GELORA KALSEL Deklarasi Relawan Kawal TPS, Denny: Hargai Suara Rakyat

GELORA KALSEL Deklarasi Relawan Kawal TPS, Denny: Hargai Suara Rakyat

 

SuarIndonesiaPartai Gelora Kalsel mendeklarasikan relawan kawal tempat pemungutan suara (TPS) dalam rangka memenangkan pasangan calon, H Denny Indrayana-Difriadi Darjat (H2D) pada pemungutan suara ulang (PSU) di sejumlah daerah.

“Jadi kita menyiapkan kader dan relawan untuk mengawal TPS agar tidak terjadi kecurangan,” kata Ketua DPW Partai Gelora Kalsel, H Riswandi kepada wartawan, di sela Rakernis partai, Sabtu (27/3/2021), di Banjarbaru.

Menurut Riswandi, gerakan ini bertujuan agar masyarakat dapat bersama-sama membangun demokrasi yang jujur dan adil untuk mencari pemimpin yang benar-benar untuk rakyat.

“Kita sengaja menginisiasi gerakan ini bersama komponen partai koalisi lainnya, sehingga bisa menjadi bagian masyarakat,” jelas Riswandi.

Dalam gerakan Kawal TPS, Partai Gelora menurunkan relawan untuk menjadi saksi di tiga kabupaten yang akan melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU), seperti Banjarmasin, Kabupaten Banjar dan Tapin.

“Di Banjarmasin Selatan (Bansel) kami menurunkan sebanyak 100 relawan, di Kabupaten Banjar sebanyak 1.500 relawan, sedangkan untuk Kabupaten Tapin masih kita koordinasikan,” jelas Riswandi.

Deklarasi Kawal TPS ini juga dihadiri calon gubernur Denny Indrayana, yang mengingatkan agar partai koalisi dapat bekerjasama dengan solid, sehingga dapat mencari dan mengawal suara di TPS.

“Kita menargetkan memperoleh suara sebanyak-banyaknya, dengan berupaya merebut simpati pemilih,” kata Denny Indrayana, yang didampingi calon wakil gubernur Kalsel, Difriadi Darjat.

Denny Indrayana mengajak seluruh masyarakat di daerah PSU untuk dapat memberikan hak suara dengan sebaik-baiknya, memilih dengan hati nurani untuk menentukan pimpinan banua ke depan.

“Kita perlu merawat momentum PSU ini agar berjalan baik, walaupun serangan bakul makin gencar,” tambahnya.

Denny Indrayana menegaskan, pihaknya menghargai suara rakyat, dengan tidak melakukan tukar guling atau memperjualbelikan suara. “Kita menjunjung tinggi pemilihan tanpa politik uang dan kecurangan. Garis demarkasinya sudah jelas dan membedakan dari pasangan lainnya,” tegas Denny Indrayana.

Menyikapi PSU tanpa kampanye, menurut Denny Indrayana, pihaknya akan mematuhi aturan yang ada, namun tetap melakukan silaturahmi dengan tokoh dan pihak terkait lainnya, termasuk masyarakat.

“Mendukung itu pilihan sikap, saat ini bagaimana kita bisa meyakinkan pemilih dan menyentuh hati pemilih,” jelasnya. (SU)

 197 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: