SuarIndonesia – Soal heboh raibnya Rp2,6 Miliar uang di Dinas Kesjeatan, menjadi perhatian serius Walikota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby.
Ia langsung memerintahkan jajaran terkait untuk melakukan penyelidikan mendalam.
“Saya sudah meminta Inspektorat melakukan investigasi menyeluruh.
Tidak boleh ada pembiaran, dan proses ini harus berjalan transparan,” tegasnya.
Tidak hanya Inspektorat, Wali Kota Lisa juga menugaskan Sekretaris Daerah serta Kepala Dinas Kesehatan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar, termasuk menelusuri alur penggunaan dana hingga menemukan titik terang kasus tersebut.
“Jika terbukti ada penyalahgunaan anggaran, pelaku wajib bertanggung jawab, dan dana harus dikembalikan ke kas daerah.
Sanksi tegas akan diberikan sesuai regulasi,” ucapnya.
Lisa menegaskan pihaknya sama sekali tidak memberi ruang bagi praktik korupsi, penyimpangan, atau manipulasi dana publik dalam bentuk apa pun.
“Saya tidak akan mentolerir meskipun hanya satu rupiah uang rakyat disalahgunakan.
Semua harus dikelola sesuai SOP, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Sebagai upaya pencegahan, seluruh SKPD diinstruksikan memperkuat kontrol, audit internal, dan sistem pengelolaan anggaran, agar kejadian serupa tidak terulang.
Menurutnya, langkah cepat dan terbuka ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan berintegritas.
“Kepercayaan publik adalah harga mati. Pemerintah Kota Banjarbaru akan memastikan proses penyelidikan ini berjalan hingga tuntas dan jelas, tanpa menutup-nutupi,” punkas Hj Erna Lisa Halaby. (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















