KETUA Dewan Pers: Wartawan Laksanakan Tugas Tak Boleh Ada Tekanan

- Penulis

Jumat, 7 Februari 2020 - 00:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh mengharapkan keberadaan pers saat ini tentu tidak cukup sekadar merdeka saja, melainkan juga berkualitas, kompetensi dan karyawanya sejahtera.

Mengingat, kata mantan Menteri Pendidikan Indonesia ini, kualitas dari kemerdekaan pers itu ditentukan oleh tiga hal, pertama adalah kompetensi dari para jurnalisnya. ” Karena kalau jurnalis tidak kompetensi maka berita yang disajikan pun tidak memiliki konteks kualitas yang bagus,” jelas Muhammad Nuh di acara Gathering Dewan Pers bersama perwakilan perusahaan media se Kalselteng, di Rattan In Banjarmasin, Kamis (6/2/2020) siang.

Sedangkan faktor kedua, kualitas dari kemerdekaan pers itu ditentukan oleh pelindung saat melaksanakan tugas. Karena meskipun suatu berita yang akan diliput sangat bagus, sedangkan sang jurnalis berada dalam tekanan, ancaman, intimidasi atau kekerasan tentu informasi yang akan disampaikan pun tidak bagus.

“Oleh karena itu perlindungan bagian mutlak kalau ingin kemerdekaan kualitas seorang pers,” katanya.

Namun itu saja tambah Muhammad Nuh lagi tentu tidak cukup demi melahirkan kualitas dari kemerdekaan pers melainkan ada satu faktor lagi yang turut mempengaruhi, yaitu kesejahteraan wartawan.

“Oleh karena itu ia berharap bisnis media tidak boleh bangkrut. Sehingga jika perusahaan media tumbuh, otomatis kesejahteraan para jurnalis pun akan terangkat,” katanya.

Sedangkan Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Chairudin Bangun memaparkan bahwa sekarang ini ada kecenderungan masyarakat dalam menggali informasi mengalami transisi yang cukup signifikan. Hl itu dibuktikan hasil survei atau penelitian Dewan Pers, terhadap 1.020 koresponden di 34 provinsi se Indonesia.

Kemudian survei juga memaparkan bahwa, usia 18 sampai 34 tahun sebanyak 51,18 persen, jenis kelamin laki-laki sebanyak 50,3 persen dan perempuan 49,6 persen.

Sedangkan latar belakang pendidikan koresponden terbanyak S1 yakni 51,18 persen sedangkan S2 adalah 53,53 persen.

Dipaparkan, kebiasaan masyarakat membaca koran ternyata tersisa hanya 25,88 persen. Sedangkan majalah, hampir sudah tidak membaca adalah 44 persen. Media elektronik dalam hal ini televisi kebiasaan masyarakat mencari masih menonton 55,98 persen, itu pun hanya dua jam sehari.

Baca Juga :   ARGUMENTASI Diutarakan H Fani - Habib Taufan Sektor Pertanian di Debat Perdana jadi Perhatian

“Sedangkan radio saat ini yang masih mendengar pun itu hanya sekitar 39 persen,” jelas Hendry.

Bahkan dari data berbeda signifikan dengan kebiasaan masyarakat mendapatkan informasi memanfaatkan siber. Karena seperti Facebook saja, dalam rentang dua sampai delapan jam sehari yang mengaksesnya sebanyak 75 persen.

Sedangkan YouTube sebanyak 86 persen, kemudian WhatsApp 60 persen, Instagram 67 persen dan terakhir Twitter mencapai 31 persen. “Sehingga jika melihat perbandingan tersebut, maka sangat kelihatan sekali kecenderungan masyarakat mendapatkan informasi memilih digital,” jelasnya.

Belum lagi dalam hal kepercayaan jika sebelumnya masyarakat lebih menonjolkan surat kabar sebagai acuan informasi, saat ini justru sebaliknya. Karena berdasarkan hasil survei tersebut kebiasaan masyarakat dalam memastikan informasi surat kabar hanya menempati persentil 6,43 persen.

“Angka ini tentu sangat berbanding jauh dengan kebiasaan masyarakat memastikan suatu informasi menggunakan media siber masih mencapai 26,60 persen, WhatsApp 22,75 persen, Instagram 13,75, televisi 11 persen, surat kabar 6,43 persen,” jelasnya.

Begitu pula dalam membelanjakan uang untuk mendapatkan informasi, dari 1.020 koresponden tadi hanya 16 persen membelanjakan uangnya sebesar Rp 100 ribu ke atas.

Sedangkan sisanya 40 persen membelanjakan uangnya sebesar Rp50 ribu, 29 persen yang membelanjakan uangnya Rp50 ribu sampai Rp100 ribu.

“Jadi data ini memang menegaskan bahwa penggunaan media informasi oleh masyarakat telah mengalami transisi dari physical space ke siber space. Ke depan kami juga akan mencoba melakukan penelitian lebih mendalam lagi tentang ini,” jelasnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BGN Tangguhkan 1.780 SPPG untuk Perbaiki Kualitas MBG
KEMENHAJ: Hampir 6.000 JCH Indonesia Tiba di Madinah
CATATAN BPK Belasan Izin Tambang di Kalsel Wewenang Pusat dan Provinsi
PERISTIWA TEWASNYA NENEK Diungkap Polisi Kronologi Kecelakaan
RATUSAN PAKET SABU Disita Satresnarkoba Polresta Banjarmasin dari Warga Teluk Dalam
DIUGKAP Kasus Narkotika, Sita Puluhan Gram Sabu
DUGAAN KORUPSI Sewa Komputer Server, Aplikas dan Jaringan di Disdik Banjarmasin untuk Jenjang SD
DITAHAN TERSANGKA Kasus Proyek di Disdik Kota Banjarmasin, Kerugian Negara 5 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 00:02

CEGAH KORUPSI, KPK Usul Pembatasan Masa Jabatan Ketum Parpol

Kamis, 23 April 2026 - 22:48

CATATAN BPK Belasan Izin Tambang di Kalsel Wewenang Pusat dan Provinsi

Kamis, 23 April 2026 - 21:47

PERISTIWA TEWASNYA NENEK Diungkap Polisi Kronologi Kecelakaan

Kamis, 23 April 2026 - 19:50

DIUGKAP Kasus Narkotika, Sita Puluhan Gram Sabu

Kamis, 23 April 2026 - 19:34

DUGAAN KORUPSI Sewa Komputer Server, Aplikas dan Jaringan di Disdik Banjarmasin untuk Jenjang SD

Kamis, 23 April 2026 - 18:24

DITAHAN TERSANGKA Kasus Proyek di Disdik Kota Banjarmasin, Kerugian Negara 5 Miliar

Rabu, 22 April 2026 - 23:56

AKSI RATUSAN BEM se-Kalsel, Ketua DPRD Janji Kawal Isu Publik dan Jadwalkan RDP

Rabu, 22 April 2026 - 23:55

SOFIA KAMILA, Jemaah Haji Termuda dari Kalsel

Berita Terbaru

Kepala BGN Dadan Hindayana (dua dari kiri); Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tiga dari kiri) dalam peresmian SPPG Pemuda Muhammadiyah di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026). (Dok BGN)

Nasional

BGN Tangguhkan 1.780 SPPG untuk Perbaiki Kualitas MBG

Kamis, 23 Apr 2026 - 23:50

Foto Ilustrasi - Seorang calon haji Indonesia disambut petugas setibanya di Arab Saudi. (Dok Kemenhaj)

Nasional

KEMENHAJ: Hampir 6.000 JCH Indonesia Tiba di Madinah

Kamis, 23 Apr 2026 - 23:45

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca