KENAIKAN Harga BBM, Kebijakan tidak Populer

- Penulis

Senin, 5 September 2022 - 20:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel, H Gusti Abidinsyah tegas menyatakan kenaikan harga BBM itu kebijakan yang tidak populer.

“Kebijakan ini tidak populer, karena banyaknya aksi penolakan dari berbagai pihak,”Ucap pada awak media melalui sambungan telpon. Senin (5/9/2022)

Abidinsyah juga menyarankan agar kebijakan kenaikan harga BBM tersebut bisa ditangguhkan atau direvisi hingga kondisi perekonomian masyarakat membaik.”Kenaikan harga BBM saat ini tidak tepat,” katanya

Terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan lainnya sebagai kompensasi kenaikan harga BBM, yang menurutnya bantuan tersebut banyak yang tidak tepat sasaran sehingga dikeluhkan masyarakat.

“Data penerima BLT harus selalu di update, agar bantuan ke masyarakat itu tepat sasaran, ” ujarnya.

Sementara Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK mengatakan, kenaikan harga BBM ini ibarat buah simalakama, karena kenaikan harga itu memang memberikan dampak kepada masyarakat.

“Selain menimbulkan dampak ke masyarakat, untuk subsidi BBM selama ini juga masih belum tepat sasaran,” katanya

Dirinya menyarankan subsidi BBM itu dialihkan menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat miskin, daripada subsidi tersebut dinikmati masyarakat mampu.

Baca Juga :   PROPAM Ops Gaktiplin Terhadap Personel Polresta Banjarmasin dan Polsek

“Harga BBM ditingkatkan, tapi subsidinya dialihkan untuk bantuan masyarakat miskin,” sarannya.

Adanya rencana aksi demonstrasi dari Mahasiswa tolak kenaikan harga BBM ke Kantor DPRD Kalsel besok (selasa,red), disikapi bijak oleh Supian HK, DPRD Kalsel siap menerima aksi tersebut.

“Aspirasi masyarakat akan kita tampung dan sekaligus menyampaikan kepada yang berwenang,” bebernya.

Adapun kenaikan harga BBM per 3 September 2022, yakni Pertalite dari Rp 7.650 per liter naik menjadi Rp 10.000 per liter.

Solar Subsidi dari Rp 5.150 per liter naik menjadi Rp 6.800 per liter dan Pertamax naik dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter. (HM)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HUJAN di Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang dan Angin Kencang
MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla
SELEKSI KONTINGEN Brisportartcular 2026 Digelar BRI Region 14 Banjarmasin, Tercatat 31 Peserta Berebut 8 Posisi Wakil Badminton
GRAND FINAL Nanang – Galuh Kalsel, Ini Deretan Sosok yang Dinobatkan
AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia
TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan
DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca