E20 DISIAPKAN untuk Pengganti Pertalite dan Pertamax

- Penulis

Rabu, 1 April 2026 - 00:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian, Senin, (30/3/2026). (Foto: Istimewa)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian, Senin, (30/3/2026). (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis melalui hilirisasi biofuel sebagai alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite (RON 90) dan Pertamax (RON 92). Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada impor energi di tengah tingginya harga minyak dunia.

Selanjutnya pemerintah segera menyiapkan biofuel E20 sebagai pengganti Pertalite dan Pertamax, berbahan jagung, ubi, dan tebu untuk tekan impor BBM.

Presiden Prabowo Subianto disebut mendorong pengembangan bahan bakar berbasis nabati sebagai solusi jangka panjang untuk ketahanan energi nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan, konsep yang tengah disiapkan adalah pencampuran etanol dengan bensin hingga 20 persen atau dikenal sebagai E20.

“Mimpi kita E20, ethanol campuran bensin 20% dari jagung, ubi, dan tebu. Iya, itu menggantikan (Pertalite dan Pertamax),” ujar Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Senin (20/3/2026) melansir Liputan6.com.

Menurut dia, bahan baku biofuel tersebut berasal dari komoditas dalam negeri seperti jagung, ubi, dan tebu. Bahkan, Indonesia saat ini memiliki potensi besar dari produksi molases atau tetes tebu yang selama ini menjadi komoditas ekspor.

Amran mengungkapkan, produksi molases nasional mencapai sekitar 1 juta ton. Potensi ini dinilai dapat dioptimalkan untuk mendukung program biofuel nasional.

“Bahan baku kita yang kita ekspor, itu ada 1 juta ton itu molases, tetes (tebu),” jelasnya.

Ke depan, pemerintah akan membahas lebih lanjut rencana ini bersama Kementerian BUMN guna memastikan kesiapan implementasi di sektor energi.

Mentan Amran: Hilirisasi Kunci Indonesia jadi Negara Kuat dan Dorong Kemandirian Energi

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, hilirisasi kunci Indonesia menjadi negara kuat, memperkuat ekonomi nasional, mendorong kemandirian energi, serta menjaga ketahanan pangan di tengah dinamika global.

“Hilirisasi sebagai kunci utama untuk memperkuat ekonomi nasional, kemandirian energi, serta ketahanan pangan di tengah dinamika global,” ujar Mentan Andi Amran di Jakarta, melansir Antaranews.com, Sabtu (28/3/2026).

Menurut dia, Indonesia tidak boleh lagi hanya mengekspor bahan mentah, tetapi harus masuk pada tahap hilirisasi agar nilai tambah dinikmati di dalam negeri.

Baca Juga :   BANK KALSEL Hadirkan Tabungan Valas, Layani Nasabah di Tiga Kantor Cabang

“Sejumlah komoditas unggulan seperti kelapa, kelapa sawit (CPO), dan gambir memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui hilirisasi,” ucap Amran.

Dia menjelaskan, produk turunan seperti minyak olahan, santan, coconut water, hingga produk turunan industri lainnya dinilai mampu meningkatkan nilai ekonomi secara signifikan dibandingkan produk mentah.

“Kelapa kita kuasai dunia, nomor satu dunia. Masalahnya adalah kelapa dikirim bulat-bulat. Kalau ini diolah menjadi virgin coconut oil, coconut milk, coconut water, nilainya bisa puluhan sampai ratusan kali lipat. Air kelapa saja sekarang dijual mahal di luar negeri hanya karena packaging, padahal bahan bakunya dari Indonesia,” kata Amran.

Indonesia Kuasai Pasar Gambir Dunia

Selain kelapa, menurut Mentan Andi Amran, Indonesia juga menguasai sekitar 80 persen pasar gambir dunia, namun masih diekspor dalam bentuk setengah jadi sehingga nilai tambah dinikmati negara lain.

“Gambir itu 80 persen kita suplai dunia. Tapi yang dikirim setengah jadi. Kalau kita hilirisasi, nilainya ribuan triliun. Nilai tambah tertinggi itu ada di hilir, bukan di hulu,” papar dia.

Amran juga menyinggung potensi besar hilirisasi kelapa sawit (CPO) yang menurutnya dapat mengubah peta ekonomi dunia karena Indonesia menguasai lebih dari 60 persen produksi CPO dunia.

“Kalau CPO kita olah semua menjadi margarin, kosmetik, dan produk turunan lainnya, dunia akan sangat bergantung pada Indonesia. Kita kuasai lebih dari 60 persen pasar dunia. Artinya Indonesia sangat menentukan,” ucap dia.

Ia menegaskan, hilirisasi tidak hanya akan memperkuat ekonomi nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

10 PENERBANGAN di Bandara Internasional Syamsudin Noor Terdampak Asap
DPRD KALSEL Finalisasi Revisi Perda PDRD, Tarif PKB dan Insentif
TEREALISASI 54 Persen Pendapatan dari PKB Hingga Agustus
RENCANA Pembatasan Pertalite Masih dalam Kajian
DITERBITKAN Pedoman Kredit Perempuan Bunga Flat 8 Persen
MENTAN AMRAN: Swasembada Pangan dan Ekspor Beras Kado HUT Ke-81 RI
TRUK PENGANGKUT Rokok Ilegal Ditaksir Bernilai Miliaran Rupiah Disita Bea Cukai Banjarmasin
DIGANDENG Pemprov Kalsel “The Brezze Waterpark” Sukseskan Program KIA

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01

DANKODAERAL XIII Turun ke Lokasi Karhutla di Gambut Kalsel

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:25

BERKOLABORASI Jaksa di Kalsel dan IKA UNAIR Masuk Sekolah di SMAN 7 Banjarmasin

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:54

KUNJUNGAN KOMJAK RI Diterima Kajati Kalsel dan Dilanjut Dialog dengan Mahasiswa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:19

KARHUTLA di Sungai Biuku, Bhabinkamtibmas Sungai Andai Turun Bantu Relawan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:13

AKSI BEM “Kalsel Lumpuh Jilid II”, Dihadapi DPRD dan Ajak Turun Bersama Tangani Karhutla

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:17

GOSONG Sisi Jalan Arah Bandara, Gubernur Pimpin Pembasahan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:07

DICEK Gubernur Muhidin Ketersediaan Air di Embung Jomowi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:41

KARHUTLA Kapuas Hanguskan Rumah Warga

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca