SuarIndonesia – Berawal sengketa lahan berujung pemberitaan pada salah satu media online, yang meresahkan menurut Ketua DPRD Kotabaru, Syairi Mukhlis, dinilai provokatif.
“Sehingga dikhawatirkan memicu konflik SARA, khususnya kedua etnis,” ujarnya kepada wartawan usai menghadap Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Aneka P, Kamis (14/11).
Pertemuan dilakukan secara tertutup di ruang kerja wakapolda sekitar dua jam lebih dari pukul 11.000 WITA.
“Iya kita datang karena ada pemberitaan dari salah satu media yang memberitakan yang akan terjadi ‘duduki, pertumpahan darah dan peperangan etnis’.
Bunyinya seperti itulah di media yang saya ada membaca,” kata Syairi Mukhlis.
Pemberitaan yang dinilai memprovokasi antara etnis Dayak dan Bugis di Kabupaten Kotabaru, disisipkan media online tersebut di tengah konflik sengketa lahan antara perusahaan dengan warga.
Syairi Muklis sangat menyayangkan perilaku penulis berita, yang dapat pematik atau pemicu, memecah belah persatuan antar suku.
“Sampai hari ini di Kotabaru kondisinya sangat kondusif. Kalau pemberitaan seperti ini dibiarkan, bisa mengganggu kondusifitas di Kotabaru.
Sementara hubungan antara Suku Dayak dan Bugis di Kotabaru, sudah sangat baik selama ini,” bebernya. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















