INVESTASI Puluhan Triliun di Kalsel Ditawarkan ke Perusahaan Korsel

INVESTASI Puluhan Triliun di Kalsel Ditawarkan ke Perusahaan Korsel

SuarIndonesia – Pemprov Kslsrl menawarkan 4 proyek senilai kurang lebih Rp45,6 triliun kepada PT Global Investmen, perusahaan asal Korea Selatan (Korsel).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalsel, Nurul Fajar Desira, menjelaskan proyek yang ditawarkan tersebut proyek Jembatan Pulau laut – dataran Kalimantan senilai Rp3,6 triliun.

Proyek lain adalah Jalan Lintas Banjarbaru – Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu yang sudah memiliki Kawasan Ekonomi Terpadu (KET).

Estimasi biaya yang diperlukan untuk proyek ini Rp14,3 triliun dan ditawarkan pola pinjaman daerah kepada investor.

Selanjutnya, proyek yang ditawarkan yakni jalur kereta api sepanjang 215 kilometer yang menghubungkan Kota Banjarmasin – Tanjung Kabupaten Tabalong dengan perkiaraan biaya Rp25,7 triliun.

Proyek pembangunan Pelabuhan Trisakti Baru senilai Rp220 miliar juga ditawarkan kepada investor asal negeri ginseng tersebut.

Jika proyek ini ditambah dengan kawasan industry terpadu di Mantuil, investasi diperkirakan mencapai Rp2 triliun.

“Kita tawarkan proyek pelabuhan, lengkap dengan kawasan ekonomi terpadu dan jalan aksesnya,” jelas Fajar.

Terakhir disampaikan Fajar, proyek tambahan yang ditawarkan Pemprov Kalsel adalah pembangunan Pusat Jantung Terpadu di RSUD Ulin Banjarmasin senilai Rp175 miliar dengan pola kerja sama berupa pinjaman.

Pemprov Kalsel sudah menjalin kerjasama dengan perusahaan asal Korsel melalui penandatanganan nota kesepahaman / memorandum of understanding (MoU) yang dilakukan, Jumat (2/7/2021) di ruang rapat Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru.

Penandatangan MoU Pemprov Kalsel dengan perusahaan di bawah naungan Fasific Group ini sekaligus rapat pembahasan investasi, menghadirkan Ketua DPRD Kalsel, Supian HK dan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Penjabat Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, mengatakan setelah penandatanganan MoU ini akan dilanjutkan dengan tahapan lain yang lebih detil, sehingga bisa dilakukan Memorandum of Agreement (MoA).

“Kita harapkan jarak MoU dan MoA tidak terlalu lama, karena perencanaan ini bagi Kalsel sudah lama sekali sejak 2016 direncanakan,” ujarnya.

Dikatakannya, banyak proyek pembangunan di Kalsel, namun yang ditawarkan hanya sebagian karena menjadi skala prioritas yang diyakni mampu memberikan dampak luas terhadap perekonomian Kalsel.

Dalam pertemuan Safrizal juga menyampaikan harapannya, bahwa MoU berlanjut ke MoA dalam tempo yang tidak terlalu lama.

Ditegaskan, Kalsel memiliki masa depan cerah terkait dunia usaha, karena terdapat banyak potensi mulai perkebunan, kekayaan laut, kekayaan alam, dan sebagainya.

Diakuinya, untuk mengolah hasil yang maksimal, diperlukan infrastruktur dan sarana/prasarana yang memadai. Kerja sama lebih banyak ditujukan kepada penyediaan infrastruktur hingga bisnis lain bisa terdorong.

“Infrastuktur rumah sakit bonus saja ini, karena Korea terkenal dengan medical bisnis yang baik, maka belajar dengan Korea sesuatu yang lumrah,” ujarnya.(RW)

 348 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: