Habib Rizieq Hanya Korban dalam Kasus Bendera Tauhid

- Penulis

Rabu, 14 November 2018 - 08:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dubes Arab Saudi Osama bin Mohammed (kedua dari kiri) memberikan penjelasan tentang sejumlah isu di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.(14/11 07.27)

Suarindonesia – Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed sore tadi mengunjungi Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya Nomor 62, Jakarta Pusat. Kunjungan tersebut untuk membicarakan beberapa hal terkait isu hubungan Indonesia dengan Arab Saudi.

Ketua Bidang Luar Negeri PP Muhammadiyah, Muhyiddin Junaidi menuturkan, dari pertemuan tadi, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tidak mempermasalahkan mengenai izin tinggal Muhammad Rizieq Syihab (Habib Rizieq) di negara mereka. Mengenai kasus pemasangan bendera tauhid di kediaman Rizieq, beberapa waktu lalu, Pemerintah Arab Saudi pun memastikan imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu hanyalah korban.

“Jadi Pak Habib Rizieq itu bukan diperiksa, Pak Habib Rizieq itu memberikan penjelasan, keterangan tentang bendera tauhid yang ditempelkan di belakang rumahnya. Dia adalah korban, dia bukan tertuduh, dia bukan ditahan, dia itu memberikan penjelasan lengkap,” ujar Muhyiddin di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Bahkan, pada kesempatan itu, Osama menyampaikan bahwa Habib Rizieq adalah sosok pemimpin umat Islam yang cukup disegani dan memiliki banyak pendukung yang berakhlak mulia. “Dia (Rizieq) hidup bebas di negara Saudi Arabia. Dan tidak pernah melakukan kesewenangan. Tidak ada sama sekali berkaitan dengan kriminal,” ungkap Muhyiddin.

Dia juga menyampaikan, Osama sebagai perwakilan Pemerintahan Kerajaan Arab Saudi berjanji akan memberikan izin kepada HRS untuk melanjutkan studi S3 di Malaysia. “Bahwa Pak Habib Rizieq orang baik, dia tidak tahu (ihwal bendera yang terpasang di belakang rumahnya). Dia adalah korban. Seandainya Habib Rizieq orang jahat, dia sudah dideportasi. Bahkan beliau berjanji Rizieq Syihab akan diizinkan untuk pergi ke Malaysia menyelesaikan pendidikan S3-nya,” ujar Muhyiddin.(iNews.id/RA)
[14/11 07.38] Suar Indonesia: Saudi: Habib Rizieq Bukan Sosok Menakutkan

Baca Juga :   DITINJAU Wamendag Dyah Roro Pasar Pandu Banjarmasin

Suarindonesia – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memastikan Habib Rizieq Syihab tidak memiliki masalah di Mekkah. Pemerintah Saudi juga menghormati serta memberikan perhatian pada pemimpin Front Pembela Islam (FPI) itu.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah al-Shuaibi mengatakan, Rizieq tidak memiliki masalah izin tinggal sebagaiman isu yang berkembang. Adapun mengenai kasus bendera yang terpasang di rumahnya, otoritas keamanan telah memeriksa.

“Berkaitan dengan izin tinggal dan informasi lainnya yang berkaitan dengan Habib Rizieq. Seandainya Habib Rizieq memiliki masalah di Kerajaan Arab Saudi tentu dia sudah dipenjara. Namun kita lihat dia masih dijamin kehidupannya, diperhatikan kehidupannya, baik oleh pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi,” ujar Osama di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2018).

Osama menjelaskan, Rizieq merupakan sosok yang dihormati baik di Indonesia maupun di Arab Saudi. Rizieq juga bukan sosok yang menakutkan.

“Saya kira Habib Rizieq bukan sosok yang menakutkan. Habib Rizieq seorang muslim, merupakan warga negara Indonesia. Beliau mendapat atensi dan perhatian dari pemerintah Indonesia dan juga dari Pemerintah Arab Saudi,” ucapnya.

Rizieq diperiksa oleh kepolisian Makkah karena keberadaan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstremis pada dinding rumahnya.

Rizieq dijemput oleh kepolisian Makkah dan Mabahis Ammah (Intelijen Umum atau General Investigation Directorate/GID) lalu dibawa ke kantor polisi. Selanjutnya untuk proses penyelidikan dan penyidikan, Rizieq ditahan pihak kepolisian wilayah Makkah.

Setelah selesai menjalani pemeriksaan di Kantor Mabahis Aamah, HRS diserahkan kepada Kepolisian Sektor Mansyuriah Kota Makkah pada Selasa (6/11/2018) sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Pada hari itu juga, sekitar pukul 20.00, dengan didampingi staf Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), Rizieq dikeluarkan dari tahanan kepolisian Makkah dengan jaminan.(iNews.id/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIRESPONS CEPAT Dinas PUPR Perkim Balangan Beberapa Proyek Sorotan
KASUS DUGAAN SUAP: KPK Tahan Bupati Muara Enim dan Tiga Tersangka
OIKN Lantik 555 PNS Angkatan Pertama
KRI HIU-634 Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur Kalsel Mengapresiasi Bank Indonesia dan TNI AL
SEORANG PRIA DUDA Asal Muara Enim Ditemukan Tergelatak Tak Bernyawa
DINAS ESDM KALSEL “Bereaksi”, Begini Pernyataan Disampaikan atas Kasus Dugaan Pungli Perizinan Tambang Galian C
PELAKSANAAN 50 Paket Proyek pada Dinas PUTR HSS TA 2024 Terindikasi Dugaan Kerugian Negara, Begini Sikap Kejati Kalsel
MAJELIS ETIK OMBUDSMAN Berhentikan Hery Susanto tidak dengan Hormat

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:49

DIRESPONS CEPAT Dinas PUPR Perkim Balangan Beberapa Proyek Sorotan

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:43

KASUS DUGAAN SUAP: KPK Tahan Bupati Muara Enim dan Tiga Tersangka

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:21

DEWI PUTRI Raih Perunggu Kejurnas Taekwondo U-13 dan U-17 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:13

TERCATAT 913 ODGJ di Palangka Raya, Dinsos: ‘Himpitan Ekonomi Picu Gangguan Mental’

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:51

358 JEMAAH HAJI Kalteng Tiba, 2 Masih Dirawat di Arab Saudi

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:38

PULUHAN JEMAAT GEREJA Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:11

SEORANG PRIA DUDA Asal Muara Enim Ditemukan Tergelatak Tak Bernyawa

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:32

DINAS ESDM KALSEL “Bereaksi”, Begini Pernyataan Disampaikan atas Kasus Dugaan Pungli Perizinan Tambang Galian C

Berita Terbaru

Ratusan CPNS dilantik menjadi PNS angkatan pertama OIKN. (Foto: Humas OIKN)

Kaltim

OIKN Lantik 555 PNS Angkatan Pertama

Selasa, 9 Jun 2026 - 21:30

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca