KEKERASAN Terhadap Perempuan dan Anak Cukup Mengkhawatirkan jadi Perhatian DPRD Kalsel

- Penulis

Rabu, 29 Desember 2021 - 10:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Akhir akhir ini kekerasan terhadap perempuan dan anak cukup mengkhawatirkan, dan menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel

Seperti data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kab. Tabalong, sepanjang tahun 2020 hingga 2021, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat,

“Tentu kita ingin menyerap aspirasi-aspirasi yang ada dari DPPPA Kabupaten. Tabalong, mulai dari ingin mengetahui kasus-kasus yang ada hingga kendala-kendala yang dihadapi oleh DPPPA itu sendiri,” ucap Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, H. Iberahim Noor, S.E., saat kunjungan kerjanya bersama rombongan, Selasa, (28/12/2021)

Kepala DPPPA Kab. Tabalong, H.Rusmadi menjelaskan peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerahnya cukup memprihatinkan, tercatat pada tahun 2020 terjadi 22 kasus dan di tahun 2021 meningkat menjadi 35 kasus.

“Tahun 2020 didominasi kasus perebutan hak asuh anak, penelantaran, pencabulan dan bullying, sedangkan 2021 masih didominasi paling banyak kasus perebutan hak anak dan juga ada pencurian dan pencabulan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, Firman Yusi, S.P., mengaku prihatin, ia mendorong agar pemerintah Provinsi Kalsel terus memberikan perhatian yang serius pada kasus-kasus yang ada di kabupaten dan kota Se-Kalsel.

“Kita akan coba adakan rapat dengar pendapat bersama DPPPA Provinsi Kalsel. Untuk menjelaskan kasus-kasus dan kendala yang dihadapi sehingga aspirasi yang dapat dilanjutkan untuk dijadikan pedoman kebijakan,”Ujarnya

Baca Juga :   APRESIASI Kinerja Polda, Siap Dukung Program Kamtibmas

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, M Lutfi Saifuddin mengatakan perlu kiranya di Kalsel memiliki sebuah komisi perlindungan perempuan dan anak (KPIA)

“Sebaiknya kalsel memiliki KPIA, biar perempuan dan anak dapat perlindungan,”ujarnya. kepada awak media, Rabu (29/12/2021)

Menurutnya, dalam kunjungannya ke KPIA pusat, banyak informasi yang didapat dan sepertinya tidak masalah bila Kalsel membentuk komisi tersebut. “Mungkin stakeholder dapat memikirkan, hal ini,” katanya

Seperti halnya di daerah pulau jawa, sebagian telah memiliki komisi Perlindungan Perempuan dan Anak.

Perempuan dan anak berhak untuk mendapatkan perlindungan dari segala bentuk tindak kekerasan. Hal tersebut tercantum dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Untuk menghapus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri diperlukan adanya sinergi seluruh elemen dalam mengatasi permasalahan perempuan dan anak yang kompleks ini.(HM)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian
MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit
PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027
GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:26

KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:01

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:44

KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:52

GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Berita Terbaru

(@detikKalimantan)

Kalsel

TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:14

Wamenko Pangan Hanif Faisol menyapa tim pemadam kebakaran di sela apel sekaligus pemantauan penanganan karhutla di Palangka Raya, Jumat (30/10/2026). (Antara/M Arif Hidayat)

Kalteng

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:01