“HARUBUH MANUGAL” Berpotensi Jadi Wisata Budaya

- Penulis

Kamis, 10 Oktober 2024 - 23:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Legislator Kabupaten Gumas Rayaniatie Djangkan (kanan) dan lainnya, saat mengikuti harubuh manugal di Kelurahan Tewah Kecamatan Tewah, Senin (7/10/2024). (ANTARA/HO-PWI Gumas)

Legislator Kabupaten Gumas Rayaniatie Djangkan (kanan) dan lainnya, saat mengikuti harubuh manugal di Kelurahan Tewah Kecamatan Tewah, Senin (7/10/2024). (ANTARA/HO-PWI Gumas)

SuarIndonesia — Legislator Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah (Kalteng) Rayaniatie Djangkan mengatakan, pelaksanaan “harubuh manugal” atau penanaman padi yang dilakukan secara bergotong royong
berpotensi menjadi wisata budaya dalam konteks pola pertanian Suku Dayak.

“Tahun 2023 harubuh manugal dilaksanakan di Desa Upon Batu Kecamatan Tewah, tahun 2024 ini juga di Kecamatan Tewah. Saya harap ke depan bisa diselenggarakan di kecamatan lain dan dikelola dengan baik sehingga menjadi agenda wisata,” katanya di Kuala Kurun, Kamis (10/10/2024).

Dengan dilaksanakan di berbagai kecamatan lainnya serta dikelola secara maksimal, maka diharap semangat dan filosofinya juga dapat dirasakan dan dilestarikan oleh masyarakat luas.

“Harubuh manugal merupakan kebudayaan asli Dayak Kalteng yang harus dilestarikan oleh masyarakat. Sebab ada banyak kearifan yang terkandung di dalam pelaksanaan kegiatan itu,” katanya.

Rayaniatie sendiri mengikuti kegiatan itu di Kelurahan Tewah pada Senin (7/10). Dari pantauannya di lapangan, masyarakat juga antusias mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya harap antusias mereka dapat selalu terjaga, dan ditularkan kepada masyarakat lain khususnya kepada generasi muda. Generasi muda itu yang nantinya kita harap akan melestarikan,” kata Rayaniatie, dikutip dari Antara, Kamis (10/10/2024).

Harubuh manugal merupakan salah satu agenda yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas dalam melestarikan budaya Dayak bercocok tanam atau berladang tradisional, dan mengangkat kearifan lokal agar selalu lestari serta menjadi pengingat dan pengetahuan bagi generasi di masa mendatang.

Baca Juga :   PERKUAT PARIWISATA Pemprov Kalteng Perbanyak Gelar Seni dan Budaya

Untuk diketahui, harubuh manugal adalah penanaman padi yang dilakukan secara bergotong royong. Tradisi ini populer dilakukan sekitar 1960 hingga 1990-an. Saat itu suku Dayak hanya mengenal sistem ladang berpindah yang diolah secara tradisional.

Harubuh manugal biasanya dilakukan oleh dua orang kepala keluarga dari kampung berbeda. Ciri khas dari tradisi ini adalah bergotong royong atau saling membantu, namun dibalas pada tahun berikutnya oleh kepala keluarga yang mengadakan harubuh manugal pada tahun sebelumnya kepada orang yang membantu.

Harubuh manugal saat ini adalah yang ketiga kali yang dilaksanakan Pemkab Gumas melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) sejak 2021, 2023, dan 2024.

Pada 2021 diangkat dalam Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Gumas, tetapi kegiatan tersebut hanya untuk pencatatan dan pengambilan dokumentasi sebagai salah satu syarat untuk Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) kabupaten setempat, yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kegiatan harubuh manugal dilaksanakan kedua kalinya di Desa Upon Batu, Kecamatan Tewah, dan ketiga kalinya pada 2024 ini di Kelurahan Tewah. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PENGGELEDAHAN Selain Kantor PT MCM di Kalsel Tim Kejaksaan Sasar KSOP Banjarmasin, Terkait Korupsi Tambang Samin Tan
52 ASN Kalteng Disanksi, tak Hadir tanpa Keterangan
234 PELAJAR SMPN 1 Muara Teweh Siap Ikuti TKA Berbasis Chromebook
TONGKANG Pengangkut BBM Terbakar, Seorang ABK Ditemukan Kondisi Tubuh Hangus
PASTIKAN STATUS LANAL Banjarmasin Menjadi Tipe A, Komisi I DPR RI Terus Mendorong
SEORANG WANITA Ingin Bunuh Diri Terjun dari Jembatan
MOTIF MUTILASI Gegara Dituduh Selingkuh, Pelaku Suami Siri dan Rekannya
POTENSI EL NINO “Godzilla” Mengintai, Waspada Karhutla di Kalimantan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 21:22

UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17

Kamis, 2 April 2026 - 16:22

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca