DUNIA Makin Terpanggang, Suhu Setahun Terakhir Lewati Batas Aman

- Penulis

Senin, 8 Juli 2024 - 19:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi. Data terbaru menunjukkan suhu rata-rata Dunia selama satu tahun terakhir, meningkat 1,5 derajat Celsius lebih tinggi dari era pra-industri. [AFP/MIGUEL SCHINCARIOL]

Foto Ilustrasi. Data terbaru menunjukkan suhu rata-rata Dunia selama satu tahun terakhir, meningkat 1,5 derajat Celsius lebih tinggi dari era pra-industri. [AFP/MIGUEL SCHINCARIOL]

SuarIndonesia — Data terbaru Copernicus Climate Change Services (C3S) menunjukkan suhu rata-rata Dunia selama satu tahun terakhir, meningkat 1,5 derajat Celsius lebih tinggi dari era pra-industri.

Copernicus mengatakan hasil penelitian terbaru juga menunjukkan saat ini sedang terjadi “perubahan iklim yang hebat dan berkelanjutan”.

Data terbaru menunukkan suhu antara Juli 2023 dan Juni 2024 merupakan yang tertinggi dalam catatan. Hal ini menciptakan peregangan sepanjang tahun ketika Bumi lebih panas 1,64 derajat Celsius dibandingkan pada masa pra-industri.

Temuan ini bukan berarti para pemimpin dunia telah gagal memenuhi janji mereka untuk menghentikan kenaikan suhu bumi sebesar 1,5 derajat Celsius pada akhir abad ini, namun panas terik ini membuat lebih banyak orang terkena dampaknya. Kenaikan suhu yang berkelanjutan di atas tingkat ini juga meningkatkan sejumlah risiko yang tidak pasti namun dapat menimbulkan bencana.

Carlo Buontempo, direktur Layanan Perubahan Iklim Copernicus, yang menganalisis data tersebut, mengatakan hasil tersebut bukan sebuah kejanggalan, melainkan sebuah “pergeseran besar dan berkelanjutan” dalam iklim.

“Bahkan jika kejadian ekstrem ini berakhir suatu saat nanti, kita pasti akan melihat rekor-rekor baru dipecahkan seiring dengan terus memanasnya iklim,” kata Carlo, dikutip CNNIndonesia dari The Guardian, Senin (8/7/2024).

“Hal ini tidak bisa dihindari kecuali kita berhenti menambahkan gas rumah kaca ke atmosfer dan lautan,” lanjut dia.

Copernicus menggunakan miliaran pengukuran dari satelit, kapal, pesawat terbang, dan stasiun cuaca untuk mengumpulkan data mengenai iklim.

Hasil penelitian mereka mengungkap Juni 2024 lebih panas dibandingkan bulan Juni lainnya yang pernah tercatat dan merupakan bulan ke-12 berturut-turut dengan suhu 1,5 derajat Celsius lebih tinggi dari rata-rata antara tahun 1850 dan 1900.

Para ilmuwan percaya setiap molekul karbon yang menyumbat atmosfer Bumi memerangkap panas dan mengubah cuaca. Bumi yang kian memanas ini akan membuat semakin sedikit manusia dan ekosistem yang mampu beradaptasi.

“Ini sama sekali bukan kabar baik,” kata Aditi Mukherji, direktur lembaga penelitian CGIAR dan salah satu penulis laporan terbaru Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC).

Baca Juga :   IBU-IBU Pingsan Antre BBM di SPBU

Jepang mengalami panas ekstrem. Catatan Badan Meteorologi Jepang, suhu mencapai 35 derajat Celcius di Prefektur Fukushima dan 30 derajat Celcius di beberapa bagian Tokyo pada Juni lalu. Saking panasnya, Kementerian Lingkungan Hidup Jepang mengimbau agar warga untuk sementara menghindari aktivitas dan olahraga berat. [AFP/Philip Fong]
“Kita tahu bahwa kejadian ekstrem meningkat seiring dengan peningkatan pemanasan global – dan pada suhu 1,5 derajat Celsius, kita menyaksikan beberapa suhu ekstrem terpanas tahun ini.”

Beberapa ekosistem bahkan lebih rentan dibandingkan lainnya. Dalam penelitian terbarunya, IPCC menemukan pemanasan 1,5 derajat Celsius akan membunuh 70-90 persen terumbu karang tropis, sementara pemanasan 2 derajat Celsius akan memusnahkan hampir seluruh terumbu karang.

Survei Guardian terhadap ratusan peneliti IPCC tahun ini juga mengungkap, tiga perempat dari mereka memprediksi suhu Bumi akan memanas setidaknya 2,5 derajat Celsius pada tahun 2100, dan sekitar separuh ilmuwan memperkirakan suhu di atas 3 derajat Celsius.

Peningkatan suhu ini mungkin secara kasat mata terlihat kecil, tapi bisa sangat berdampak pada kehidupan.

Mukherji kemudian membandingkan kenaikan 1 derajat Celsius pemanasan global dengan tubuh manusia yang mengalami demam. Menurutnya, kenaikan suhu 1 derajat saja bisa membuat manusia mengalami demam ringan, dan 1,5 derajat membuat manusia mengalami demam tinggi.

“Sekarang bayangkan tubuh manusia dengan suhu [itu] selama bertahun-tahun. Akankah orang itu berfungsi normal lagi?” tanya Mukherji.

“Saat ini, begitulah sistem Bumi kita. Ini adalah sebuah krisis,” tambahnya.

François Gemenne, penulis IPCC dan direktur Observatorium Hugo di Universitas Liège, mengatakan krisis iklim bukan masalah biner.

“Ini bukan tentang 1,5C atau kematian – setiap 0,1C sangat berarti karena kita berbicara tentang suhu rata-rata global, yang berarti kesenjangan suhu yang sangat besar secara lokal,” jelas dia.

Bahkan dalam skenario terbaik, katanya, masyarakat perlu bersiap menghadapi dunia yang lebih hangat dan “memperkuat” rencana respons. “Adaptasi bukanlah sebuah pengakuan bahwa upaya kita saat ini tidak ada gunanya.” [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KASUS PORNO AI di Banjarmasim, Ada Pejabat Publik jadi Korban
SAMPAH LOW VALUE, Plastik Ciki Cikian jadi Bahan Bakar Pabrik Semen di Kalsel
NASIB KRITIKAN Babeh Aldo Berujung Ditahan Penyidik Polda Kalsel
POLICE EXPO 2026 Digelar Polda Kalsel Momentum Semakin Mendekatkan dengan Masyarakat
KOLABORASI Polri – Media Investasi Sosial Sangat Penting, Begini Penekanan Kapolda Kalsel
DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah
JEJAKI REPLIKASI Inovasi Kemitraan Media Dilakukan Sekretariat DPRD Balangan
AKSI UDARA Spektakuler Aerosport Modeling Indonesia dI HSU

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:50

SABU Tiga Kilogram dari Kalteng Gagal Masuk Banjarmasin

Kamis, 17 September 2026 - 21:32

KARHUTLA Kalteng: 28 Orang Jadi Tersangka

Rabu, 16 September 2026 - 21:17

AKIBAT Karhutla, ISPU Kapuas Tembus 722

Rabu, 16 September 2026 - 21:11

PESAN TERAKHIR Pasutri Samuda, Kasih Tahu saat Kapal Virgo Mulai Miring

Rabu, 16 September 2026 - 20:53

KABUT ASAP Palangka Raya Paksa Sekolah Kembali PJJ

Selasa, 15 September 2026 - 21:02

KARHUTLA Kalteng Capai 9.440 Ha, Status Darurat Hingga Akhir September

Selasa, 15 September 2026 - 20:32

799.440 Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan

Senin, 14 September 2026 - 21:12

API Karhutla Diburu Pakai X-Fire

Berita Terbaru

Kapolresta Samarinda, Kombes Hendri Umar. (detikKalimantan)

Hukum

3 TERSANGKA Karhutla Terancam Bui 10 Tahun

Kamis, 17 Sep 2026 - 21:50

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca