SuarIndonesia– Massa aksi damai bertajuk Haul Omnibus Law digelar mahasiswa gabungan perguruan tinggi di Kalsel, Selasa (5/10/2021), kecewa lantaran tak bisa bertemu dengan Gubernur Kalsel dan hanya diwakilkan Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar.
Dalam aksinya para mahasiswa membentangkan beberapa spanduk yang berisikan tuntutan hingga sindiran yang ditujukan kepada pemerintah daerah.
Massa yang menamakan dirinya Fraksi Rakyat Kalsel tersebut mendesak Gubernur Kalsel menyatakan sikap resmi menolak atau tidak akan melaksanakan UU Cipta Kerja.
“Pertama kami mendesak Pemerintah Provinsi atas nama Gubernur Kalsel Sahbirin Noor untuk menyatakan sikap resmi menolak atau tidak akan melaksanakan UU Cipta Kerja,” ungkap koordinator aksi, Ikbal Hambali.
Pihaknya juga mendesak gubernur agar memerintahkan bupati/wali kota di Kalsel untuk tidak melaksanakan UU Cipta Kerja.
Fraksi Rakyat Kalsel juga menuntut Sahbirin Noor agar mengajak seluruh gubernur yang ada di Kalimantan untuk menolak dan tidak menjalankan UU Omnibus Law, beserta dengan pernyataan resmi.
Sekian waktu demonstrasi berlalu, keinginan massa unjuk rasa bertemu Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor tidak menjadi kenyataan.
Massa kecewa, karena hanya ditemui Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar beserta sejumlah kepala SKPD yang diklaim membidangi hal-hal yang menjadi tuntutan para demonstran.
“Saat ini pak gubernur masih ada kegiatan menghadiri HUT TNI di Banjarmasin, jadi beliau mengutus saya untuk menemui adek-adek,” ujar sekda.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















