SuarIndonesia – Jemaah “banjiri” (memadati) Haul 218 Jaddina Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau yang biasa dengan Datu Kalampayan, di Masjid Tuhfaturaqibin, Senin 6 Syawal 1445 H atau bertepatan dengan 15 April 2024.
Jemaah tidak hanya berasal dari Kota Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar, melainkan juga berasal dari berbagai daerah, bahkan dari provinsi lainnya.
Berbagai fasilitas disiapkan panitia pelaksana seperti kelotok (perahu bermesin) penyeberangan untuk kenyamanan jamaah hingga konsumsi.
Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK, yang turut hadir mengatakan Uhkuwah Islamiah masyarakat Kalsel saat ini sangat membanggakan, terlihat dari jemaah haul yang saling bantu membantu untuk kelancaran acara.
“Antusiasme warga masyarakat yang hadir luar biasa pun juga baik itu kelancaran lalu lintas maupun distribusi makanan dan minuman untuk jemaah Haul yang datang dari luar kota,” ujarnya
Supian Hk juga mengatakan Datu Kalampayan merupakan ulama besar yang ada di bumi Lambung Mangkurat yang sangat dibanggakan bukan hanya warga Kalsel juga dunia.
“Ilmu dan pengetahuan beliau merupakan anugerah bagi warga masyarakat Kalsel, yang di amalkan hingga saat ini dan seterusnya,” katanya
Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam sambutannya mengatakan pemerintah turut berpartisipasi dalam menggaungkan ulama Banua, yakni pembangunan masjid yang namanya berkaitan dengan Datu Kelampayan.
“Insya Allah di tahun ini akan kita resmikan masjid raya di Ibukota Provinsi Kalsel yakni Banjarbaru, dengan nama Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari,” katanya. (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















