SuarIndonesia – Masih cukup tinggi, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hingga Juni 2025, angka kekerasan menunjukkan mencapai ratusan kasus di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Dari jumlah kasus ini menyebabkan 330 orang menjadi korban. Terdiri 193 anak-anak dan 137 orang dewasa. Yang memprihatinkan, korban anak didominasi oleh anak perempuan sebanyak 126 orang, sementara anak laki-laki berjumlah 67.
Rincian yang dialami korban, 143 kasus kekerasan psikis. 105 kekerasan seksual. 83 kasus kekerasan fisik. 8 kasus ekploitasi. 1 kasus perdagangan orang. 16 kasus penelantaran dan 56 kasus lainnya.
Banjarmasin menjadi kota dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 89 kasus dengan rincian 21 kekerasan fisik, 48 psikis, dan 27 seksual.
“Disusul Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan 40 kasus, serta Kota Banjarbaru dengan 37 kasus,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalsel, Husnul Hatimah.
Sementara itu, khusus Kasus kekerasan seksual memang masih berada di bawah jumlah tahun lalu.
Sebelumnya yang mencapai 815 kasus dengan 862 korban.
“Kasus kekerasan seksual saat ini tercatat tinggi di sejumlah daerah, seperti Banjarmasin 27 kasus, Banjarbaru 13 kasus, dan Barito Kuala 11 kasus),” jelas Husnul.
Pemerintah terus berupaya menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di provinsi ini yakni dengan menguatkan kualitas keluarga.
“Kami ada program yang langsung menyentuh tingkat desa dalam penguatan keluarga. Termasuk edukasi dampak kekerasan terdahap anak,” ucapnya (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















