SuarIndonesia – Pasien positif CoVID-19 sudah menembus seribu orang. Kondisi ini membuat rumah sakit di Banjarmasin kewalahan.
Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi mencari jalan agar pasien tak menumpuk di rumah sakit. Machli membuat kebijakan dengan memulangkan PDP meski belum pasti sudah terbebas dari COVID-19 atau belum.
“Mereka sudah dipantau dan tak bergejala lagi, hanya nunggu hasil swab. Kalau begitu kenapa tak dipulangkan? Kami sudah berkomunikasi dengan Rumah Sakit Sultan Suriansyah dan RS Ansari Saleh sekiranya bisa dipulangkan saja,” ucap Machli, Minggu (21/06/2020) di Banjarmasin.
Machli memastikan, pasien yang dipulangkan itu sudah tak lagi memerlukan penangan medis seperti pemasangan infus dan penanganan lainnya. Pasien hanya perlu istirahat sembari menunggu hasil swab mereka keluar.
Pemulangan pasien ini diutamakan ke rumah karantina milik pemerintah baik kota maupun provinsi. Kalaupun yang bersangkutan mau karantina mandiri juga diperbolehkan, dengan syarat tempat tinggalnya harus memenuhi kriteria.
“Prioritas pertama adalah ke rumah karantina dulu. Kalau rumah karantina penuh, baru bisa di rumah. Jadi ini sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan. Hanya saja, Kementerian Kesehatan tidak mengatur teknisnya,” klaimnya.
Lantas apakah tak berisiko memulangkan pasien tersebut? Mengingat mereka masih belum dipastikan sembuh. Menurut Machali, resiko tentu ada. Hanya saja bagi yang menjalani karantina mandiri di rumah.
Oleh sebab itu, perlu dipastikan rumah pasien memenuhi kriteria. Kemudian ia juga harus menandatangani perjanjian untuk mentaati peraturan sesuai yang sudah ditentukan pihak rumah sakit.
Ia mencontohkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah. hanya memiliki delapan ruang isolasi. Dan sudah terisi penuh. Alhasil sebagian harus dirawat di IGD.
Penambahan ruangan isolasi yang direncanakan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin terlalu lambat. Kalah cepat dengan peningkatan kasus yang terjadi.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















