Pengasuh Majelis Ta’lim Nurul Hidayah, KH. Ahmad Baidhawi
SuarIndonesia – Isra Mi’raj merupakan kejadian luar biasa yang hanya terjadi pada seorang manusia pilihan yakni Nabi Besar Muhammad SAW bertepatan pada malam 27 Rajab, terjadi kira-kira menjelang tahun kesepuluh Kenabian atau 619 Masehi.
Sebagaimana dalam Surah Al Isra ayat ke 1 yang berbunyi :
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
“Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat”
Isra Mi’raj adalah dua bagian perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dalam waktu satu malam.
Pengasuh Majelis Ta’lim Nurul Hidayah, KH. Ahmad Baidhawi menjelaskan, kejadian Isra Mi’raj ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah Rasulullah mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam.
Pengajar wustha di Ponpes Darussalam Martapura ini juga menjelaskan sebelum Rasulullah melakukan perjalanan Isra Miraj dan mendapatkan perintah shalat lima waktu, Nabi Muhammad mengalami tahun yang penuh kedukaan atau yang disebut dengan tahun Amul Huzni.
Rasulullah ditinggalkan oleh dua orang yang begitu beliau kasihi yakni wafatnya Sayyidah Khadijah atau istri Rasulullah tercinta adalah sosok yang menemani Nabi Muhammad selama 28 tahun.
Selain itu, beliau juga ditinggal oleh paman beliau Abu Thalib. yang selama ini penjaga Rasulullah dari kaum Quraisy dalam beliau berdakwah menyebarkan agama Islam.
Oleh sebab itu Isra Mi’raj bisa dikatakan untuk menghibur Rasulullah dari kedukaan.
Tuan guru yang lebih akrab dipanggil abi ini juga menjelaskan kejadian Isra Mi’raj ini terjadi dalam satu malam, secara bahasa berasal dari dua kata, yaitu Isra yang berasal dari kata asra-yusri-isra berarti memperjalankan. Dan Mi’raj artinya adalah dinaikkan alat
Dalam Mi’raj, Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit menggunakan kendaraan Buraq sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi.
Tujuan perjalanan tersebut adalah untuk memperlihatkan sebagian dari tanda kekuasan dan kebesaran Allah SWT, di bumi dan di langit, dan menerima perintah sebagai puncak peribadatan yakni sholat.
Suami dari yang pernah menjadi ketua keamanan Ponpes Al Falah Putri Ibu Jarniah ini juga menyebutkan, dari peristiwa Isra Mi’raj dapat diambil hikmah adalah kewajiban bagi umat muslim untuk selalu melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari semalam,
“Kewajiban shalat ini tidak boleh ditinggalkan meski ada halangan dimana pun, kapan pun harus dikerjakan bagi setiap muslim, terkecuali bagi perempuan yang berhalangan (haid),”tegasnya
Isra Miraj adalah bukti kekuasaan dan kebesaran Allah SWT bahwa segala sesuatu tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT. (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















