SuarIndonesia — Kementerian Kehutanan memverifikasi usulan rehabilitasi mangrove dan Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui pendanaan FOLU Net Sink 2030 sebagai tahapan penjaminan mutu perencanaan program tahun anggaran 2026.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Fathimatuzzahra di Banjarbaru, Rabu (25/2/2026), mengatakan kegiatan tersebut guna memastikan seluruh usulan memenuhi aspek teknis, administrasi, dan kesiapan lapangan sebelum pelaksanaan program.
“Rehabilitasi mangrove direncanakan seluas 300 hektare yang tersebar di KPH Tanah Laut, KPH Pulau Laut Sebuku, KPH Kusan, dan KPH Cantung. Sementara itu, RHL diusulkan seluas 400 hektare di daerah tangkapan air (DTA) Barabai dan daerah aliran sungai (DAS) Riam Kiwa,” ujar Fathimatuzzahra, dilansir dari AntaraNews.
Ia mengatakan RHL akan dilaksanakan pada lokasi perhutanan sosial dan areal penggunaan lain, untuk memperkuat tata kelola kawasan sekaligus meningkatkan peran masyarakat dalam rehabilitasi hutan dan lahan.
Proses verifikasi Kemenhut dipimpin Ketua Tim Verifikasi dan Asistensi Program Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030, Fahrizal Fitri dengan pencermatan menyeluruh terhadap substansi proposal, mulai dari kelayakan lokasi, kondisi biofisik, tingkat kerusakan, hingga kesiapan kelembagaan dan dukungan teknis di lapangan.
Dalam pelaksanaan, kata Fathimatuzzahra, pemilihan lokasi rehabilitasi mangrove diarahkan pada kawasan dengan probabilitas keberhasilan tinggi agar capaian berjalan efektif, berkelanjutan, serta mendukung peningkatan cadangan karbon.
Ia mengatakan hasil verifikasi akan ditindaklanjuti melalui perbaikan dokumen dan asistensi intensif kepada unit pelaksana hingga 10 Maret 2026 agar seluruh persyaratan pendanaan FOLU 2030 terpenuhi sesuai ketentuan.
Dia berharap program tersebut tidak hanya berkontribusi terhadap penurunan emisi dan peningkatan cadangan karbon, tetapi juga memperkuat ketahanan pesisir serta kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan.
“Kalimantan Selatan siap mendukung target FOLU 2030 secara nyata dan berkelanjutan melalui perencanaan akuntabel dan pelaksanaan terukur,” katanya. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















