KEBUT Perubahan Perda Pajak, Terancam Sanksi Pemotongan Dana Pusat

- Penulis

Jumat, 12 Desember 2025 - 15:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengunjungi Direktorat Produk Hukum Daerah (PHD) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta Kamis, (11/12/2025). (SuarIndonesia/Ist)

Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengunjungi Direktorat Produk Hukum Daerah (PHD) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta Kamis, (11/12/2025). (SuarIndonesia/Ist)

SuarIndonesia – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengunjungi Direktorat Produk Hukum Daerah (PHD) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta Kamis, (11/12/2025).

Kunjungan dipimpin Wakil Ketua Bapemperda, Firman Yusi, ini bertujuan untuk mencermati dan mendalami catatan Kemendagri atas 22 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang diusulkan dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026.

15 Ranperda merupakan usulan baru, sementara 7 Ranperda adalah sisa pembahasan dari tahun 2025, termasuk rencana perubahan Peraturan Daerah tentang Pajak dan Retribusi Daerah (Perda PDRD).

Firman Yusi menjelaskan Kemendagri menyarankan agar beberapa ranperda dievaluasi dan jika dianggap tidak relevan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, ranperda tersebut diminta untuk dicabut dari Propemperda 2026.

Perubahan Perda PDRD saat ini sedang dievaluasi oleh Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri.

Lanjut Firman Yusi, Kemendagri memberikan batas waktu hanya 15 hari sejak surat evaluasi diterbitkan untuk menyelesaikan perubahan perda ini.

Mengenai Sanksi Dana Transfer baik Kemendagri (melalui Analis Hukum Yuniar Putrianti dan Penelaah Kebijakan Andi Fadhli Fadhilla Pangerang) maupun Firman Yusi menekankan bahwa keterlambatan penyelesaian perubahan Perda PDRD dalam batas waktu 15 hari akan berakibat pada pemotongan dana transfer daerah dari Pemerintah Pusat.

Baca Juga :   KABINDA KALSEL Mencek Langsung PLTU Asam-Asam Memastikan Kondisi Infrastruktur Pembangkit

Firman Yusi berharap Pemprov Kalsel (Bappeda dan Bapenda) segera menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan Kemendagri.

Dirinya juga meminta ruang bagi DPRD Kalsel untuk sekaligus memasukkan potensi pendapatan daerah baru dalam proses perubahan Perda PDRD yang dievaluasi, agar pembahasan cukup dilakukan dalam satu kali proses.

Sementara itu, Direktorat Produk Hukum Daerah Ditjen Otda Kemendagri RI,Yuniar Putrianti, SP, MAP, Analis Hukum Ahli Muda menerangkan ranperda yang pindah tahun agar pembahasannya diprioritaskan diawal tahun berikutnya.

“Yang paling kami tekankan, mohon dikomunikasikan dari Pemerintah Daerah dengan DPRD bahwasanya ini perda urgen. Ada batas maksimal 15 hari dan juga ada sanksi,” ujar Yuniar Putrianti. (*/HM)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TERASA ISTIMEWA, Kapoda Kalsel Turun “Gatur Lalin” di Titik Strategis Banjarbaru
BANK KALSEL Hadirkan QRIS AKSEL, Transaksi Tanpa Uang Receh
DUKUNG UMKM Lokal, Beli Oleh-oleh Amuntai Pakai AKSEL Bank Kalsel
BAYAR PAJAK Kendaraan Tanpa Antre, AKSEL Bank Kalsel Hadirkan E-Samsat
UPZ Bank Kalsel Ucapkan Selamat atas Raihan BAZNAS Provinsi Terbaik 2026
AKSEL University Bank Kalsel Siap Tingkatkan Kompetensi SDM
AKSEL University Bank Kalsel Siap Tingkatkan Kompetensi SDM
DUKUNG Barito Putera, Bank Kalsel Bagikan 10 Tiket Nonton Gratis

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 21:32

KAWASAN BEKAS KARHUTLA Kalteng Dipasang Plang

Minggu, 1 November 2026 - 21:19

9 ORANG UTAN Dipindahkan ke Suaka Lamandau, 2 Lainnya Dirawat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:26

KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:01

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Berita Terbaru

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu (1/11/2026). (Antara/M Imam Pramana)

Nasional

LEBIH DARI 100.000 Personel jadi Satgas Karhutla

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:56

Petugas Kemenhut pasang plang di sejumlah wilayah lahan bekas karhutla. (HO-Kemenhut)

Kalteng

KAWASAN BEKAS KARHUTLA Kalteng Dipasang Plang

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:32