GPM POLDA KALSEL Menjadikan Provinsi Peringkat Pertama Daya Ketahanan Pangan di Indonesia

- Penulis

Minggu, 5 Oktober 2025 - 14:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman (tengah) bersama Dir Reskrimsus) Polda Kalsel Kombes Pol M Gafur Aditya Siregar (kanan) serta  Wadir Ditreskrimsus AKBP Rixa Mutaqin (kiri). (Suanndonesia/ZI)

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman (tengah) bersama Dir Reskrimsus) Polda Kalsel Kombes Pol M Gafur Aditya Siregar (kanan) serta Wadir Ditreskrimsus AKBP Rixa Mutaqin (kiri). (Suanndonesia/ZI)

SuarIndonesia – Gerakan Pasar Murah (GPM) yang selama ini dilakukan Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) menjadikan Provinsi Kalsel peringkat pertama ketahanan pangan di Indonesia.

Posisi tersebut setelah Provinsi Kalsel bisa menggeser Provinsi Bali yang selalu berada di peringkat pertama.

Adapun penilaian tersebut dilakukan oleh Badan Pangan Nasional dengan kriteria penilaian yakni ketersediaan, keragaman, distribusi dan keamanan pangan.

Apresiasi disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman kepada Polri, khusunya Polda Kalsel melalui Dit Reskrimsus yang terus – menerus melakukan GPM dan melakukan monitoring terhadap mutu dan kualitas beras yang dijual.

“Ini tentu dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” katanya Minggu (5/10/2025).

GPM kembali hadir di kawasan car free day, halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin, dimana biasanya beras beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dijual Rp 56.500 hari ini dijual hanya Rp 55.000 saja dan gula, dari harga Rp 17.500 dijual hari ini hanya Rp.15.000.

Harga tersebut bisa dicapai karena disubsidi langsung oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel.

Sememtara Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kalsel Kombes Pol M Gafur Aditya Siregar didampingi Wadir, AKBP Riza Mutaqin serta Kasubdit 1 Indagsi Ditreskrimsus AKBP Zaenal Arifien menyampaikan, ketersediaan beras SPHP hari ini tidak terbatas, berapapun dibutuhkan ketersediaannya ada.

“Target kita hari ini sudah tercapai sekitar 6 ton beras SPHP terjual di kawasan car free day ini.

Baca Juga :   KOBARAN API, Sebuah Bangunan Gedung Futsal Nyaris Membara

Kita sudah dua minggu sekali, namun kedepannya akan kita lakukan satu minggu sekali,” ucapnya.

Bulog punya stok cukup untuk menjaga ketahanan pangan dan harga sembako di Kalsel, lanjutnya. Untuk membantu pendistribusiannya, maka kita melakukan penjualan beras agar harganya stabil.

“Bagi masyarakat yang mau membeli beras bisa di koperasi Polda Kalsel dan Polres jajaran,” ujarnya lagi.

Di Kalsel sendiri beras surplus, bahkan bisa menyuplai ke Kalimatan Tengah (Kalteng), Kalimantan Timur (Kaltom), Kalimnatan Utara (Kaltara) dan Kalimantan Barat (Kalbar).

Surplus beras di Provinsi Kalsel dikatakan Syamsir selalu meningkat, di mana tahun 2023 sebanyak 800.000 ton, tahun 2024 sebanyak 1.026 ton dan prediksi di tahun 2025 adalah 1.100.000 lebih.

“Pada tahun 2025 ini kita melakukan cetak sawah, optimalisasi lahan dan membuka 30.000 hektare, kalau 1 hektare menghasilkan 5 ton beras maka ada tambahan beras 150.000 ton.

Apalagi kalau kita bisa panen setahun dua kali, maka ada tambahan beras sebanyak 300.000 ton,” ucapnya. (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BURUH BANGUNAN TEWAS, Tubuhnya Ditemukan Dalam Air di Bawah Proyek Padel
HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur
POLISI Peduli Pendidikan, Tanamkan Keberanian dan Cegah Bullying
PERSONEL KPL Banjarmasin Mengurai Kepadatan Kendaraan, Keselamatan sebagai Prioritas
TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa
TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan
UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca