ISLAMOFOBIA Dibahas dalam Konferensi ke-19 PUIC

- Penulis

Rabu, 14 Mei 2025 - 00:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera saat ditemui di sela-sela acara Konferensi Ke-19 PUIC, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/5/2025). (Foto: ANTARA/Melalusa Susthira K)

Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera saat ditemui di sela-sela acara Konferensi Ke-19 PUIC, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/5/2025). (Foto: ANTARA/Melalusa Susthira K)

SuarIndonesia — Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Mardani Ali Sera mengatakan bahwa isu terkait Islamofobia turut dibahas dalam Konferensi Ke-19 Uni Parlemen Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam atau Parliamentary Union of the OIC (PUIC) tahun 2025.

“Islamofobia salah satu yang kami angkat, walaupun kami selalu mengangkat gini ketika ada Islamofobia nanti juga ada Baratfobia, ada Kristenfobia, yang itu salah,” kata Mardani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/5/2025).

Dia pun menekankan bahwa isu soal Islamofobia tidak melulu terkait dengan persoalan muslim sebagai korban, melainkan lebih kepada kesalahan cara berpikir.

“Islamofobia itu salah karena bukan karena cuma orang Islam korbannya, tapi cara pandangnya yang menganggap pihak lain itu lebih rendah, lebih lemah, lebih buruk ketimbang kita, itu yang harus diperbaiki,” ucapnya.

Selain itu, dia mengutarakan bahwa sejumlah isu terkait dengan muslim lainnya turut dibahas dalam Konferensi Ke-29 PUIC, di antaranya konflik India-Pakistan yang berkecamuk di wilayah Jammu dan Kashmir.

Termasuk, tambah dia, konflik antara kelompok etnis minoritas muslim Uyghur dengan pemerintah China di wilayah Xinjiang yang telah berlangsung puluhan tahun.

“Kami katakan, China itu bukan sesuatu yang harus selalu dilawan, tapi kita paksa bahwa bagaimana China itu memberikan equal treatment (perlakuan setara) pada saudara-saudara kita yang ada di Uyghur,” katanya.

Dia juga menyebut konflik antara kelompok muslim Moro yang terjadi di Filipina Selatan hingga pemberontakan Boko Haram di Negeria turut dibahas dalam Konferensi Ke-19 PUIC hari ini.

Baca Juga :   WFH ASN Diperpanjang hingga Akhir September 2026

“Tadi satu per satu diangkat, dan kami bahagia Indonesia menjadi tempat di mana spirit of humanity and spirit of solidarity blossom up,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa pembahasan terkait isu-isu tersebut dalam Konferensi Ke-19 PUIC menekankan agar menggunakan pendekatan diplomasi dalam upaya penyelesaian konflik melalui jalur perdamaian.

“Kami sepakat kita kedepankan pendekatan diplomasi, kita kedepankan pendekatan, jangan mengedepankan pendekatan yang nanti justru membuat chaos,” tuturnya.

Tak lupa, Mardani mengatakan bahwa isu terkait Palestina dan minoritas masuk dalam pembahasan komite politik dan hubungan internasional dalam Konferensi Ke-19 PUIC yang digelar Selasa (13/5/2025), hari ini.

“Palestina ada tiga isu: tentang kondisi Palestina; tentang bantuan kepada Palestina; dan juga negara-negara sekitarnya, ada Yordania, ada Mesir ada Lebanon yang juga terkena, ditambah 10 resolusi tentang minoritas” papar Mardani, dilansir dari AntaraNews.

Dia menyebut kesemua hal itu dibahas secara seksama dan dibuatkan peta jalan terkait langkah diplomasi yang mesti dilakukan dengan semangat solidaritas dan kemanusiaan yang terkandung di dalamnya.

“Spirit humanity-nya, kemanusiaan, spirit solidarity-nya sangat nampak dari semua perwakilan yang hadir itu,” kata dia. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PROYEK Peningkatan Air Baku Bandarmasih Ratusan Miliar Kembali Diperiksa Kortas Tipikor Mabes Polri
JENDERAL SUYUDI Bersimpuh Cium Ibu Usai Dilantik Jadi Kapolri
KORUPSI KPP Madya Banjarmasin: KPK Panggil Pegawai Adaro Andalan Indonesia dan Dua Pegawai Pajak
RESMI Komjen Suyudi Jadi Kapolri Gantikan Jenderal Listyo Sigit
PEMILIK Kendaraan ODOL Bisa Kena Sanksi Pidana di RUU LLAJ
361 PERSONEL JDR Jepang Dianugerahkan Satyalancana Dharma Samudera
PEREMPUAN ADAT Masih Didiskriminasi dan Diabaikan
KASUS KORUPSI MBG: Enam Tersangka Dilimpahkan Kejagung ke Kejari Jakpus

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:11

DIBONGKAR Polda Kalsel Penyelundupan Sisik Trenggiling Paruh Burung Rangkong, Pemesan ada Dari China dan Thailand

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:19

KASUS KARHUTLA KOTIM: 11 Orang Jadi Tersangka

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:51

KORUPSI KPP Madya Banjarmasin: KPK Panggil Pegawai Adaro Andalan Indonesia dan Dua Pegawai Pajak

Rabu, 30 September 2026 - 21:23

TIGA JAM Naik Perahu Tangani Karhutla Tahura Isen Mulang Sebangau Berkah

Rabu, 30 September 2026 - 21:15

HARI KE-18: SRU Darat Temukan 4 Korban KM Virgo di Kalteng

Rabu, 30 September 2026 - 20:46

PERKARA KORUPSI PT Asabaru Balangan Dua Terdakwa Divonis Penjara dan Denda

Rabu, 30 September 2026 - 20:27

PEMILIK Kendaraan ODOL Bisa Kena Sanksi Pidana di RUU LLAJ

Selasa, 29 September 2026 - 22:01

PENEGAKAN HUKUM 130 Laporan Karhutla Kalteng

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca