DUA Prajurit Satgas TNI di Lebanon Selamat dari Serangan Israel

- Penulis

Kamis, 24 April 2025 - 21:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pratu Marinir Eggy Afrianto (kiri) dan Praka Nofrian Syah Putra (kanan) menceritakan pengalamannya mengabdi dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda UNIFIL tahun 2024 di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (24/4/2025). (Foto: ANTARA/Fath Putra Mulya)

Pratu Marinir Eggy Afrianto (kiri) dan Praka Nofrian Syah Putra (kanan) menceritakan pengalamannya mengabdi dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda UNIFIL tahun 2024 di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (24/4/2025). (Foto: ANTARA/Fath Putra Mulya)

SuarIndonesia — Pratu Marinir Eggy Afrianto dan Praka Nofrian Syah Putra, dua prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda untuk Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL), membeberkan kisah mereka selamat dari serangan Israel di Lebanon Selatan.

Kedua prajurit itu saat ditemui usai upacara penyambutan Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL tahun anggaran 2024 di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (24/4/2025), berulang kali menyampaikan rasa syukurnya bisa selamat dari serangan tersebut dan kembali ke tanah air.

“Kami mengucapkan sangat-sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Allah SWT. karena kami masih diberikan nyawa atau kesempatan untuk hidup,” kata Eggy, dilansir dari AntaraNews.

Dengan wajah tegasnya, Eggy bercerita, kejadian tersebut terjadi pada 10 Oktober 2024. Eggy dan Nofri sedang melaksanakan dinas jaga di tugu pengamatan 14 sektor Naqoura, Lebanon Selatan yang ketika itu dalam kondisi eskalasi yang meningkat.

“Wilayah Naqoura sedang level tiga,” ujarnya.

Pada pukul sembilan pagi waktu setempat, Eggy melihat pergerakan dua tank Merkava milik Israel yang keluar dari tembok garis biru (blue line)—garis penarikan pasukan yang ditetapkan PBB untuk membatasi perbatasan antara Lebanon dan Israel.

Setelah dua Merkava tersebut keluar, Eggy melaporkan kepada satuan atas. Oleh satuan atas dimaksud, ia diminta untuk tetap memonitor pergerakan tank milik zionis itu.

Pukul satu siang, Eggy terkena ledakan dari serangan udara yang diluncurkan Israel. Ia kembali melapor kepada satuan atas dan mendapat perintah yang sama: tetap melaksanakan dinas jaga dan mengawasi batas-batas UNIFIL.

Disusul pada pukul dua siang, Merkava milik Israel mulai melakukan pergerakan menuju sektor Naqoura. Tank itu, imbuh Eggy, kian mendekat ke arahnya pada sekitar pukul lima sore.

“Intensitas serangan semakin panas dan tinggi. Disusul dengan tembakan artileri dan airstrike (serangan udara) dari pihak Israel. Kemudian dari Hizbullah membalas dengan tembakan artileri ataupun tembakan ringan,” ucapnya.

Pada malam hari, tepatnya pukul 12 malam, tugu tempat Eggy dan Nofri berjaga kembali terkena dampak serangan udara. Setelah itu, keesokan harinya, sekitar pukul empat pagi, tugu itu terkena luncuran dari arah Merkava milik Israel.

Baca Juga :   NYALA Semangat Kartini, Inspirasi Perempuan Indonesia

“Kami sedang melaporkan (ke satuan atas), ada luncuran dari dua Merkava yang mendekat ke arah kami. Kemudian, mengenai tugu yang kami jaga. Kami melaksanakan dinas jaga di lantai empat, kami terpental ke atas, kami sekejap tidak sadarkan diri,” kenang Eggy yang sempat terhenti bercerita.

Nofri lantas melanjutkan kisah traumatis itu. Setelah serangan mengenai tugu tempat mereka berjaga, keduanya lalu mengevakuasi diri dari pos pengamatan tersebut. Namun, evakuasi ternyata tidaklah mudah.

“Langkah kami terhenti, tangga dari lantai tiga ke lantai dua itu sudah hancur karena efek ledakan tersebut,” ucap Nofri.

Kemudian, lanjut Nofri mengenang, Pratu Eggy memutuskan melompat dari lantai tiga ke lantai dua dan satu karena tidak ada lagi tangga. Nofri pun dibantu oleh Eggy untuk mencari jalan keluar. Mereka keluar dari celah lubang, bekas efek ledakan tersebut.

Dengan napas yang terengah-engah dan kaki yang sakit, Nofri dan Eggy berusa mencari bungker terdekat untuk mengamankan diri. Sebelum mencapai bungker, tim evakuasi datang menjemput dengan menggunakan kendaraan lapis baja untuk kemudian membawa keduanya ke rumah sakit.

Akibat insiden itu, Eggy mengalami robek pada kaki sebelah kiri, lutut, siku kiri, lengan kanan, dan dada kanan. Selain itu, matanya juga menjadi sedikit rabun, telinga berdengung, dan napas sesak.

Sementara itu, Nofri mengalami luka di lengan sebelah kanan dan kaki kanan, serta pusing karena efek benturan. Berdasarkan hasil rontgen dari pihak rumah sakit, paru-parunya dipenuhi debu mesiu akibat ledakan.

Nofri dan Eggy mengakui peristiwa tersebut membekas dalam benak mereka. Trauma, katanya, merupakan keniscayaan. Namun begitu, kedua prajurit TNI ini tidak takut apabila ditugaskan kembali untuk menjaga perdamaian di daerah konflik.

“Apabila kita diberi tugas lagi untuk menjalankan tugas perdamaian lagi, kita akan siap melaksanakannya,” kata Nofri. “Sebagai prajurit TNI kami siap untuk bertugas kembali karena kami sudah disumpah jiwa dan raga kami untuk negara ini dan untuk TNI,” sambung Eggy. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BERPOLEMIK Pengelolaan Parkir Samsat Banjarbaru, Pemerintah Tetapkan Gratis Oknum Pengelola Tarik Iuran
“GROUNDBREAKING” Sumur Bor dan Bedah Rumah Dilaksanakan Polda Kalsel
TABRAKAN KAPAL: Lima Selamat dan Satu Hilang
KASUS MBG: Besok, Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung
DISIAPKAN Stimulus Tarif Transportasi Semester II 2026
PERTAMINA KALSEL Sanksi Tutup Operasional SPBU “Nakal” Jalan Pramuka, dari Awal Tahun Dilayangkan 15 Surat Peringatan di Lokasi Lain
TERBONGKAR ! SPBU di Jalan Pramuka Diduga Jual Pertalite Bersubsidi Secara Ilegal, Lima Orang Tersangka
DPRD Kalsel Sahkan Raperda Penanaman Modal dan Terima LPJ APBD 2025

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:40

PIALA DUNIA 2026: Hasil dan Klasemen Grup Saat Ini

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:26

PIALA DUNIA 2026: Spanyol vs Tanjung Verde Imbang tanpa Gol

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:24

B-52 AS Jatuh dan Meledak, Delapan Awak Tewas

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:55

ANGELIA HUTABARAT, Sukarelawan Indonesia di Piala Dunia 2026

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:38

PIALA DUNIA 2026: Meksiko, Swiss, Skotlandia, dan AS Pimpin Klasemen Sementara Grup

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:29

AUSTRALIA OPEN 2026: Alwi Juara, Sabar/Reza dan Ana/Trias Runner-up

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:57

PRESTASI CEMERLANG Halida Ulfah asal HSU, Pulang Bawa Medali Emas di Ajang Bergengsi di Filipina

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:52

PIALA DUNIA 2026: Laga Brutal Meksiko vs Afrika Selatan, 3 Kartu Merah dan 3 Kartu Kuning

Berita Terbaru

Tim SAR gabungan menyisir perairan di lokasi kecelakaan kapal untuk mencari korban hilang di perairan Desa Labuan Mas, Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Rabu (17/6/2026). (Foto: Kantor SAR Banjarmasin)

Kalsel

TABRAKAN KAPAL: Lima Selamat dan Satu Hilang

Rabu, 17 Jun 2026 - 21:48

Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (tengah) berjalan memasuki mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)

Hukum

KASUS MBG: Besok, Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung

Rabu, 17 Jun 2026 - 21:41

Kepala Bakom RI Muhammad Qodari (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/6/2026). (Foto: Antara/Genta Tenri M)

Nasional

DISIAPKAN Stimulus Tarif Transportasi Semester II 2026

Rabu, 17 Jun 2026 - 21:31

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca