GASAK Tabung Gas Elpiji Lantaran Terlilit Utang dan Beli Susu Anak, Dihentikan Penuntutannya

SuarIndonesia – Terdakwa Rahmadani alias Madan alias Udur,  penggasak tabung gas elpiji lantaran terlilit utang, desakan ekonomi serta untuk beli susu anaknya, dihentikan penuntan terhadap dirinya, Senin (20/6/2022).

Perkara terdakwa pasal 362 KUHP berasal dari Kejaksaan Negeri HSU (Hulu Sungai Utara) dan dihentikan penuntutannya atas persetujuan DR. Fadil Zumhana selaku Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana
Umum.

Ini berdasarkan Keadilan Restorative di lingkungan Kejaksaan Tinggi
Kalimantan Selatan (Kejati Kalsel), yang pelaksanakan berdasarkan hasil ekspose dihadiri Wakajati Kalsel, Ahmad Yani SH.MH., Aspidum, Indah Laila SH M.H., secara virtual.

Disebut, terdakwa yang terlilit hutang serta desakan ekonomi untuk membiayai anak yang masih bayi serta kebutuhan sehari-hari.

Dimana Terdakwa juga tidak memiliki pekerjaan tetap, sehingga pergi menuju ke Kabupaten Tabalong untuk mencari pekerjaan.

Saat itu,  terdakwa sempat singgah untuk beristirahat di belakang Kantor Desa Tayur melihat ada tumpukan tabung gas elpiji berat 3  kg,  timbul niat untuk mengambil.

Terdakwa dapat membuka pagar seng , masuk ke dalam pagar menggasak beberapa tabung gas, yang seluruhnya  8  tabung gas, yang tiga diantarabya
masih ada isi.

Hasil curian dibawa ke terminal di daerah Pelampitan tepatnya di dekat pangkalan gas Jamnroni melihat saksi H. Syaifullah yang sedang mencari beberapa tabung gas dan terdakwa menawarkan beberapa tabung gas.

Saksi sempat  menanyakan dar imana asal tabung gas dan dijawab terdakwa dapat dari rekannya yang sudah biasa menjual dan dirinya hanya membantu menjualkan dan kahirnya dibeli saksi.

Selanjutnya terdakwa melanjutkan perjalanan, namun ketika sampai di depan Rumah Makan Kaijo, sepeda motor mogok.

Pihak Polsek Amuntai Utara yang menerima laporan atas kehilangan, berhasil mengamankan terdakwa berdasarkan laporan dari saksi Wi’ati,
pengurus pengelola tabung gas LPG berat tiga) kg di Kantor Desa Tayur.

Dengan berbagai pertimbangan kemanusian dan lainnya, akhirnya penuntutan terhadap terdakwa dihentikan berdasarkan Keadilan Restorative. (ZI)

 

 117 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!