ISU FEMINISME Diangkat di Pentas ‘Perempuan untuk Perempuanku’

- Penulis

Jumat, 26 November 2021 - 23:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Himasindo Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berencana menyelenggarakan sebuah sajian Teater dengan mengusung konsep Feminisme.

Bukan tanpa alasan, keputusan untuk mengambil konsep tersebut lantaran kondisi kesetaraan gender yang masih terus digaungkan hingga saat ini.

Ide besar feminisme adalah memberikan hak dan perlakuan yang sama antara perempuan dan laki-laki dalam berbagai hal.

Pimpinan produksi Pementasan, Rizki Akbari mengatakan, melalui pementasan teater ini pihaknya ingin mengajak penonton untuk sama-sama bersikap adil dalam menilai sesuatu yang berkaitan dengan perempuan.

“Ambil contoh seperti isu Pelakor. Dalam label itu, ada kesan bahwa pelakor adalah perempuan aktif dan agresif dalam mencuri suami orang,” ungkapnya saat ditemui awak media di sela latihan, Jumat (26/11/2021).

Padahal, ia menambahkan, hubungan keduanya adalah perselingkuhan. Namun, hanya pihak perempuan yang di stigmatisasi negatif.

Baca Juga :

BERPADU dalam Keharmonisan dan Ciptakan Memori di Harlah ke-63 FEB ULM

“Stigma ini menempatkan perempuan dalam posisi yang salah dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Rizki berharap, setelah menyaksikan pementasan tersebut para penonton bisa lebih peka dan melihat sisi lain persoalan-persoalan yang ada di sekitar, terutama yang menyangkut tentang perempuan.

Hal itu dikarenakan konsep yang dipakai Himasindo sendiri lebih kepada bagaimana seseorang melihat dan memahami perempuan dari sudut pandang berbeda.

“Intinya kami ingin menghadirkan bahan renungan bagi penonton, bahwa jangan memandang perempuan sebelah mata, walaupun perempuan itu terkadang ribet dan sulit untuk dipahami,” ungkapnya.

Baca Juga :   SOLID di Debat Kedua, Bang Rizal dan Ustaz Rosyadi Sukses Tepis Serangan Paslon Satu

Mengusung judul ‘Perempuan Untuk Perempuanku’, karya tersebut dipoles oleh Alfin Wahyudi Rahman selaku sutradara.

Menurut Alfin, pementasan itu nantinya akan menghadirkan berbagai macam persoalan dilematis yang kerap menjadi momok bagi perempuan.

“Berbagai macam persoalan emosional akan terangkum dalam sajian kami nanti. Mulai dari cinta, amarah, kehilangan, kasih sayang terhadap keluarga, sampai balas dendam akan kami hadirkan,” kata Mahasiswa Semester 5 Prodi pendidikan Bahasa Inggris FKIP ULM tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum Teater Himasindo FKIP ULM Ade Agustiawan mengatakan, pementasan ini merupakan salah satu pembelajaran bagi anggota muda dalam menyajikan sebuah proses kreatif.

Sebenarnya, ia membeberkan, ada dua hal yang ingin dicapai pada pementasan kali ini. Pertama bagaimana caranya pihaknya menghadirkan hiburan sekaligus renungan bagi penonton.

“Kedua, ini merupakan proses pembelajaran bagi anggota muda, tentang bagaimana cara mengelola sebuah pementasan beserta hal-hal detail yang ada didalamnya. Oleh sebab itu, proses ini kami namakan Studi Pentas,” pungkas mahasiswa semester 7 Teknologi Pendidikan FKIP ULM itu.

Di samping itu, Ade menekankan, bahwa pementasan yang akan dilangsungkan di Aula ULM pada Jumat (3/12/2021) mendatang akan dilangsungkan dengan terbatas

“Tentunya akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan pembatasan jumlah penonton,” tandasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian
GERAKAN 7 KAIH Perkuat Pendidikan Karakter Murid SPNF
KALSEL Masih jadi “Lahan Bisnis Haram” Jaringan Narkotika, Diungkap Polda 128 Kg Sabu
BERPOLEMIK Pengelolaan Parkir Samsat Banjarbaru, Pemerintah Tetapkan Gratis Oknum Pengelola Tarik Iuran
“GROUNDBREAKING” Sumur Bor dan Bedah Rumah Dilaksanakan Polda Kalsel
TABRAKAN KAPAL: Lima Selamat dan Satu Hilang
DANREM 101/ANT, Ajak Prajurit Tingkatkan Keimanan dan Profesionalisme di Momentum Tahun Baru Islam
PERTAMINA KALSEL Sanksi Tutup Operasional SPBU “Nakal” Jalan Pramuka, dari Awal Tahun Dilayangkan 15 Surat Peringatan di Lokasi Lain

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:04

KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:57

KPK: Terjadi Dugaan Pemerasan di Kanim pada Sejumlah Daerah

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:48

DATA SENSUS EKONOMI Bukan untuk Kepentingan Pajak

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:36

DIPERCEPAT Hilirisasi Perkebunan Rakyat 870 Ribu Hektare

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:41

KASUS MBG: Besok, Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:31

DISIAPKAN Stimulus Tarif Transportasi Semester II 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:03

KEMENHAJ: 245 Kloter Gelombang I Sudah Diberangkatkan ke Tanah Air

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:36

PALU DIGUNCANG GEMPA Tektonik Magnitudo 6,7

Berita Terbaru

Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso, saat menghadiri konferensi pers pengungkapan barang bukti narkoba yang digelar Polda Kalsel, Kamis (18/6/2026) (SuarIndonesia/Adv)

Advertorial

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Kamis, 18 Jun 2026 - 21:18


Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi. (Foto: Antara/IC Senjaya)

Bisnis

DATA SENSUS EKONOMI Bukan untuk Kepentingan Pajak

Kamis, 18 Jun 2026 - 19:48

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca