KAPOLRI Listyo Minta Pengawasan Ketat Titik Karhutla

- Penulis

Jumat, 8 Agustus 2025 - 20:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit (keempat kiri) memberikan keterangan pers usai rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla yang digelar di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat (8/8/2025). (ANTARA/HO-Prokopim Kalbar)

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit (keempat kiri) memberikan keterangan pers usai rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla yang digelar di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat (8/8/2025). (ANTARA/HO-Prokopim Kalbar)

SuarIndonesia — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang berulang, terutama di wilayah gambut yang rentan terbakar, baik karena ulah manusia maupun faktor alam.

“Masih ada sumber api yang muncul karena sengaja dibakar dan dari wilayah gambut yang kering sehingga bisa memicu api secara alami. Oleh karena itu, pengawasan harus terus diperketat,” kata Kapolri dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat (8/8/2025).

Pada rapat tersebut, Kapolri menjelaskan bahwa titik api bisa muncul dari dua penyebab utama, yakni pembakaran yang disengaja dan reaksi alami akibat kekeringan di lahan gambut.

Ia menyoroti pentingnya keberadaan posko pemantauan di titik-titik rawan kebakaran. Tim pemantau yang terdiri atas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, RNI, relawan, dan pihak lainnya terus melakukan deteksi dini menggunakan teknologi pemantauan, seperti hotspot dan airspot.

Kapolri juga menegaskan bahwa pelaksanaan kearifan lokal berupa pembakaran lahan tetap diizinkan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Cipta Kerja. Namun, hal itu hanya bisa dilakukan jika memenuhi aturan teknis yang ketat, seperti pembuatan sekat bakar dan pengawasan ketat selama pembakaran berlangsung.

“Kearifan lokal tetap bisa dijalankan, tetapi harus ada aturan teknis yang ketat agar tidak menyebabkan kebakaran besar. Ini perlu terus disosialisasikan kepada petugas pemberi izin,” kata Kapolri Listyo, seperti dilansir dari ANTARANews.

Selain itu, Sigit juga meminta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan ketersediaan sumber air di wilayah rawan karhutla, seperti embung, kanal, sungai, dan waduk, yang bisa digunakan untuk pemadaman, baik secara manual maupun melalui metode water bombing.

Baca Juga :   PESAWAT Ringan FASI PK S216 Jatuh, Pilot Fajar Meninggal

“Pastikan bahwa di sekitar wilayah rawan kebakaran terdapat sumber air yang cukup untuk penanganan cepat,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya penyesuaian peralatan pemadam dengan karakteristik wilayah masing-masing serta perlunya koordinasi lintas sektor agar penanganan karhutla lebih efektif dan terpadu.

Sebagai bagian dari solusi jangka panjang, Kapolri mendukung usulan agar lahan-lahan yang secara rutin terbakar setiap tahun dialihfungsikan menjadi lahan pertanian produktif guna mendukung ketahanan pangan nasional.

“Kita perlu evaluasi dan riset untuk mengatasi kebakaran berulang. Jika memungkinkan, ubah lahan gambut yang sering terbakar menjadi lahan tanaman pangan,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan bahwa kondisi karhutla di wilayahnya telah menunjukkan perbaikan signifikan. Turunnya hujan dalam beberapa hari terakhir sangat membantu proses pemadaman api di lokasi kebakaran.

“Cuaca di Kalimantan Barat sudah mulai turun hujan dan sekarang api sudah padam. Masih ada 1–2 titik api, tapi tidak terlalu besar,” kata Norsan.

Gubernur juga mengapresiasi kerja keras seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla, termasuk jajaran Pemprov Kalbar, Polda Kalbar, Manggala Agni, BNPB, relawan, serta masyarakat yang berjibaku memadamkan api.

Alhamdulillah, hasilnya sangat memuaskan. Kerja sama lintas sektor berjalan baik. Terima kasih atas dukungan dari pemerintah pusat dan kunjungan Pak Kapolri serta Menteri LHK. Mudah-mudahan membawa keberkahan untuk Kalbar,” katanya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus
PUNCAK HAJI: Pemerintah Siagakan Pos Kesehatan di Arafah dan Mina
KASUS Eks Bupati Kukar Berlanjut, Pejabat Kemenkeu Dipanggil KPK Jadi Saksi
DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China
KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara
DIGAGALKAN Pelarian Pecatan Polisi
KEMENHUT Tahan Tersangka Penyelundup 3 Ton Sisik Trenggiling
BGN Tangguhkan 1.152 SPPG Wujud tak Ada Kompromi untuk Standar MBG

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 23:16

KASUS Eks Bupati Kukar Berlanjut, Pejabat Kemenkeu Dipanggil KPK Jadi Saksi

Senin, 25 Mei 2026 - 23:09

DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China

Senin, 25 Mei 2026 - 23:02

KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara

Senin, 25 Mei 2026 - 22:48

DUA IKON Daerah di Kalteng Ditetapkan jadi Kawasan Berbasis KI

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:50

LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:42

PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:33

3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:47

MOMENTUM BERSEJARAH Kesepakatan Hibah Pembangunan Rindam XXII/TB, Begini Penyataan Mayjen TNI Zainul Arifin

Berita Terbaru

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (tengah) dan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Tahun 2026 Eduart Wolok (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Antara/Sean Filo M)

Headline

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:28

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca