Jelajah Tiga Negara Singapura, Malaysia dan Thailand Selatan lewat Darat (1)

- Penulis

Kamis, 7 Maret 2019 - 17:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Bandara Changi Singapura titik awal perjalanan pulang-pergi menjelajah Singapura, Malaysia dan Hat Yai Thailand Selatan melalui jalan darat sekira 1.600 kilometer. Perjalanan enam hari lima malam nanti akan berakhir di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Rabu (6/3/2019) siang sekira pukul 14.00 waktu Singapura atau sama persis dengan waktu Indonesia Tengah (WITA) dimulai perjalanan bersama rombongan Konsursium Travel Tiga Negara. Kurang lebih 30 menit dari Bandara Changi menuju rumah makan Joes Kitchen Restaurant.

Di sepanjang jalan kebersihan kota singa tidak sekadar isapan jempol. Jalan mulus yang diwarnai bunga kembang kertas warna-warni yang didominasi merah.

Kiri-kanan banyak bangunan apartemen sebagai tempat hunian warga Singapura. Bisa diperkirakan dengan luas Singapura sekarang 732 km2, dulu 500 km karena reklamasi, maka sangat susah menemukan warga yang.memilki rumah satu-satu beserta tanah seperti di Indonesia, kecuali kaya sekali.

Dengan hanya memiliki luas sekecil itu ditambah penduduknya yang berjumlah sekira 6 juta jiwa, bisa dibayangkan kepadatannya.

Didampingi kawan dari Banjarmasin Ganda Sasmita dari Mandiri Ganesha Tour & Travel, kami makan siang dengan makanan lokal di Joes Kitchen Restaurant di Kallang. Kallang ini dulu merupakan airport internasional sebelum Changi.

Usai makan, kami yang ditemani guide lokal Rugayah, juga mengunjungi taman Gardens by The Bay namun sebelumnya mengunjungi taman seberang patung singa di Merlion Park. Pasalnya, patung singa di sana saat itu masih dalam pemeliharaan selama satu bulan.

Saat menjelang ashar, kami mendatangi Masjjd Sultan Singapore. Masjid ini terletak di Kampong Glam merupakan titik utama masyarakat Muslim di negeri ini.

Kubahnya berwarna emas cukup besar dan tempat shalat yang sangat luas, Masjid Sultan Singapore adalah salah satu destinasi yang menarik untuk dikunjungi.

Baca Juga :   SENGKETA PELAYANAN Ketenagalistrikan Bergulir “ke Meja Hijau” PTUN Banjarmasin

Masjid ini dibangun pada tahun 1824 oleh Sultan Hussein Shah, sultan pertama di Singapura. Sir Stamford Raffles, pendiri Singapura, memberikan $3.000 untuk konstruksi gedung satu lantai dengan atap dua lapis.

Seratus tahun kemudian, masjid tua ini memerlukan perbaikan. Masjid ini didesain oleh Denis Santry dari Swan and Maclaren, firma arsitektur tertua di Singapura, dan dibangun kembali pada tahun 1932.

Usai shalat dzuhur dan ashar yang dijamak, kami melanjutkan perjalanan ke titik terakhir di kota singa, yakni Pulau Sentosa. Sesuai janji tour leader Konsursium Tiga Negara, Yogie, kami akan melhat patung singa sebagai ganti yang tidak bisa dilihat di Merlion Park

Ternyata patung singa di Pulau Sentosa ini lebih besar, namun yang berbeda mulutnya tidak mengeluarkan air.

Pulau Sentosa pernah jadi lokasi pertemuan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Pulau yang luasnya kurang dari 500 hektare ini juga dikenal sebagai lokasi untuk berlibur.

Sebagai salah satu destinasi wisata, tentunya pulau reklamasi ini dipenuhi resor, lapangan golf, taman bermain, hingga pantai yang bisa wisatawan nikmati.

Selepas mengunjungi Pulau Sentosa, sekira pukul 19.00 waktu setempat kami beranjak menuju perbatasan Singapura-Malaysia, yakni Johor Bahru.(rachman agus/ersambung)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DITAHAN POLISI Terduga Pelaku Penipuan Arisan Online, Para Korban Berharap Hukuman Diberikan jadi Efek Jera
RATUSAN PESERTA Berkompetisi “Road Safety Week” SDC Ditlantas Polda Kalsel
BGN Keluarkan 1.653 Satuan Pendidikan Penerima MBG
KALIMANTAN 10 Besar ISPU Tertinggi, Kotim di Posisi Teratas
POLICE LINE Lokasi Dugaan Tambang Emas di Palau Aranio
HAJI ISAM Dikabarkan Bidik 62% Saham BYAN Rp 52,7 T
3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!
KORUPSI HUTAN: Kejagung Sita Rp1,003 Triliun dari PT PSMI

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:22

ICT: Mekanisme Akumulasi Kuota Internet Harus Dibuat Sederhana

Rabu, 2 September 2026 - 21:48

FIRMAN YUSI Bantu Operasional Tiga UPBS di Tabalong dan Bagikan Masker

Selasa, 1 September 2026 - 21:44

SOSPER Penyelenggaraan Kesehatan, Begini Himbauan Ketua Dewan Kalsel

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:29

KEGIATAN Sosial Kemanusiaan Kejati Kalsel Donor Darah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12

AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:28

LANJUT BAHAS Ranperda Penyelenggaraan Kesehatan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:10

KABUT ASAP di Kalsel Rentan Meningkat Penyakit ISPA, Polisi Bagikan Masker

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:31

WASPADAI Risiko ISPA Selama Musim Kemarau

Berita Terbaru


Kepala BGN Sudaryono. (Foto: HO-BGN)

Nasional

BGN Keluarkan 1.653 Satuan Pendidikan Penerima MBG

Sabtu, 12 Sep 2026 - 00:01

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca