KASUS TANAH Terindikasi Terlantar Mengemuka, Babak Kalsel Desak Transparansi BPN

- Penulis

Kamis, 5 Februari 2026 - 22:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Kasus tanah terindikasi Terlantar mengemuka, pihak Babak Kalsel desak transparansi BPN

Pihak  Barisan Anak Bangsa Anti Kecurangan (Babak) Kalimantan Selatan (Kalasel) diketuai Bahrudin yang akrab disapa Udin Palui, mendatangi Kantor Wilayah ATR/BPN Kalsel di Banjarbaru, guna menyampaikan laporan dan meminta kepastian hukum terkait dugaan penyalahgunaan wewenang serta pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) oleh oknum Kantor Pertanahan Kabupaten Tanah Laut, Kamis (5/2/2026).

Dalam audiensi tersebut, Babak Kalsel menyoroti pernyataan Kepala Kantor Pertanahan Tanah Laut pada forum ekspose lahan PT Parembee, 15 Januari 2026, yang menyebutkan bahwa agar lahan dapat dikeluarkan dari database tanah terindikasi terlantar, pemegang hak diwajibkan melepaskan 10 hektare lahan kepada pemerintah daerah untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Udin Palui, menegaskan pihaknya tidak menemukan dasar hukum atas persyaratan tersebut.

Menurutnya, tidak ada peraturan perundang-undangan yang mewajibkan pemegang hak menyerahkan sebagian tanah hanya untuk mengeluarkan lahan dari status terindikasi terlantar.“Kami datang ke Kanwil ATR/BPN sebagai perwakilan Kementerian ATR/BPN RI sekaligus pengawas seluruh kantor pertanahan di Kalsel, untuk meminta kejelasan.

Apakah ada Undang-Undang atau aturan yang mewajibkan pelepasan 10 hektare itu.

“Tapi sangat disayangkan, kami tidak mendapatkan jawaban tegas,” ujarnya nada kecewa.

Ia juga menyampaikan bahwa lahan yang dipersoalkan sebenarnya telah dinyatakan tidak lagi masuk kategori tanah terindikasi terlantar sejak 30 Desember 2013 berdasarkan surat resmi BPN Provinsi Kalsel.

Karena itu, mereka menduga informasi yang disampaikan oknum Kantah Tanah Laut bersifat menyesatkan dan berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Baca Juga :   SEJALAN ASTA CITA, Ribuan Siswa di Banjarmasin Menerima Sepatu Gratis dari Korem 101/Antasari

Selain dugaan informasi palsu, Babak Kalsel menilai pelayanan publik di Kanwil ATR/BPN Kalsel tidak berjalan optimal.

Perwakilan warga mengaku tidak diberi ruang untuk memaparkan duduk perkara secara lengkap, bahkan permintaan untuk menjelaskan melalui monitor ruang rapat disebut ditolak.

“Kami hanya ingin kepastian hukum. Sebagai warga negara, kami berhak mendapat informasi publik dari pejabat terkait.

Jika terus tidak ada kejelasan, kami siap melakukan aksi orasi setiap minggu di depan kantor Kanwil BPN Kalsel mulai Kamis, 12 Februari 2026,” tegasnya.

Babak berharap Kanwil ATR/BPN Kalimantan Selatan maupun Kantor Pertanahan Tanah Laut segera memberikan klarifikasi resmi, khususnya terkait dasar hukum kewajiban pelepasan 10 hektare lahan serta penafsiran surat BPN RI Nomor 3751/23.3-400/X/2014.

Agar polemik ini tidak berlarut-larut dan kepercayaan publik terhadap pelayanan pertanahan dapat kembali pulih.

Hingga berita ini diturunkan, menunggu penyataan Kepala Kanwil ATR/BPN Kalsel.

Diketahui, Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan  Informasi Publik  Pasal 55 berbunyi setiap orang yang dengan sengaja membuat informasi
publik yang tidak benar atau menyesatkan dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp5.000.000. (*/ZI)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TERDUGA KAWANAN PREMAN di SPBU Resahkan Sopir Truk, Digiring Polisi
PELAKU PENCURI Terkepung di Dalam Rumah dan Diamuk Warga Kawasan Pramuka Banjarmasin
IBADAH KURBAN, PWI Kalsel Sembelih Tiga Ekor Sapi
KEMENSOS Evaluasi Ratusan Penerima Bansos di Banjarmasin
SEORANG PEJABAT di Lingkup Pemprov Kalsel Ditemukan Tak Bernyawa, Begini Kronologisnya
DIMENSI PEMAHAMAN Jadi Sorotan, Potensi Radikalisme di Kalsel Meningkat
AKSI SADIS Seorang Paman Habisi Bocah Ponakannya hingga Bacok Ibu Korban dan Warga
POLISI BUBARKAN Sekelompok Pemuda Aksi “Cosplay Tuyul” di Jalan Raya

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:09

PELAKU PENCURI Terkepung di Dalam Rumah dan Diamuk Warga Kawasan Pramuka Banjarmasin

Senin, 25 Mei 2026 - 23:09

DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China

Senin, 25 Mei 2026 - 23:02

KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara

Senin, 25 Mei 2026 - 22:54

DIGAGALKAN Pelarian Pecatan Polisi

Senin, 25 Mei 2026 - 14:44

AKSI SADIS Seorang Paman Habisi Bocah Ponakannya hingga Bacok Ibu Korban dan Warga

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:50

LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:42

PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:04

BURONAN Penggelapan Dua Mobil Ekspedisi Dibekuk “Macan” Polresta Banjarmasin

Berita Terbaru

Kalsel

IBADAH KURBAN, PWI Kalsel Sembelih Tiga Ekor Sapi

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:54

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (tengah) dan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Tahun 2026 Eduart Wolok (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Antara/Sean Filo M)

Headline

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:28

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca