SuarIndonesia – Gabungan Organisasi Masyarakat melakukan aksi di depan Gedung DPRD, sampaikan aspirasi dan minta memfasilitasikan ke pihak aparat penegak hukum, utamanya Polda agar Ulama dan Habaib di Banua diberi perlindungan, Jumat (18/9/2020).
Semua pasca penyerangan dan penikaman terhadap Syekh Ali Jaber ketika ceramah di Masjid Fallahudin, Kota Bandarlampung, Minggu (13/9/2020) lalu.
Dan adanya kejadian serupa lainnya di daerah lain hingga hilangkan nyawa. Yakni terkait tragedi pembunuihan Imam Masjid di Oku Sumsel.
Pernyatan sikap bersama disampaikan dari DPD Pemuda Islam Kalsel, FPI, GNPF Ulama dan PA 212 dan diterima anggota Komisi IV, HA Hasib Salim dan Habib Musa dari Komisi 2.

Massa mengecam dan mengutuk keras atas kejadian itu. Dan mengintruksikan kepada Laskar, Jawara, Pendekar dan Brigade serta UmatIslam untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga ulama serta tokoh yang istiqomah dalam berjuang melawan kedzoliman dari serangan dan ancaman gerombolan pembenci Islam.
Menghimbau kepada para ulama, pengasuh pesantren, pengurus masjid dan mushola, serta panitia tabligh agar melakukan koordinasi pengamanan acara.
“Ada apa ini, dan kami minta penegak hukum jangan dibiarkan, dan usut tuntas. Tiap tahun kejadian, ada apa ini,” ucap Ketua DPD Pemuda Islam Kalsel, HM Hasan.
“Ini pula menciptakan kekhawatiran alim ulama di tempat ibadah,” tambah Samsul, koordinator aksi.
Ia juga meminta walau Kalsel kondusif, aparat penegak hukum bekerjasama mengamankan. “Tidak menutup kemungkinan ada geliat kekerasan itu di daerah kita,” beber Samsul.
Massa minta pula anggota dewan Kalsel membantu masyarakat menciptakan keamanan. “Kita inginkan, termasuk aman dan lacarnya Pilkada 2020 di Kalsel,” pungkas HM Hasan.
Sementara anggota Komisi IV, HA Hasib Salim menyatakan mendukung apa disampaikan massa.
Karena ini menyangkut situasi dan keamanan secata umum, dan khususnya terhadap para ulama. Pihaknya juga akan fasilitasikan dengan penegak hukum. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















