JUKNIS Vaksinasi Anak Masih Ditunggu dari Kemenkes

- Penulis

Rabu, 3 November 2021 - 00:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin masih belum mengambil sikap terkait dikeluarkannya izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atas pemberian vaksin jenis Sinovac untuk diinjeksikan kepada anak usia 6-11 tahun.

Pasalnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi menjelaskan pihaknya masih menunggu Petunjuk Teknis (Juknis) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

“Walaupun sudah ada izin dari BPOM, tapi dalam pelaksanaannya kita tetap menunggu rekomendasi dari Dirjen P2P Kemenkes kapan akan memulainya,” ucapnya saat ditemui awak media di lobi Balai Kota, Selasa (2/11/2021).

Ia mengaku, dari informasi yang diterimanya vaksinasi dengan sasaran bocah tersebut akan dimulai pada Januari tahun 2022.

“Yang pasti kalau kita akan mengikuti seluruh kebijakan-kebijakan itu seperti mengenai teknis pelaksanaan dan berapa ukuran dosis vaksin,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut merupakan sebuah kabar gembira bagi warga Banjarmasin. Pasalnya semakin banyak sasaran, semakin cepat juga percepatan pembentukkan herd immunity di masyarakat.

“Kalau pun jadi, stok vaksinnya untuk anak-anak ini nanti memakai vaksin pengadaan baru. Karena stok vaksin kita sekarang hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan vaksin selama 15 hari kedepan,” jelasnya.

“Memang Indonesia menjadi negara pertama yang mengizinkan anak-anak menjadi sasaran vaksinasi. Tapi kita yakin kalau izin BPOM sudah keluar otomatis sudah ada penelitian, tentu dengan jenis vaksin dan dosis tertentu,” imbuhnya.

Kemudian, untuk anak yang akan divaksin, mantan Wadir Administrasi dan Keuangan RSJ Sambang Lihum Kalsel itu memaparkan, harus memenuhi beberapa persyaratan.

“Syaratnya sama seperti orang dewasa, tidak memiliki penyakit yang menjadi kontraindikasi dalam pemberian vaksin atau bukan autoimun dan tidak menjalani kemoterapi,” paparnya.

“Kemudian yang menjadi syarat mutlak dalam proses administrasi adalah kartu keluarga,” tuntasnya.

Baca Juga :   DIHENTIKAN PERKARA Penabrak Motor Dua Orang Meninggal Dunia dan Penikaman, Satu Terluka

Sebelumnya diketahui izin BPOM untuk memberikan vaksin kepada anak usia 6-11 tahun itu menandakan siswa Sekolah Dasar (SD) sudah bisa untuk melakukan vaksinasi jenis Sinovac Corona Vac.

Pengumuman pengeluaran izin ini disampaikan langsung oleh Kepala BPOM, Penny Lukito pada Senin, 1 November 2021.

Perizinan vaksin anak usia 6-11 tahun merupakan susulan dari izin sebelumnya untuk usia 12-17 tahun. Jadi untuk saat ini vaksinasi bisa dilakukan tak hanya untuk sekolah menengah saja tapi juga sekolah dasar.

Penny mengatakan bahwa vaksinasi untuk 6-11 tahun adalah hal penting yang harus dilakukan. Terlebih pembelajaran tatap muka sudah dimulai.

Penny menilai bahwa hal tersebut merupakan berita yang menggembirakan. Pasalnya pihaknya yakin sekali bahwa vaksinasi anak sangat menjadi suatu yang urgent sekarang. Apalagi kegiatan pembelajaran sudah dimulai.

Kendati demikian, menurut juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi, perkiraan vaksinasi anak di kelompok usia tersebut baru bisa dilakukan selambatnya pertengahan tahun depan.

Hal ini dikarenakan pertimbangan berbagai aspek, termasuk ketersediaan stok vaksin Covid-19. Tidak hanya soal stok vaksin, sejumlah nakes juga perlu dipersiapkan dalam proses vaksinasi anak di bawah 12 tahun. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KANTOR PLN UP3 Banjarmasin “Digeruduk” Massa Aliansi Pemuda
PEMADAMAN LISTRIK Beruntun, Gubernur Kalsel Tuntut Janji PLN hingga Usulkan GM Diganti
PROPAM Ops Gaktiplin Terhadap Personel Polresta Banjarmasin dan Polsek
PEMADAMAAN yang Meluas- Beruntun, Komisi III DPRD Kalsel Panggil Kembali PLN
GUBERNUR Muhidin: Dua Gangguan Penyebab Pemadaman Listrik
DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa
GUNCANG KALIMANTAN ! Gubernur Cup Road to Pangdam 2026, Puluhan Klub Terbaik Kalteng Vs Kalsel Berebut Mahkota Juara
SEORANG PEKERJA di Warung Makan Ditemukan Tak Bernyawa di Pangkalan Ojek

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 16:05

DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:43

KEMENKES Terapkan Efisiensi Pengadaan Obat dan Rombak Sistem Akreditasi RS

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:30

FEBRIE Adriansyah Ditahan Kejagung!

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:37

POLRI: Bhabinkamtibmas tidak Berwenang Pungut Pajak

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:29

KUNTADI Dilantik jadi Jampidsus

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:36

DPRD KALSEL Dorong Program Rumah Layak Huni, Ribuan Unit BSPS Disiapkan 2026

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:03

PEKAN DEPAN Finalisasi Perpres Ojol Rampung

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:56

NANIK S Deyang Diminta jadi Dewan Pengawas BGN

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca