“DUNIA TERBALIK” Lakon Oknum ASN Bersama Rekannya Termasuk Guru Ngaji Pesta Sabu

SuarIndonesia – Seakan-akan “dunia ini terbalik” atas lakon oknum ASN (Aparatur Sipil Negara) yang bersama tiga rekannya, diantaranya termasuk guru ngaji pesta sabu.

Oknum ASN di Kabupaten Tanah Laut (Tala) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ini kedapatan nyabu di kost bersama tiga temannya ada yang bekerja sebagai guru ngaji dan masyarakat biasa.

Semua diamankan anggota Reskrim Polsek Pelaihari dan oknum ASN ini berinisial AF (41).

Ketika itu sedang asik mengkonsumsi sabu di sebuah kost Jalan Pusara RT 03 RW 01 Kelurahan Pelaihari Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tala pada, Rabu (15/6/2022).

“Semua tersnagka masih dalam proses pemeriksan, dan kasusnya dikembangkan,” kata Kapolsek Pelaihari, Ipda May Felly Manurung, Jumat (17/6/2022).

Adapun barang bukti diamankan, satu paket sabu berat bersih 0,02 gram, bong dari botol bekas air mineral dan pipet kaca yang masih terdapat sisa sabu serta lainnya.

Disebut kanit reskirim, Amaral Tanta Hutahaean, AF diamankan bersama tiga temannya saat nyabu, yakni MS, AH dan M.

“Saat penangkapan keempat tersangka kedapatan sedang mengisap sabu,” tambahnya.

Ia katakan,, oknum ASN tersebut bekerja dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan.

Sedangkan ketiga temannya sebut Kanit reskrim memang ada yang bekerja sebagai guru ngaji

Bahkan, kata dia, atasan si oknum AF  melayangkan surat ke Polsek Pelaihari, menanyakan status hukum yang bersangkutan.

“Sudah kami jawab secara tertulis, bahwa status AF sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan kami tahan di ruang tahanan mapolsek Pelaihari,” tambah Kapolsek Pelaihari Ipda May Felly.

Sementara, AF mengaku menyesali perbuatannya yang mencoreng nama ASN Pemkab Tala dan meminta maaf telah melakukan hal yang dilarang.

“Pada awalnya mencoba-coba dan setelah itu menjadi ketagihan mengkonsumsi sabu. Ini ke empat kalinya memakai,” ucapnya. (*/ZI)

 8,780 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!