DUGAAN Jual Beli Tenda Pasar Wadai Banjarmasin, Pemko Ancam Beri Sanksi

- Penulis

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ibnu Sabil, Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Banjarmasin. (Foto: detikKalimantan/Khairun Nisa)

Ibnu Sabil, Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Banjarmasin. (Foto: detikKalimantan/Khairun Nisa)

SuarIndonesia — Muncul dugaan tenda Pasar Wadai Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) diperjualbelikan yang melibatkan oknum pegawai dinas. Hal ini ditanggapi pihak Pemko Banjarmasin dengan ancaman sanksi jika terbukti ada keterlibatan oknum.

Hal ini mencuat setelah beberapa pembeli mengeluhkan mahalnya jenis makanan di Pasar Wadai Banjarmasin, selain itu jenis makanan yang dijual tidak sesuai dengan informasi. Terendus kabar, mahalnya harga karena adanya jual beli lapak di pasar wadai.

Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Banjarmasin Ibnu Sabil menegaskan akan mencari tahu dan menindak tegas apabila ada campur tangan oknum dinas.

“Kita akan cari siapa oknum yang memperjualbelikan lapak gratis. Kalau ada dari orang dinas, akan kita sanksi dengan bukti yang lengkap,” tegas Ibnu Sabil, Minggu (8/3/2026).

Sabil mengatakan bahwa ada 200 lapak gratis yang digratiskan oleh pemerintah. Namun, apabila ada indikasi jual beli, pihaknya siap untuk mencari tahu dan menindak lanjutinya.

“Kami terbuka untuk setiap laporan, baik itu dari sesama pedagang ataupun dari pihak lain terkait informasi jual beli lapak,” kata Sabil.

Ia menambahkan, informasi yang diberikan haruslah lengkap beserta bukti-bukti yang dimiliki. Namun sebaliknya, jika ternyata informasi yang disampaikan tidak benar, maka pelapor harus membuat klarifikasi.

“Apabila informasi yang diberikan tidak benar atau fitnah, pelapor kami minta berkenan membuat video klarifikasi. Jangan hanya membuat idabul fitnah,” ucap Sabil.

Diberitakan sebelumnya, salah satu keluhan disampaikan seorang pedagang berinisial AN. Dia menyebut ada lapak yang ditulis menjual makanan khas Banjar, tetapi kenyataannya lapak tersebut menjual minuman kekinian. Hal ini dia keluhkan karena sulitnya mendapat stan di Pasar Wadai.

Baca Juga :   KEMENDUKBANGGA: MBG Percepat Penurunan Stunting sejak Fase Awal Kehidupan

“Padahal untuk saya bisa dapat stan ini sangat susah, tetapi ada beberapa yang justru diduga memperjualbelikan lapak mereka ke pedagang lain,” ujar Sabil, Sabtu (7/3/2026) melansir detikKalimantan.

Ia mengaku harus berebut lapak dengan pedagang lain untuk bisa mendapatkan tempat berjualan. Pasar tersebut menjadi incaran para pedagang karena lapaknya dikabarkan sudah gratis. Kendati demikian, dia menduga masih ada praktik jual beli lapak.

“Hal ini berdampak ke harga, karena ada pedagang yang merasa ‘modal’ untuk lapak, akhirnya menaruh harga jualan di atas rata-rata agar menutup biaya sewa tempat, berimbas ke kita yang lainnya juga nantinya,” sebutnya.

Pedagang lain berinisial MH mengaku sempat datang ke kantor dinas untuk mendaftar. Namun, ia mengaku malah diminta biaya sebesar Rp 5-10 juta untuk lapak di Pasar Wadai.

“Saat mendengar akan ada lapak gratis, saya datang ke dinas, dengan niat hendak mendaftar untuk dapat lapak berjualan. Namun malah dibilang harus bayar, karena tidak ada yang gratis,” kata Sabil. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WALI KOTA BANJARMASIN “Angkat Bicara” atas Penetapan Tersangka Kasus Sewa Sewa Komputer Jaringan
TIM PENELITI GEMOLOGI Internasional Memperdalam Pengetahuan tentang Intan Kalsel
SERING MENGUTIL SUSU, Pria Ini Tertangkap lagi di Minimarket Banjarmasin
DIKENALKAN Rakitan Teknologi Padi Apung di Lahan Rawa Lebak
ALPIYA RAKHMAN Sosialisasikan Nilai Pancasila
REAKSI KERAS Ketua DPRD Kalsel atas Insiden Keracunan Siswa SMK, Awasi dan Evaluasi Ketat Program MBG
DUA MANTAN PEJABAT di Disdik Ditahan Penyidik Kejari Banjarmasin Kasus Sewa Komputer
TIM EKSPEDISI RUPIAN Kalimantan 2026 Dilepas Dankodaeral XIII Bersama KPW BI Kalsel

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 01:01

WALI KOTA BANJARMASIN “Angkat Bicara” atas Penetapan Tersangka Kasus Sewa Sewa Komputer Jaringan

Selasa, 28 April 2026 - 00:32

TIM PENELITI GEMOLOGI Internasional Memperdalam Pengetahuan tentang Intan Kalsel

Senin, 27 April 2026 - 22:28

SERING MENGUTIL SUSU, Pria Ini Tertangkap lagi di Minimarket Banjarmasin

Senin, 27 April 2026 - 21:25

DIKENALKAN Rakitan Teknologi Padi Apung di Lahan Rawa Lebak

Senin, 27 April 2026 - 21:16

REAKSI KERAS Ketua DPRD Kalsel atas Insiden Keracunan Siswa SMK, Awasi dan Evaluasi Ketat Program MBG

Senin, 27 April 2026 - 17:02

DUA MANTAN PEJABAT di Disdik Ditahan Penyidik Kejari Banjarmasin Kasus Sewa Komputer

Senin, 27 April 2026 - 15:54

TIM EKSPEDISI RUPIAN Kalimantan 2026 Dilepas Dankodaeral XIII Bersama KPW BI Kalsel

Minggu, 26 April 2026 - 23:30

RATUSAN CJH Kloter BDJ 03 Tabalong Membawa “Iwak Rabuk Haruan”, Senin Malam Terbang ke Tahan Suci

Berita Terbaru

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan) Hanif Faisol Nurofiq melakukan sumpah jabatan di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). (Foto: Sekretariat Presiden)

Nasional

HANIF FAISOL Digeser sebagai Wamenko Pangan

Senin, 27 Apr 2026 - 22:48

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca