Dayak
Mengapa Gugatan Terhadap PLN Diajukan ke PTUN ?
MENGAPA Gerakan Dayak Harus Bersatu
Memelihara Harapan, Catatan Hendry Ch Bangun
PEMERINTAH, Gaduh Oleh Ulah Sendiri
MELAYANI dengan Kearifan Lokal, Bertumbuh di Era Digital
PENGADAAN MOBIL Listrik yang “Menyengat” Warga Miskin

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:58

KARHUTLA Kalteng: Ada 25 Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki

Selasa, 8 September 2026 - 21:53

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 September 2026 - 20:47

TATA KELOLA Air Kunci Cegah Kebakaran Lahan Gambut

Selasa, 8 September 2026 - 20:34

MANFAATKAN Inovasi Cairan Surfaktan Tangani Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 23:24

DUA Wanita Tarakan Selundupkan 35 Bungkus Narkoba Pakai Cokelat

Senin, 7 September 2026 - 22:59

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 September 2026 - 22:54

OMC Kalteng Terkendala Langit Minim Awan

Senin, 7 September 2026 - 22:12

POLRI Tetapkan 138 Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Hujan lebat terjadi di sepanjang Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (8/9/2026) petang.(Foto: Kompas.com)

Kalteng

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:53

Hujan di Kalsel. (Foto: Istimewa)

Balangan

HUJAN Guyur Sejumlah Daerah di Kalsel

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:38

Api membakar lahan di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Minggu (30/8/2026). (Foto: Antara/Auliya Rahman)

Kalteng

TATA KELOLA Air Kunci Cegah Kebakaran Lahan Gambut

Selasa, 8 Sep 2026 - 20:47

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca