KESETARAAN Perempuan dan Keadilan, Realitas Diaplikasikan ada Ketimpangan

- Penulis

Kamis, 4 April 2024 - 13:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi terbatas dengan tema “menyusun ulang demokrasi berkeadilan untuk perempuan” 

Diskusi terbatas dengan tema “menyusun ulang demokrasi berkeadilan untuk perempuan” 

SuarIndonesia – Siti Mauliana, SIP, MA, dosen  Fisip Universitas Lambung Mangkurat, juga Direktur AKSARA perempuan memandang adannya penyusnan kembali demokrasi berkeadilan untuk kaum perempuan.

Hal itu ditegasakan dalam Diskusi terbatas dengan tema “menyusun ulang demokrasi berkeadilan untuk perempuan”  dihadiri komunitas dan aktivis perempuan di Kalimantan selatan (Narasi Perempuan, Aksara Perempuan, LK3, Komunitas Perempuan Interfaith, Jurnalis Perempuan,), pada Rabu (3/4/2024).

Diakui memang temu gagasan akan kegelisahan perempuan ini bertujuan untuk mendorong perbincangan hingga penyadaran publik mengenai esensi utama Demokrasi yang mendorong kesetaraan dan keadilan.

Bahkan, munculnya survei yang secara massif diproduksi di ruang publik namun tanpa sadar seolah telah menegasikan kehadiran perempuan.

Survei seakan menebalkan bahwa politik adalah arena milik para lelaki, bahkan berbagai media sibuk memberitakan hingga eksistensi perempuan semakin terpinggirkan dalam konstelasi politik elektoral di Kalimantan Selatan.

Bahkan, selaku penggagas diskusi ini turut merasa miris dengan klaim survei “elektabilitas” yang terlalu dini disaat perempuan masih merangkak untuk memperkenalkan dirinya dan berjuang untuk meyakinkan para pengampu kekuasaan untuk dapat memasuki gerbang penjaringan bakal calon untuk Pilkada 2024.

Sayangnya, vonis bahwa perempuan telah terekslusi dalam angka-angka dari pilihan masyarakat semakin menambah curam jurang yang harus mereka hadapi.

Hal ini tentu tidak sejalan dengan sejarah atau rekam jejak tokoh-tokoh perempuan di Tanah Banjar, terdapat sederet nama yang memiliki peran strategis yang berkontribusi besar dalam bidang politik dan pemerintahan di Bumi Lambung Mangkurat, seperti Putri Mayang Sari, Nyai Kumala Sari, Ratu Zaleha, hingga Ny Gusti Nursehan Djohansyah tokoh perempuan di era revolusi fisik yang kini namanya diabadikan pada Gedung Wanita Provinsi Kalimantan Selatan.

Baca Juga :   BAWASLU Banjarmasin-Media Kawal Pengawasan Pilkada 2024

Sayangnya, catatan sejarah perjuangan perempuan ini mulai terlupa dan tergantikan dengan doktrin-doktrinpatriarki yang berwujud dalam prasangka-prasangkasinis.

Siti Mauliana sebagai akademisi sekaligus bagian dari komunitas perempuan, meyakini bahwa inilah saat yang tepat bagi wajah demokrasi kita untuk berbenah secara serius, dengan mengedepankan keadilan sosial sebagaimana cita-cita bangsa.

Jika politik praktis terus saja meagungkan doktrin dan dominasi para laki-laki, maka bersiap-siaplahlah demokrasi kita untuk menggali lubang kuburannya sendiri.

Sebagaimana para ahli demokrasi menyimpulkanbahwa lembaga-lembaga demokrasi harus dikonsep ulang untuk menerima semua orang yang secara sistematis terpinggirkan.

Ada tiga langkah penting yang yakini menjadi krusial untuk menjadi bekal bagi perempuan memasuki panggung kontestasi kepala daerah, yaitu Komitmen Partai Politik untuk membuka ruang bagi Perempuan menjadi calon Kepala Daerah, Dukungan para elit politik dan ekonomi sebagai aliansi berpengaruh bagi perempuan dan Solidaritas Komunitas dan Aktivis Perempuan untuk mendorong kepemimpinan yang Multigender.(*/SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TERKAIT MORTIL, Dicek Gegana Brimob Polda Kalsel dan Dihancurkan
DITEMUKAN BAHAN PELEDAK Mortil “81 Tampella” Peninggalan Zaman Perang di Kampung Arab
TERUNGKAP P.elaku Percobaan Pemerkosaan di Rawasari, Korban Melawan
KALTENG-KALSEL Bersinergi Pacu Pembangunan Regional dan Nasional
20 PERSONEL Tim SAR Dikerahkan Cari Helikopter Hilang di Sekadau
IIMU RETRET AKMIL, Supian HK : Siap Terapkan di Kalsel !
LAKA LIBATKAN Dua Emak-emak di Banjarmasin, Respon Cepat 110 Polri Permasalahan Berakhir Damai
BANDARA Syamsudin Noor Siap Layani 6.758 Jemaah Haji

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:51

KEJAGUNG Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 20:41

TANGANI KBGO, Kemkomdigi Ketatkan Pengawasan Platform Digital

Kamis, 16 April 2026 - 19:41

KERIBUTAN di Depan Tempat Gym, Seorang Pria Keluarkan “Pistol”

Kamis, 16 April 2026 - 19:17

20 PERSONEL Tim SAR Dikerahkan Cari Helikopter Hilang di Sekadau

Rabu, 15 April 2026 - 21:24

MENHAJ: Kesiapan Layanan Haji Indonesia Sudah Hampir Selesai

Rabu, 15 April 2026 - 21:09

DISIAPKAN Insentif Fiskal Masif Dukung Program 3 Juta Rumah

Rabu, 15 April 2026 - 00:27

SOAL “WAR TICKET”, Menhaj Hentikan Pembahasan jika Dianggap Prematur

Selasa, 14 April 2026 - 21:25

TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca