IDENTIFIKASI KORBAN Bencana Dibahas DMP FKG ULM

- Penulis

Sabtu, 30 November 2019 - 21:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Tingkatkan kepekaan terhadap siaga bencana dan pertolongan pertama pada kecelakaan maupun bencana, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) lewat organisasi mahasiswanya Dentistry Medical Tim (DMT) menggelar seminar Training Dental Rescue (TDR) di General Building Lecture Theatre, Banjarmasin, Sabtu (30/11/2019)

Ketua Pelaksana Seminar Training Dental Rescue yang juga menjabat sebagai ketua DMT FKG ULM, Adhytya Suryo Kelana menyebut kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan lebih tentang bagaimana manajemen dari penanganan bencana dan forensik.

Bukan tanpa alasan, menurut Adhytya manajemen penanganan bencana perlu digalakkan untuk misi kemanusiaan.

Ia membeberkan kegiatan tersebut merupakan program kerja dari DMT yang dilaksanakan secara perdana pada tahun 2019 dan diikuti oleh sebanyak 200 mahasiswa/i lintas program studi.

Adapun Dekan FKG ULM, Dr. drg. Rosihan Adhani, S.Sos, M.S, yang diwakili oleh Kepala Bagian Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat dan Pencegahan, drg. Isnur Hatta M.Ap mengungkapkan kegiatan ini dilakukan untuk melatih para peserta secara umumnya dan mahasiswa/i FKG secara khusus untuk lebih peka terhadap bencana dan pertolongan pertama pada bencana tersebut.

“Ini sangat berguna untuk melatih kepekaan kita, apalagi mereka yang bergerak di bidang kesehatan, jadi secara umum kita bisa mengetahui bagaimana secara prosedur dan ketentuan kompetensi pertolongan pertama pada bencana, musibah maupun kecelakaan,” ucapnya.

Ia membeberkan bencana tidak hanya jenis bencana alam, menurutnya terdapat bencana sosial dan bencana kemanusiaan yang juga harus mendapat penanganan khusus dari tim ahli untuk membantu kesembuhan dari penyakit fisik maupun psikis korban.

“contohnya saja yang di Kotabaru Sebuku, ini bencana sosial, di mana semua orang merasakan dampaknya habis harta benda, dan harus tinggal di alam terbuka. Peran kita lah yang diperlukan untuk menumbuhkan kembali semangat dan spirit hidup para korban,” bebernya.

Baca Juga :   BELA TIMNAS Indonesia, Kevin Diks, Noa, dan Estella Resmi WNI

“Hal ini tentunya juga berdampak pada munculnya potensi potensi penyakit akibat bencana sosial itu, di mana pola makan yang tidak teratur ataupun tinggal di tempat yang tak layak huni. Melalui kegiatan ini, kita diajarkan untuk lebih peka dan peduli terhadap kejadian seperti ini,” Isnur Hatta melanjutkan.

Sementara itu, Kabiddokkes Polda Kalsel, dr Erwin Zainul Hakim M.ARS MH.KES yang bertindak sebagai pemateri, dalam pemaparannya menyebutkan dalam identifikasi korban bencana maupun kecelakaan terdapat tiga metode primer.

“Fingerprint atau sidik jari, dental atau gigi dan DNA,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, persentasi keakuratan dari ketiga metode primer tersebut diungguli oleh fingerprint atau sidik jari. Karena metode sidik jari memiliki ketepatan 90 persen dengan syarat korban atau jenazah harus utuh terutama bagian jempol.

“Yang jadi pertanyaan sini, bagaimana kalau jempol tidak ada, maka dental yang dipakai, pemeriksaan gigi. Lewat metode ini tingkat keakuratannya juga cukup tinggi dan cara terakhir DNA,” paparnya.

Dr Erwin menambahkan, kebanyakan insiden yang terjadi pada musibah yang mengalami banyak korban sangat susah menjalankan sidik jari. Terlebih dengan kondisi korban yang tidak utuh, oleh karena itu kolaborasi pemeriksaan pun dilakukan.

“Kesimpulan baru bisa ditarik jika antemortem dengan posmortem cocok dikawinkan. Minimal 1 acuan dari tiga metode diatas cocok disandingkan datanya, baru bisa dipastikan ini korban siapa identitasnya,” pungkasnya.

Kegiatan seminar tersebut turut dihadiri narasumber lainnya seperti dari pihak Basarnas yang memberikan materi Basic Evacuation Of Disaster, dan dari drg. Rizky Merdietio Boedi, M.Sc, FOdont yang memberikan materi Basic Dental Identification. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SAR GABUNGAN Temukan Nelayan Terseret Arus di Muara Badak
DIAN RAHMAT TRIANTO Raih Women’s Inspiration Awards 2026
EMBARKASI Banjarmasin Siap Berangkatkan JCH Kloter 06 dari Kalteng
KEMENHAJ Prioritaskan Layanan untuk Calhaj Lansia dan Difabel
PEMBENTUKAN Satgas Mitigasi PHK Guna Lindungi Pekerja
MAY DAY, Pemerintah Komitmen Tingkatkan Kesehatan para Buruh
KOBARAN API di Gudang Milik PT SSTC Banjarmasin
SEORANG ABK Cemara Nusantara 6 Hilang di Sungai Barito, Operasi SAR Besar-besaran di Kawasan Pelabuhan Trisakti

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:28

KEMENHAJ Prioritaskan Layanan untuk Calhaj Lansia dan Difabel

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:59

MAY DAY, Pemerintah Komitmen Tingkatkan Kesehatan para Buruh

Kamis, 30 April 2026 - 22:25

TIGA WNI Ditangkap di Makkah Kasus Penipuan Layanan Haji, Ditindaklanjuti Polri

Kamis, 30 April 2026 - 00:43

EMPAT Anggota TNI Didakwa Siram Andrie Yunus untuk Beri “Efek Jera”

Kamis, 30 April 2026 - 00:05

PRESIDEN Prabowo Ultimatum Pejabat-Ilmuwan tak Patriotik untuk Mundur

Rabu, 29 April 2026 - 23:58

INSIDEN BUS Jemaah di Madinah: Kemenhaj Pastikan Penanganan Korban

Rabu, 29 April 2026 - 17:27

PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”

Rabu, 29 April 2026 - 16:53

KOMISI III DPRD Kalsel Studi Tiru ke Masjid Al Jabbar

Berita Terbaru

Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain saat rilis pengungkapan pupuk. (Foto: Istimewa)

Hukum

DIGAGALKAN Penyelewengan 160 Karung Pupuk Subsidi

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:53

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca