GELAR SARASEHAN BPJS Kesehatan Bersama PWRI Kalsel

- Penulis

Kamis, 9 Juni 2022 - 00:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Banjarmasin menggelar Sarasehan bersama Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kalimantan Selatan (Kalsel), di Hotel Galaxy, Banjarmasin, Rabu (8/6/2022).

Sarasehan yang mengusung tema ‘BPJS Kesehatan Menjawab Kemudahan Layanan di Era Digital’ ini merupakan implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) – Kartu Indonesia Sehat (KIS) tahun 2022.

Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman para pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) terhadap program JKN-KIS, yang sekarang semuanya semakin mudah untuk dilakukan.

GELAR SARASEHAN BPJS Kesehatan Bersama PWRI Kalsel-2

Hadir dalam sarasehan ini, Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Pusat, David Bangun, Brand Ambassador BPJS Kesehatan, Ade Rai, pengurus PWRI pusat, dan ratusan anggota PWRI Provinsi Kalsel.

Selain berhadir langsung, anggota PWRI Kalsel di sejumlah kabupaten juga mengikuti sarasehan tersebut secara daring.

Dalam sambutannya, Direktur Perluasan dan Pelayanan BPJS Kesehatan Pusat, David Bangun meminta kepada seluruh anggota PWRI Kalsel dapat menjadi duta dalam mensosialisasikan pentingnya program JKN-KIS, terutama mulai dari keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Baca Juga :

BPJS Kesehatan-Bank Kalsel MoU tentang Donasi Jaminan Kepesertaan Bukan Penerima Upah

“Banyak masyarakat yang belum mengerti kenapa JKN ini menjadi kewajiban. Kami harap anggota PWRI Kalsel bisa menyampaikan manfaat menjadi peserta JKN dengan adanya sistem kegotongroyongan. Yang sehat hari ini membantu yang sakit hari ini, atau yang sakit di kemudian hari akan dibantu oleh yang sehat saat itu,” ujarnya.

David Bangun menambahkan, dari sisi perluasan, saat ini jumlah peserta BPJS Kesehatan sebanyak 242 juta dari 274 juta penduduk Indonesia.

Baca Juga :   PEMKAB Balangan Bangun RTH Publik

“Tetapi tantangan ke depan masih sangat berat, karena mandatnya adalah kurang lebih 275 juta atau 98 persen dari jumlah penduduk Indonesia di tahun 2024 harus menjadi peserta BPJS Kesehatan. Artinya, ada 35 juta lagi penduduk yang belum menjadi peserta,” bebernya.

Dikatakannya, di bidang kesehatan, Indonesia bisa dibilang sangat maju karena asuransi sosial yang disediakan sudah mencakup lebih dari 87 persen penduduk Indonesia.

“Dulu, sebelum ada BPJS Kesehatan banyak yang mengatakan orang miskin itu dilarang sakit karena biaya kesehatan yang tinggi. Tapi sekarang, tidak perlu khawatir, karena 130 juta lebih penduduk Indonesia saat ini iurannya ditanggung oleh pemerintah,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWRI Kalsel, Noor Aidi, sangat mengapresiasi segala kemudahan dalam hal pelayanan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan.

“Bahkan nanti, hanya dengan menggunakan KTP atau memasukkan NIK saja peserta sudah bisa mendapatkan layanan dari BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Noor Aidi juga menyambut baik jika anggota PWRI Kalsel menjadi bagian dari duta JKN untuk menyampaikan informasi tentang berbagai kemudahan dan keuntungan menjadi anggota BPJS Kesehatan.

“Saat ini jumlah anggota PWRI di Kalsel sekitar 2 ribu orang. Mungkin bisa saja lebih jika didata ulang lagi. Karena kita baru ini bisa berkumpul lagi setelah pandemi Covid-19,” imbuhnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEMKOMDIGI Siapkan AI dalam Digitalisasi Bansos
BAKTI KESEHATAN POLRI, Berkaitan Hari Bhayangkara ke-80 Polda Kalsel Layani 7.414 Warga
LUNCURKAN Desa Muara Jaya SIPANDAI Perkuat Pelayanan Posyandu Enam SPM
UPT Puskesmas Halong Luncurkan Berbagai Inovasi Kesehatan
LAYANAN GRATIS Puskemas di Balangan Terobos Gunung
MENKES: Label Nutri-Level untuk Pilih Makanan-minuman Sehat
ANTISIPASI KLB Hantavirus, Kemenkes Gerak Cepat Siapkan 198 RS
KEMENKES: Ada 23 Kasus Hantavirus dalam 3 Tahun Terakhir, Ada yang di Kalbar

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:24

UMPAN Pemancing Disambar Buaya

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:49

AMUK API Hanguskan Tiga Toko di Sungai Andai Banjarmasin Utara

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:36

SEORANG MONTIR MOTOR Tergeletak Tak Bernyawa di Bengkel

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:33

BAKTI KESEHATAN POLRI, Berkaitan Hari Bhayangkara ke-80 Polda Kalsel Layani 7.414 Warga

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:17

DISOROT Anggota Komisi XIII DPR RI Pangeran Khairul Saleh, Target Pemberian Amnesty Maupun Abolisi 40 Hingga 100 Ribu

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:25

MIGRAN CENTER ULM Satu-satunya di Kalimantan, Menteri P2MI : Berorientasi tak Hanya Lokal Tetapi Menjadi Talenta Global

Selasa, 23 Juni 2026 - 00:37

JEMAAH HAJI Kloter 13 Asal Tanah Bumbu-Kotabaru Tiba

Senin, 22 Juni 2026 - 21:45

PWI KALSEL Dorong Puluhan Media Bisa Terverifikasi Dewan Pers Tahun Ini

Berita Terbaru

Umpan pemancing di Kumai disambar buaya. (Foto: Istimewa)

Kalteng

UMPAN Pemancing Disambar Buaya

Rabu, 24 Jun 2026 - 00:24

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat menyampaikan sambutan dalam acara peresmian DEAL 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026). (Foto: An tara/Farhan Arda N)

Lifestyle

KEMKOMDIGI Siapkan AI dalam Digitalisasi Bansos

Selasa, 23 Jun 2026 - 23:53

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca